Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Friday, October 21, 2016

Israel Ingin Beli 6 Kapal Selam Nuklir Jerman

Israel Ingin Beli 6 Kapal Selam Nuklir Jerman
Pemerintah Jerman mengatakan bahwa Pemerintah Israel berencana membeli kapal selam nuklir baru dari Jerman yang akan masuk ke layanan militer pada 2027. Israel telah memesan enam kapal selam itu selama dua dekade terakhir.

Juru bicara pemerintah Jerman, Georg Streiter, mengatakan, enam kapal selam nuklir baru itu nantinya akan menggantikan armada kapal selam Dolphin yang sudah berumur hampir 20 tahun.

Streiter mengatakan pembicaraan sedang berlangsung di berbagai tingkatan terkait rencana pembelian dan partisipasi pembiayaannya.”(Jerman) menekankan tanggung jawab khusus untuk keamanan negara Israel,” kata Streiter, seperti dikutip AP, Sabtu (22/10/2016).

Laporan berbeda dari koran Israel, Maariv, menyatakan jumlah kapal selam nuklir yang akan dibeli Israel dari Jerman sebanyak tiga unit.

Angkatan Laut Israel sedang mempersiapkan upgrade senjata maritim dengan anggaran USD 1,3 miliar. Anggaran itu termasuk untuk pembelian tiga unit kapal selam nuklir baru dari Jerman.

Kesepakatan ini kemungkinan tercapai bulan depan di Berlin. Sebab, selama beberapa bulan terakhir, para pejabat senior kedua negara secara diam-diam melakukan negosiasi. - Sindo

Tuesday, September 27, 2016

Iran Perkuat Sistem Persenjataan Paska Kucuran Dana AS ke Israel

Iran Perkuat Sistem Persenjataan Paska Kucuran Dana AS ke Israel
Iran semakin bertekad untuk memperkuat pertahanan setelah perjanjian keamanan AS-Israel yang memberikan Israel bantuan $38 miliar selama 10 tahun. Ini adalah bantuan terbesar Amerika untuk Israel sepanjang sejarah.

Dalam wawancara dengan televisi Iran, Jendral Mohammad Hossein Bagheri, kepala staff gabungan Iran, mengatakan bahkan perjanjian AS-Israel itu ‘akan membuat kami semakin bertekad untuk memperkuat kekuatan pertahanan negara ini’. Demikian katanya di sela-sela acara parade militer tahunan, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu lalu (21 September).

Pertengahan bulan ini Amerika dan Israel menandatangani perjanjian keamanan yang memberikan Israel $38 miliar dalam jangka waktu 10 tahun, atau $3,8 miliar per-tahun. Ini adalah bantuan keamanan terbesar Amerika yang diberikan kepada Israel.

Iran sendiri adalah musuh utama Israel, tidak mengakui eksistensi negara zionis itu dan mendukung lawan-lawan Israel seperti Hamas dan Hezbollah. Iran bahkan aktif terlibat menggagalkan proyek zionis internasional dalam konflik Suriah.

Dalam parade militer di kota pelabuhan Bandar Abbas di Teluk Parsia itu Iran menggelar senjata-senjata barunya, termasuk rudal Zulfighar yang diklaim memiliki jangkauan hingga 750 kilometer dan bisa membawa beberapa hululedak independen yang bergerak menjangkau sasaran sendiri.

Dalam parade itu Zulfiqar diangkut dengan kendaraan pengangkut yang membawa banner bertuliskan pernyataan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, bahwa Iran akan merudal kota Tel Aviv dan Haifa jika Israel berani menyerang Iran.

Media setengah resmi Iran yang dekat dengan Tentara Pengawal Revolusi ‘Tasnim’ menyebutkan rudal tersebut adalah rudal ballistik dengan hulu ledak ‘cluster’. Namun tidak diberikan penjelasan lebih detil lagi. Sedangkan media Iran lainnya ISNA, menyebut bahwa rudal ini berdaya jangkau 700 kilometer.

Zulfiqar sendiri diambil dari nama pedang Nabi Muhammad S.A.W yang diberikan kepada sepupu dan menantunya Imam Ali bin Abu Thalib yang oleh para mengikut Shiah dianggap sebagai Imam pertama pengganti Nabi Muhammad.

Parade militer di Bandar Abbas digelar setiap tahun untuk memperingati Perang Iran-Irak tahun 1980-1988 yang menewaskan lebih dari sejuta orang. Kala itu Irak yang dibantu oleh Amerika, Israel dan beberapa negara Arab, menyerang Iran yang baru mengalami revolusi menumbangkan regim Shah Pahlevi yang pro Amerika, tahun 1979. Tahun ini adalah parade yang ke-36. - ArrahmahNews

Wednesday, September 21, 2016

TERBARU: Kedubes Israel di Turki Diserang, 1 Tewas

Setidaknya satu orang tewas dalam serangan bersenjata di Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di Turki. Serangan tersebut beriringan dengan terdengarnya suara tembakan di ibukota Turki, Ankara.

Seperti dikutip Daily Express dari lembaga penyiaran Turki Haber Turk, Rabu (21/9/2016), satu orang dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kedutaan Israel di ibukota Turki itu.

Belum diketahui apakah ada korban luka setelah dua orang berusaha untuk memasuki gedung kedubes. Media setempat mengatakan polisi telah ditelpon ke lokasi setelah dua tersangka dilaporkan berada di tempat kejadian. Israel juga memiliki kedutaan besar di Istanbul.

Sebelumnya, sejumlah kedutaan negara asing di Turki ditutup atas alasan keamanan. Tercatat Inggris dan Jerman telah menutup kedutaan besarnya di Turki karena mendapatkan laporan akan ada serangan selama peryaan Idul Adha.

Tuesday, September 20, 2016

Tiga Rudal Jelajah Rusia Hantam Ruang Operasi Turki, AS, Saudi, Inggris dan Mossad di Aleppo

Tiga Rudal Jelajah Rusia Hantam Ruang Operasi Turki, AS, Saudi, Inggris dan Mossad di Aleppo
Menurut sumber informasi di Aleppo, tiga rudal jenis kaliber ditembakkan oleh kapal-kapal Rusia, menarget ruang operasi teroris di Dera Izzat, barat Aleppo di pegunungan Simon, yang terkenal dengan gunung bebatuan dan daerah gua kuno. (Baca juga: Rusia Berhasil Uji Coba Rudal Antar Benua)

Sumber itu juga menunjukkan bahwa “ruang operasi berisi 30 perwira terkemuka dari Turki, Amerika Serikat, Arab Saudi, Qatar, Inggris dan Mossad, yang menjalankan operasi teroris di Aleppo dan Idlib. (Baca juga: MEMANAS.. Rudal Kaliber Rusia Siap Hancurkan Jantung Kota Turki dan Saudi)

Sementara itu, sekitar 100 penduduk sipil berhasil melarikan diri dari daerah timur Aleppo, meskipun di bawah ancaman teroris. (Baca juga: Rusia Mampu Hancurkan London Dalam 13 Menit dan New York 40 Menit ; VIDEO)

Adapun situasi saat ini berdasarkan laporan sumber di lapangan, mengatakan bahwa tentara Suriah berhasil menewaskan 20 pemberontak dalam dua hari terakhir di distrik 1070, di mana ada penembak jitu yang menembaki warga sipil yang berada di wilayah Hamdania. - ArrahmahNews

Monday, September 19, 2016

Menembak Jatuh Jet Tempur, Pesan Tegas Suriah Kepada Israel

Menembak Jatuh Jet Tempur, Pesan Tegas Suriah atas Israel
Hassan Hassan, pakar militer Suriah dalam wawancara dengan Fars News (15/9) mengatakan, langkah pasukan Suriah menembak jatuh jet tempur dan drone Israel di zona udara negara itu, memberikan pesan tegas bahwa berlanjutnya serangan Israel tidak bisa dibiarkan dan Suriah kapanpun bisa membalas serangan tersebut.

Pakar militer Suriah itu menambahkan, reaksi Israel setelah jet tempur dan dronenya ditembak jatuh di wilayah udara Suriah, menunjukkan kecemasan dan ketakutan rezim Israel. Rezim itu bahkah membantah sebagian realitas peristiwa tersebut, kemudian membantah seluruhnya dan berusaha menutup-nutupinya untuk mencegah situasi tidak bertambah kacau.

Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah, Selasa (13/9) mengumumkan, sebuah jet tempur dan drone militer Israel yang berusaha menyerang markas pasukan Suriah dengan menerobos zona udara negara ini di wilayah Quneitra, ditembak jatuh sistem pertahanan udara militer Suriah.

Menurut keterangan Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah, serangan udara Israel ke sekitar Quneitra dilakukan untuk memperkuat semangat tempur para teroris yang terus mengalami kekalahan.

Israel Takut Akui Jet Tempurnya Ditembak Jatuh Pasukan Suriah

Israel Takut Akui Jet Tempurnya Ditembak Jatuh Pasukan Suriah
Sumber angkatan udara Suriah pada hari Senin (19/09) kemarin mengatakan bahwa Tentara Israel tidak berani mengakui pesawat militer telah ditembak jatuh di Selatan Suriah karena takut kehilangan muka lagi setelah kekalahan tahun 2006 dari kelompok perlawanan Hizbullah Lebanon.

“Zionis tidak berani mengakui jatuhnya pesawat mereka dihadapan opini publik Israel karena hal itu akan menggagalkan upaya untuk mengembalikan kredibilitas mereka yang hilang dan menyelamatkan muka setelah perang 2006 (melawan Lebanon),” kata sumber itu kepada FNA.

Sumber itu menggambarkan penolakan Israel melaporkan tentang ditembak jatuhnya dua pesawat mereka oleh tentara Suriah sebagai sesuatu yang “konyol”, dan mengatakan, “Sayangnya, pesawat ini jatuh di wilayah yang diduduki Israel dan bahkan jika mereka jatuh di dekat wilayah-wilayah pendudukan, dimana kelompok teroris yang didukung oleh Israel ditempatkan, tak mungkin bagi tentara Suriah untuk mengambil bangkainya. “

Staf Umum Angkatan Bersenjata Suriah mengumumkan hari Selasa pekan lalu bahwa unit pertahanan udara yang dikerahkan di barat daya negara telah menembak jatuh dua pesawat Israel di provinsi Quneitra.

Quneitra adalah ibukota Kegubernuran Quneitra, yang wilayahnya meliputi seluruh Dataran Tinggi Golan. Namun Quneitra terletak di Suriah sementara Dataran Tinggi Golan secara keseluruhan dicaplok Israel. Aneksasi Israel ini tidak diakui oleh Dunia Internasional.

Militer Suriah Tembak Jatuh Drone AS di Deir ez-Zour

Militer Suriah Tembak Jatuh Drone AS di Deir ez-Zour
Pasukan Suriah mengatakan mereka telah menembak jatuh pesawat pengintai tak berawak AS di wilayah timur negara yang dilanda perang.

Pesawat mata-mata itu ditembak jatuh pada hari Minggu di provinsi Deir ez-Zour, serangan koalisi pimpinan AS ini telah menewaskan 80 tentara Suriah sehari sebelumnya.

Pasukan Suriah juga berhasil merebut kendali atas sebagian besar posisi ISIS di daerah pegunungan al-Tharda pada hari Minggu, setelah serangan udara AS di dekat pangkalan udara yang memberi teroris kesempatan untuk menyerbu daerah tersebut.

Suriah dan Rusia juga mengerahkan jet tempur ke daerah sekitar pangkalan udara Deir ez-Zour, daerah yang diduduki oleh teroris ISIS dan jalan yang menghubungkan kota Suriah timur yang diperangi ke kota Mayadeen, yang terletak 45 kilometer (30 mil) di sebelah tenggara.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengirim dua surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan kepala Dewan Keamanan, di mana ia menegaskan bahwa agresi AS pada posisi militer Suriah di pegunungan al-Tharda di sekitar bandara militer Deir Ezzor, adalah serangan serius dan terang-terangan di Republik Arab Suriah.

Sputnik melaporkan pada Minggu (18/09) bahwa para pejabat militer AS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom terhadap posisi tentara Suriah yang membuka jalan bagi serangan ISIS secara besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Assad dan yang menewaskan 80 personel tentara Suriah, tetapi berkilah bahwa serangan itu adalah kecelakaan dengan sasaran yang sebenarnya dituju adalah teroris Daesh/ISIS.

Churkin mempertanyakan mengapa AS tiba-tiba memilih untuk “membantu” tentara Suriah di Deir ez-Zor setelah bertahun-tahun, mengingat bagaimana selama ini pasukan Amerika memilih hanya mengamati gerakan para teroris ‘dan tidak melakukan “apa-apa ketika ISIS maju menguasai Palmyra”.

“Itu cukup signifikan dan tidak mungkin sebuah kecelakaan, bahwa hal itu terjadi hanya dua hari sebelum kesepakatan Rusia-Amerika seharusnya sampai pada kekuatan penuh,” tambah Churkin.

Monday, September 5, 2016

Saudi Arabia Kerjasama Dengan Jasa Keamanan Israel Untuk Keamanan Haji

petugas haji arab saudi
Langkah Arab Saudi menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan rezim Zionis Israel untuk menjaga keamanan jemaah haji, memicu kecaman dari Dunia Islam.

Kantor berita Qodsna (5/9) melaporkan, Syeikh Ekrima Sabri, Khatib Masjid Al Aqsa, Palestina memperingatkan masuknya perusahaan jasa keamanan G4S milik Israel ke tengah-tengah masyarakat Arab dan Islam.

Ia menegaskan, G4S tidak berhak melakukan aktivitas-aktivitas mata-mata dan keamanan terkait dengan jemaah haji.

Syeikh Ekrima Sabri menilai penandatanganan kontrak Saudi dan Israel itu dilakukan dengan tujuan untuk menginfiltrasi masyarakat Arab dan Islam.

"Penggunaan jasa sebuah perusahaan Israel untuk melayani jemaah haji adalah perbuatan haram," ujarnya.

Untuk menjaga keamanan jemaah haji dan mengawasi mereka lewat gelang elektronik yang dipakainya di musim haji tahun ini, Saudi bekerjasama dengan perusahaan jasa keamanan Israel, G4S.

G4S terkenal dengan perlakuan tidak manusiawinya terhadap para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Riyadh, awal Juli lalu mengumumkan, jemaah haji pada musim haji tahun ini akan dilengkapi dengan GPS dan informasi pribadi dan medis mereka untuk menghindari terulangnya insiden Mina tahun lalu.

Akibat kelalaian Saudi dalam mengelola pelaksanaan manasik haji, pada 24 Desember 2015, ribuan haji tewas dalam tragedi yang terjadi di Mina.

Tuesday, April 14, 2015

Israel Sewot Rusia Kirim Rudal S-300 ke Iran

Okezone – Rusia memutuskan untuk mengakhiri pelarangan dengan mengirim sistem pertahanan antirudal jenis S-300 ke Iran. Israel pun sewot karena kesepakatan program nuklir dengan negara-negara Barat hanya akan memperkuat militer Iran.

Sebagaimana diketahui, Iran dan negara-negara Barat telah menemui kata sepakat mengenai program nuklir. Intinya, negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melarang Iran untuk membuat reaktor nuklir. Namun, sejak awal Israel tidak setuju dengan kesepakatan itu.

Ketakutan Israel pun terjawab, Rusia memutuskan untuk mengirimkan sistem pertahanan antirudal jenis S-300. Menurut Menteri Urusan Strategis Yuval Steinitz, hal itu akan membuat pertahanan militer Iran semakin tangguh.

"Alih-alih, menuntut Iran berhenti dari kegiatan teroris yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan seluruh dunia, kesepakatan itu justru membuat Iran membeli senjata canggih yang hanya akan meningkatkan agresinya," kata Steinitz, seperti diberitakan IB Times, Selasa (14/4/2015).

Pada 2010, sistem pertahanan anti rudal tersebut batal dikirim karena tekanan dari AS dan Israel sebagai bentuk hukuman kepada Iran. Namun, Pemerintah Rusia mengatakan Presiden Vladimir Rutin telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri hukuman kepada Iran.

Sunday, April 12, 2015

Haaretz: Israel Ikut Serang Yaman

Irib - Media massa Israel membongkar dokumen keterlibatan rezim Zionis dalam agresi militer terhadap Yaman.
Televisi al-Mayadeen Lebanon memberitakan, koran Israel, Haaretz hari Minggu (12/4) menyebarkan dokumen bersejarah partisipasi tentara Israel dalam serangan ke Yaman beberapa tahun lalu.


Dilaporkan, pasukan Israel terlibat dalam agresi militer di Yaman pada tahun 1962 dengan kesepakatan Arab Saudi dan Yordania.

"Intervensi [militer] Israel [di Yaman] atas prakarsa Inggris. Inggris meminta Israel menargetkan pangkalan udara Mesir di Sanaa dan Al-Hudaydah, Yaman," tulis Haaretz, Minggu

Tuesday, April 7, 2015

Amerika Serikat tetap mendukung Terkuat Israel

Liputan6 - Presiden Barack Obama menegaskan kepada Israel bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi pendukung terkuatnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran negeri zionis terkait kesepakatan nuklir Iran pekan lalu.


Sejumlah pihak menuding Obama terlalu memberikan kelonggaran kepada Iran dan membahayakan keamanan Israel. Tetapi dalam sebuah wawancara dengan the New York Times, secara tegas Obama menyangkal. Dia mengatakan Iran dan negara di kawasan tersebut harus memahami bahwa AS berada di belakang Israel.

"Bagi siapapun mengganggu Israel, Amerika akan selalu membela (sekutunya)," ujar Obama, seperti dimuat BBC, Selasa (7/4/2015).

Presiden ke-44 AS tersebut mengatakan dirinya memahami kekhawatiran yang disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengecam keras kesepakatan nuklir Iran. Dalam kesepatakan itu, sanksi untuk Iran atas nuklir dicabut lantaran pihak Teheran diyakini mengembangkan uranium bukan untuk membuat senjata pemusnah massal.

Obama mengaku sikap Israel yang mengkhawatirkan ancaman Iran atas pengembangan nuklir merupakan hal yang wajar. Tapi dia kembali menekankan bahwa telah terjadi "miskomunikasi" antara dirinya dan pihak Israel serta kubu Partai Republik AS sebagai oposisi.

Lebih jauh Obama menegaskan, kesepakatan dengan Iran ini merupakan awal dari persetujuan secara keseluruhan yang dijadwalkan akan disepakati sebelum tanggal 30 Juni.

"Ini merupakan momen berharga sebagai langkah untuk mencegah penyebaran senjata nuklir di Timur Tengah," kata Obama.

Pada 31 Maret 2015 lalu,  negara yang tergabung dalam P5+1 -- Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Rusia, ditambah Jerman menggelar pertemuan dengan Iran di Hotel Beau-Rivage Palace.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan, yakni Iran diperbolehkan mengembangkan nuklir namun harus mengurangi kapasitas pengayaan uraniumnya. Dan negara Barat akan mengurangi sanksi internasional kepada Iran yang selama 12 tahun belakangan ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian negara tersebut.

Tuesday, March 31, 2015

Jet tempur Israel ikut membom Yaman bersam pasukan gabungan Arab

Sindonews - Pesawat jet tempur Israel telah mengambil bagian dalam serangan udara pada Kamis pekan lalu untuk memerang milisi Houthi di Yaman. Israel disebut-sebut ikut bergabung dalam koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi dalam agresi ke Yaman.


”Ini adalah untuk pertama kalinya bahwa Zionis sedang melakukan operasi bersama koalisi Arab,” tulis Sekretaris Jenderal Partai Al-Haq Yaman, Hassan Zayd di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Global Research, pada Minggu (29/3/2015).

Dia mencatat bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengeluarkan perintah langsung untuk Angkatan Udara Israel agar mengirim pesawat jet tempur untuk bergabung dengan koalisi Arab guna melakukan serangan udara di Yaman.

Israel sendir belum mengkonfirmasi laporan bahwa militer mereka ikut menyerang Yaman guna memerangi milisi Houthi.

Arab Saudi telah meluncurkan agresi militer bersama sembilan negara Teluk lainnya sejak Kamis pekan lalu. Puluhan orang dilaporkan tewas, termasuk sejumlah warga sipil.

Stasiun televisi Yaman, al-Massira, melaporkan bahwa pesawat tempur Angkatan Udara Saudi menargetkan warga sipil Yaman yang berbelanja di pasar. Beberapa negara Teluk yang bergabung dalam agresi militer di Yaman antara lain, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, Sudan dan sejumlah negara Teluka lainnya.

AS tidak ikut melakukan agresi di Yaman, namun Presiden Barack Obama, secara resmi memberikan dukungan untuk Saudi dalam agresi itu. Dukungan itu berupa penyediaan logistik dan data intelijen untuk operasi militer.

Monday, February 23, 2015

Netanyahu Ternyata 'Berbohong' Soal Bom Nuklir Iran



Viva - Berdasarkan dokumen rahasia Mossad, pernyataan Benjamin Netanyahu tentang kemampuan nuklir Iran ternyata berlawanan dengan badan intelijen Israel itu.

Dikutip dari laman dalam laporan The Guardian, Selasa 24 Februari 2015, disebutkan bahwa Perdana Menteri Israel itu membuat pernyataan pada pemimpin dunia di 2012, tentang nuklir Iran.


Netanyahu mengklaim bahwa Iran hanya butuh paling lama setahun, hingga dapat membuat sebuah bom nuklir. Tetapi, menurut dokumen-dokumen Mossad yang bocor, memperlihatkan bahwa dia berbohong.

Sebuah laporan rahasia yang dikeluarkan Mossad menyebutkan bahwa badan intelijen Israel itu menyimpulkan bahwa Iran tidak melakukan aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir.

Laporan Mossad itu mempertegas perbedaan, antara retorika yang dibuat para politisi Israel dengan fakta di lapangan, yang diperoleh oleh militer dan intelijen Israel.

Dokumen Mossad yang bocor itu muncul, seiring meningkatnya ketegangan antara Israel dan sekutunya Amerika Serikat, jelang rencana pidato Netanyahu di Kongres AS, pada 3 Maret 2015.

Gedung Putih khawatir retorika Netanyahu akan merusak negosiasi yang sedang berlangsung, antara Iran dan enam negara terkait program nuklir Iran, dengan batas waktu untuk menyepakati kerangka pembahasan pada akhir Maret.

Netanyahu bersumpah untuk menjegal sebuah kesepakatan, yang diklaimnya akan memberi Iran akses pada kemampuan membangun senjata nuklir.

Wednesday, February 18, 2015

Politisi AS: Benyamin Netanyahu adalah Bencana


Irib - Mantan Gubernur Negara Bagian Vermont, Amerika Serikat menyebut Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Israel sebagai bencana, dan keputusannya untuk berpidato di Kongres Amerika adalah langkah bodoh.

Fars News (19/2) mengutip surat kabar Israel, Haaretz melaporkan, Howard Dean, mantan Gubernur Vermont, Amerika yang juga Ketua Komisi Nasional Partai Demokrat, Rabu (18/2) memprotes rencana pidato Netanyahu di Kongres.


Ia menyatakan, “Inilah tindakan bodoh yang merusak hubungan Amerika dan Israel.”

Dean menyebut keputusan John Boehner, Ketua Parlemen Amerika mengundang Netanyahu ke Kongres adalah sebuah kesalahan. Namun di saat yang sama ia mengatakan bahwa kesalahan lebih besar dilakukan Netanyahu dengan menerima undangan tersebut.

Media-media Barat dan sejumlah pejabat Amerika sejak tahun lalu mengklaim adanya ketegangan dalam hubungan Washington-Tel Aviv terkait program nuklir Iran.

Beberapa pekan lalu undangan atas Netanyahu untuk berpidato di Kongres yang disampaikan tanpa koordinasi Gedung Putih telah memicu kontroversi di Amerika.