Dengan perang di Aleppo yang tidak kunjung usai, Rusia dikabarkan tengah menyiapkan serangan besar-besaran untuk mengakhirinya. Demikian laporan sejumlah media internasional.
Kantor berita The Daily Mail, dengan mengutip The Times, 31 Oktober lalu, melaporkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran ke Aleppo dengan melibatkan kapal induk satu-satunya yang dimiliki Rusia.
"Vladimir Putin akan melancarkan 'serangan militer penuh' ke Aleppo secepatnya dalam minggu ini," tulis laporan itu dengan mengklaim mendapatkan informasi itu dari kalangan inteligen yang terpercaya.
Serangan ini sengaja dilakukan pada saat Amerika melaksanakan pemilihan presiden, dimana diharapkan reaksi Amerika tidak akan terlalu signifikan.
Serangan dipastikan akan melibatkan satu-satunya kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov yang tengah dalam perjalanan menuju Laut Mediterania timur. Admiral dilengkapi dengan sejumlah besar pesawat tempur dan pembom yang dipastikan memberikan daya pukul yang lebih besar untuk membantu serangan.
"Kami perkirakan Rusia tengah dalam persiapan melancarkan serangan besar-besaran ke Aleppo," kata seorang sumber terpercaya The Times.
Veterans Today melaporkan bahwa tiga kapal selam, termasuk dua kapal selam bertenaga nuklir kelas Akula, telah bergabung dengan armada pimpinan Admiral Kuznetsov yang kini telah berada di lepas pantai Afrika Utara. Ketiga kapal selam tersebut dilengkapi dengan rudal jelajah Kalibr-N yang tengah 'naik daun' selama konflik di Suriah, karena keberhasilannya menghancurkan sasaran dari jarak jauh.
Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts
Friday, November 4, 2016
Presiden Bulgaria: Rusia Berusaha Membagi Eropa Tengah
Presiden Bulgaria memperingatkan bahwa Rusia sedang mencoba untuk membagi Eropa tengah dengan cara tak terduga dan berbahaya yang bisa memicu konfrontasi internasional. Rosen Plevneliev mengatakan bahwa aliansi Eropa barat sangat dibutuhkan untuk membuat barisan yang kuat guna menghadapi Kremlin.
"Permainan di Eropa saat ini tidak memiliki skala penuh dan menembak langsung musuh Anda, tetapi permainan yang dilakukan Putin membuat negara lain bergantung. Apa yang sedang Rusia capai pada hari ini adalah melemahkan Eropa, membagi Eropa, dan untuk membuat kita bergantung," katanya seperti dikutip dari Independent, Jumat (4/11/2016).
Ia juga percaya jika pejabat senior Kremlin mendorong hacker Fabcy Bears atau APT 28 untuk mengganggu pemilu lokal dan referendum mereka pada tahun lalu. Fabcy Bears atau APT 28 adalah hacker yang diduga menargetkan pemilu Amerika Serikat (AS), markas NATO, dan Bundestag Jerman.
"Saya menganggap itu merupakan serangan terhadap demokrasi Bulgaria. Serangan cyber tersebut yang paling berat dan intens yang telah dilakukan di Eropa tenggara," katanya.
Plevneliev, yang diselidiki oleh otoritas pajak pada 2014, juga mengatakan sangat sulit untuk berdiri ke Rusia tanpa Inggris di Uni Eropa. "Jika Brexit akan menjadi perceraian, kita harus tetap untuk sebaik mungkin dan berada dengan teman-teman terdekat," tambahnya, menyusul keputusan Pengadilan Tinggi untuk memblokir upaya Theresa May untuk memicu Brexit tanpa voting di parlemen.
Sebelumnya, Philip Hammond telah bersumpah untuk "menyerang balik" jika Inggris terkena serangan cyber sementara Vladimir Putin telah menolak tuduhan bahwa Rusia telah berusaha untuk mempengaruhi pemilu AS dan menyebutnya sebagai "histeria". - Sindo
"Permainan di Eropa saat ini tidak memiliki skala penuh dan menembak langsung musuh Anda, tetapi permainan yang dilakukan Putin membuat negara lain bergantung. Apa yang sedang Rusia capai pada hari ini adalah melemahkan Eropa, membagi Eropa, dan untuk membuat kita bergantung," katanya seperti dikutip dari Independent, Jumat (4/11/2016).
Ia juga percaya jika pejabat senior Kremlin mendorong hacker Fabcy Bears atau APT 28 untuk mengganggu pemilu lokal dan referendum mereka pada tahun lalu. Fabcy Bears atau APT 28 adalah hacker yang diduga menargetkan pemilu Amerika Serikat (AS), markas NATO, dan Bundestag Jerman.
"Saya menganggap itu merupakan serangan terhadap demokrasi Bulgaria. Serangan cyber tersebut yang paling berat dan intens yang telah dilakukan di Eropa tenggara," katanya.
Plevneliev, yang diselidiki oleh otoritas pajak pada 2014, juga mengatakan sangat sulit untuk berdiri ke Rusia tanpa Inggris di Uni Eropa. "Jika Brexit akan menjadi perceraian, kita harus tetap untuk sebaik mungkin dan berada dengan teman-teman terdekat," tambahnya, menyusul keputusan Pengadilan Tinggi untuk memblokir upaya Theresa May untuk memicu Brexit tanpa voting di parlemen.
Sebelumnya, Philip Hammond telah bersumpah untuk "menyerang balik" jika Inggris terkena serangan cyber sementara Vladimir Putin telah menolak tuduhan bahwa Rusia telah berusaha untuk mempengaruhi pemilu AS dan menyebutnya sebagai "histeria". - Sindo
Prancis Marah, Polandia Sebut Mesir Jual Kapal Perang Mistral ke Rusia
Pemerintah Prancis marah atas klaim Polandia yang menyebut Mesir sudah menjual kapal perang Mistral buatan Prancis kepada Rusia. Kapal Mistral semula dibangun Prancis untuk Angkatan Laut Rusia namun kontrak dibatalkan sepihak oleh Prancis atas tekanan NATO.
Kemarahan Paris pada Polandia disampaikan Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian. Semula, Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz mengklaim bahwa dua kapal Mistral Prancis yang dijual ke Mesir diam-diam dijual lagi kepada Rusia.
Klaim Menteri Polandia itu tidak disertai sumber informasi secara resmi. Namun, ada dugaan klaim yang disampaikan kepada para legislator Polandia itu berdasarkan posting dari media sosial yang beredar pada bulan lalu.
Rumor itu tidak pernah dikonfirmasi, meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa Mesir dan Rusia melakukan negosiasi kesepakatan soal penjualan peralatan tempur.
Klaim Macierewicz ini dibuat di tengah perseteruan antara Prancis dan Polandia. Perseteruan itu muncul setelah Polandia pada awal bulan lalu tiba-tiba membatalkan kontrak pembelian 50 helikopter Aribus Caracal Prancis dengan nilai kontrak lebih dari USD3,5 miliar.
Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengkritik Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz yang mengumbar rumor penjualan kapal perang Mistral oleh Mesir kepada Rusia setelah mengacaukan kesepakatan pembelian helikopter tempur Prancis.
“Kami cukup marah pada Polandia karena membatalkan kesepakatan untuk membeli helikopter Prancis. Ini adalah cara yang buruk untuk melakukan sesuatu,” kesal Le Drian seperti dikutip dari surat kabar Les Echos, Sabtu (5/11/2016).
Dia meyakinkan anggota parlemen Prancis bahwa kapal Mistral masih berada di Mesir. ”Situasi ini cukup tegang,” katanya.”Konfrontasi tidak akan mencegah Prancis dari memenuhi kewajibannya kepada Polandia,” katanya lagi. - Sindo
Kemarahan Paris pada Polandia disampaikan Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian. Semula, Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz mengklaim bahwa dua kapal Mistral Prancis yang dijual ke Mesir diam-diam dijual lagi kepada Rusia.
Klaim Menteri Polandia itu tidak disertai sumber informasi secara resmi. Namun, ada dugaan klaim yang disampaikan kepada para legislator Polandia itu berdasarkan posting dari media sosial yang beredar pada bulan lalu.
Rumor itu tidak pernah dikonfirmasi, meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa Mesir dan Rusia melakukan negosiasi kesepakatan soal penjualan peralatan tempur.
Klaim Macierewicz ini dibuat di tengah perseteruan antara Prancis dan Polandia. Perseteruan itu muncul setelah Polandia pada awal bulan lalu tiba-tiba membatalkan kontrak pembelian 50 helikopter Aribus Caracal Prancis dengan nilai kontrak lebih dari USD3,5 miliar.
Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengkritik Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz yang mengumbar rumor penjualan kapal perang Mistral oleh Mesir kepada Rusia setelah mengacaukan kesepakatan pembelian helikopter tempur Prancis.
“Kami cukup marah pada Polandia karena membatalkan kesepakatan untuk membeli helikopter Prancis. Ini adalah cara yang buruk untuk melakukan sesuatu,” kesal Le Drian seperti dikutip dari surat kabar Les Echos, Sabtu (5/11/2016).
Dia meyakinkan anggota parlemen Prancis bahwa kapal Mistral masih berada di Mesir. ”Situasi ini cukup tegang,” katanya.”Konfrontasi tidak akan mencegah Prancis dari memenuhi kewajibannya kepada Polandia,” katanya lagi. - Sindo
Monday, October 24, 2016
Rudal "Setan 2" Rusia yang Bisa Hancurkan Area Seukuran Texas
Rusia memperkenalkan senjata nuklir pembunuh baru yang dikenal dengan nama rudal RS-28 Sarmat atau dikenal sebagai rudal “Setan 2”. Senjata nuklir baru Rusia yang menakut-nakuti Barat ini diklaim bisa menghancurkan area seukuran Texas, Amerika Serikat (AS) maupun Prancis hanya dengan serangan tunggal.
Klaim itu dilaporkan media Inggris, Daily Mirror, dalam laporan yang mengutip ahli senjata militer, Senin (24/10/2016) malam.
Pemerintah Presiden Vladimir Putin hendak mempekenalkan rudal “Setan 2” ini untuk menggantikan rudal “SS-18 Satan” atau dikenal sebagai rudal “Setan 1”. Senjata super-nuklir Rusia ini akan jadi penghuni baru gudang senjata nuklir Topol.
Gambar senjata berbahaya Rusia tersebut telah dipublikasikan secara online oleh Makeyev Rocket Design Bureau. Dalam gambar itu, rudal “Setan 2” atau “Satan 2” dikemas dengan 16 hulu ledak nuklir.
Kenalkan Rudal Setan 2 Rusia yang Bisa Hancurkan Area Seukuran Texas
Senjata itu rencananya akan diluncurkan ke publik pada 2018. Rudal “Setan 2” diklaim akan membuat bom atom AS yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki terlihat seperti “popguns”.
Dalam publikasi gambar rudal “Setan 2” secara online, ada pesan tertulis yang sisipkan di samping gambar. ”Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Rusia ‘On the State Defense Order for 2010 and the planning period 2012-2013’ Makeyev Rocket Design Bureau diperintahkan untuk memulai desain dan pengembangan pada Sarmat,” bunyi pesan itu.
”Pada bulan Juni 2011, Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak negara untuk pembangunan (rudal) Sarmat ini,” lanjut pesan itu.
”Para calon sistem rudal strategis yang sedang dikembangkan untuk menciptakan penangkal nuklir terjamin dan efektif untuk pasukan strategis Rusia,” imbuh pesan dari Makeyev Rocket Design Bureau.
Peluncuran gambar rudal berbahaya Rusia ini terjadi di saat ketegangan antara Moskow dan Washington sedang memanas. Sejumlah pihak, termasuk mantan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia bahkan menyebut Rusia dan AS sudah memasuki era Perang Dingin baru. - Sindo
Klaim itu dilaporkan media Inggris, Daily Mirror, dalam laporan yang mengutip ahli senjata militer, Senin (24/10/2016) malam.
Pemerintah Presiden Vladimir Putin hendak mempekenalkan rudal “Setan 2” ini untuk menggantikan rudal “SS-18 Satan” atau dikenal sebagai rudal “Setan 1”. Senjata super-nuklir Rusia ini akan jadi penghuni baru gudang senjata nuklir Topol.
Gambar senjata berbahaya Rusia tersebut telah dipublikasikan secara online oleh Makeyev Rocket Design Bureau. Dalam gambar itu, rudal “Setan 2” atau “Satan 2” dikemas dengan 16 hulu ledak nuklir.
Kenalkan Rudal Setan 2 Rusia yang Bisa Hancurkan Area Seukuran Texas
Senjata itu rencananya akan diluncurkan ke publik pada 2018. Rudal “Setan 2” diklaim akan membuat bom atom AS yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki terlihat seperti “popguns”.
Dalam publikasi gambar rudal “Setan 2” secara online, ada pesan tertulis yang sisipkan di samping gambar. ”Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Rusia ‘On the State Defense Order for 2010 and the planning period 2012-2013’ Makeyev Rocket Design Bureau diperintahkan untuk memulai desain dan pengembangan pada Sarmat,” bunyi pesan itu.
”Pada bulan Juni 2011, Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak negara untuk pembangunan (rudal) Sarmat ini,” lanjut pesan itu.
”Para calon sistem rudal strategis yang sedang dikembangkan untuk menciptakan penangkal nuklir terjamin dan efektif untuk pasukan strategis Rusia,” imbuh pesan dari Makeyev Rocket Design Bureau.
Peluncuran gambar rudal berbahaya Rusia ini terjadi di saat ketegangan antara Moskow dan Washington sedang memanas. Sejumlah pihak, termasuk mantan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia bahkan menyebut Rusia dan AS sudah memasuki era Perang Dingin baru. - Sindo
Saturday, October 22, 2016
Jenderal Inggris: Perang Nuklir NATO vs Rusia Bisa Terjadi dalam Waktu Setahun
Mantan wakil komandan tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Sir Richard Shirreff dari Inggris, mengatakan bahwa cerita yang ia kisahkan dalam buku fiksinya tentang sebuah perang nuklir melawan Rusia pada tahun 2017, didasarkan pada sebuah skenario yang “sama sekali tidak mustahil”.
Jenderal Shirreff merupakan wakil komandan tertinggi aliansi militer barat NATO dari tahun 2011 hingga 2014. Ia menuturkan bahwa pengalamannya di NATO dalam mengadakan latihan-latihan perang yang didasarkan pada konflik-konflik yang mungkin terjadi di masa depan membantunya dalam menyusun cerita dalam bukunya.
Dalam skenario Shirreff, tahun depan Rusia akan menduduki Ukraina untuk mendapatkan akses darat ke Crimea, lalu akan menyerang 3 negara Eropa Timur yang merupakan anggota NATO. Menurut Shirreff, Rusia akan menganggap NATO lemah, selain terdorong oleh persepsi Rusia bahwa NATO berupaya untuk mengepung mereka.
“Kita harus menilai Presiden Putin berdararkan perbuatannya, bukan kata-katanya”, ujar pensiunan jenderal itu pada BBC.
“Dia telah menyerang Georgia, dia telah menyerang Crimea, dia telah menyerang Ukraina. Dia menggunakan kekerasan dan tetap lolos,” lanjutnya.
Penuturan Shirreff itu dibantah oleh Russia Today (RT), yang menjelaskan bahwa serangan Rusia ke Georgia pada tahun 2008 silam merupakan respon Rusia atas agresi Georgia terhadap wilayah Ossetia Selatan yang diawali pembunuhan terhadap beberapa tentara penjaga kedamaian dari Rusia yang ditempatkan di wilayah berkonflik itu. Pasukan Rusia lalu berhasil mengalahkan tentara Georgia yang dilatih oleh NATO dan kemudian menarik diri dari Ossetia Selatan yang kemudian diumumkan oleh Moskow sebagai negara merdeka setelah melepaskan diri dari Georgia.
Berkenaan dengan “agresi milter Rusia ke Ukraina” pada tahun 2014 lalu, RT menjelaskan bahwa Rusia mengerahkan tentaranya yang berada di pangkalan militer di Crimea secara legal setelah terjadinya sebuah kudeta bersenjata di ibukota Ukraina, Kiev. Dalam sebuah referendum, rakyat Crimea memilih untuk kembali bergabung dengan Rusia dan berpisah dari Ukraina.
Dalam kesepakatan NATO, seandainya salah satu anggota NATO menghadapi serangan militer, maka seluruh anggota NATO harus ikut serta membela anggotanya itu. Diantara anggota NATO yang memiliki militer yang kuat adalah Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Menurut Shirreff, Rusia akan mengerahkan senjata nuklirnya untuk menghadapi respon NATO. Menurutnya, “penggunaan senjata nuklir oleh Rusia merupakan bagian inti dari strategi militer mereka.”
Hal tersebut tampak mengabaikan fakta bahwa tiga negara NATO juga merupakan pemilik persenjataan nuklir dan masih membuka kemungkinan penggunaannya dalam sebuah konflik militer. Selain itu, hanya satu negara di dunia yang pernah menggunakan bom nuklir dalam konflik militer, yaitu Amerika Serikat, yang menjatuhkan 2 bom nuklir di Jepang terhadap target sipil di penghujung Perang Dunia Kedua. Kedua bom atom itu yang dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki membunuh setidaknya 129,000 rakyat sipil.
“Semangat” penghancuran target sipil juga tercerminkan dalam sebuah film produksi media resmi Inggris BBC, yang menggambarkan sebuah konflik antara Rusia dan anggota NATO, dimana digambarkan penasehat-penasehat militer mempertimbangkan untuk menghancurkan kota-kota besar di Rusia menggunakan rudal Trident.
Jenderal Shirreff merupakan wakil komandan tertinggi aliansi militer barat NATO dari tahun 2011 hingga 2014. Ia menuturkan bahwa pengalamannya di NATO dalam mengadakan latihan-latihan perang yang didasarkan pada konflik-konflik yang mungkin terjadi di masa depan membantunya dalam menyusun cerita dalam bukunya.
Baca juga : 4 Sinyal Rusia Siap Perang Nuklir
Dalam skenario Shirreff, tahun depan Rusia akan menduduki Ukraina untuk mendapatkan akses darat ke Crimea, lalu akan menyerang 3 negara Eropa Timur yang merupakan anggota NATO. Menurut Shirreff, Rusia akan menganggap NATO lemah, selain terdorong oleh persepsi Rusia bahwa NATO berupaya untuk mengepung mereka.
“Kita harus menilai Presiden Putin berdararkan perbuatannya, bukan kata-katanya”, ujar pensiunan jenderal itu pada BBC.
“Dia telah menyerang Georgia, dia telah menyerang Crimea, dia telah menyerang Ukraina. Dia menggunakan kekerasan dan tetap lolos,” lanjutnya.
Baca juga : 3 Cara Selamat Saat Perang Nuklir, Perang Dunia 3 Terjadi
Penuturan Shirreff itu dibantah oleh Russia Today (RT), yang menjelaskan bahwa serangan Rusia ke Georgia pada tahun 2008 silam merupakan respon Rusia atas agresi Georgia terhadap wilayah Ossetia Selatan yang diawali pembunuhan terhadap beberapa tentara penjaga kedamaian dari Rusia yang ditempatkan di wilayah berkonflik itu. Pasukan Rusia lalu berhasil mengalahkan tentara Georgia yang dilatih oleh NATO dan kemudian menarik diri dari Ossetia Selatan yang kemudian diumumkan oleh Moskow sebagai negara merdeka setelah melepaskan diri dari Georgia.
Berkenaan dengan “agresi milter Rusia ke Ukraina” pada tahun 2014 lalu, RT menjelaskan bahwa Rusia mengerahkan tentaranya yang berada di pangkalan militer di Crimea secara legal setelah terjadinya sebuah kudeta bersenjata di ibukota Ukraina, Kiev. Dalam sebuah referendum, rakyat Crimea memilih untuk kembali bergabung dengan Rusia dan berpisah dari Ukraina.
Dalam kesepakatan NATO, seandainya salah satu anggota NATO menghadapi serangan militer, maka seluruh anggota NATO harus ikut serta membela anggotanya itu. Diantara anggota NATO yang memiliki militer yang kuat adalah Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Menurut Shirreff, Rusia akan mengerahkan senjata nuklirnya untuk menghadapi respon NATO. Menurutnya, “penggunaan senjata nuklir oleh Rusia merupakan bagian inti dari strategi militer mereka.”
Hal tersebut tampak mengabaikan fakta bahwa tiga negara NATO juga merupakan pemilik persenjataan nuklir dan masih membuka kemungkinan penggunaannya dalam sebuah konflik militer. Selain itu, hanya satu negara di dunia yang pernah menggunakan bom nuklir dalam konflik militer, yaitu Amerika Serikat, yang menjatuhkan 2 bom nuklir di Jepang terhadap target sipil di penghujung Perang Dunia Kedua. Kedua bom atom itu yang dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki membunuh setidaknya 129,000 rakyat sipil.
“Semangat” penghancuran target sipil juga tercerminkan dalam sebuah film produksi media resmi Inggris BBC, yang menggambarkan sebuah konflik antara Rusia dan anggota NATO, dimana digambarkan penasehat-penasehat militer mempertimbangkan untuk menghancurkan kota-kota besar di Rusia menggunakan rudal Trident.
3 Cara Selamat Saat Perang Nuklir, Perang Dunia 3 Terjadi
Manusia telah lolos dari dua pertempuran global: Perang Dunia I dan Perang Dunia II - yang ditutup dengan tragedi mengerikan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
Penduduk Bumi juga sudah melalui periode Perang Dingin, ketika dua kekuatan adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling bersitegang satu sama lain, dengan Blok Barat dan Blok Timur-nya, selama 1947-1991.
Saat ini, horor kembali membayangi. Situasi di Suriah, Irak, juga Semenanjung Korea memicu dugaan perang dalam skala global bisa jadi terjadi. Turki bahkan memprediksi bahwa perebutan kota Mosul dari ISIS, jika berlanjut sampai Suriah, berpotensi jadi cikal bakal Perang Dunia III.
Sejumlah perkembangan dunia juga mengarah ke kondisi mengkhawatirkan: panggilan pulang Presiden Rusia Vladimir Putin kepada warganya di seluruh dunia, juga peremajaan persenjataan nuklir AS demi mengimbangi kekuatan Rusia -- yang baru saja menguji coba rudal nuklir awal pekan lalu lalu.
Terkait dengan 'sinyal-sinyal Perang Dunia III' itu, rupanya sudah diprediksi oleh para penggemar teori konspirasi. Menurut mereka, perang nuklir akan terjadi pada masa mendatang -- jadi yang terparah sejak bom atom dijatuhkan di Hiroshima pada Agustus 1945.
Kala itu, saat AS dan Uni Soviat Perang Dingin, tujuh negara lainnya membangun kekuatan nuklir: Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel dan Korea Utara.
Menurut Federation of American Scientists, ada 15.350 hulu nuklir di dunia ini pada 2016. Dari angka itu, 90 persennya milik AS dan Rusia.
Sementara, mereka yang optimistis berpendapat, perang dunia tak akan terjadi. Baik AS, Rusia, maupun China masih memiliki saluran diplomatik yang bisa diandalkan untuk mencapai kesepakatan. Berbeda dengan sebelumnya, ada 'kekuatan lain' yang juga mempengaruhi persepsi penduduk Bumi: internet.
Namun, kalau pun benar Perang Dunia III yang diwarnai adu senjata nuklir bakal terjadi, masih ada peluang untuk selamat. Ada sejumlah trik yang memaksimalkan kesempatan manusia untuk bisa tetap hidup. Apa saja?
Berikut 3 tipsnya, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (18/10/2016).
Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Argentina memiliki temperatur yang tepat untuk menanam jenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk bahan pangan. Dan mereka bukanlah target penyerangan.
Jika Anda warga Australia atau memutuskan untuk menjadi salah satu penduduknya, tempat terbaik di Benua Kanguru adalah Alice Spring. Lokasi itu dekat dengan fasilitas rahasia AS, di Pine Gap.
Menurut tulisan fiksi buku berjudul On The Beach yang ditulis Nevil Shute, Melbourne juga menjadi tempat aman. Jika benar perang nuklir pecah di Bumi bagian utara, ibukota negara bagian Victoria itu menjadi tempat terakhir radiasi menyebar.
Dan jika perang menyebar tanpa terkendali, pergilah ke Antarika. Di sana memang dingin, namun dengan bekal yang cukup serta shelter atau perlindungan, Anda bisa bertahan hidup selama beberapa bulan.

Pemerintah AS telah mengeluarkan selebaran pada 2010 yang menyatakan siapapun warga yang berada di ground zero atau lokasi pertempuran nuklir bisa jadi tak punya kesempatan untuk selamat.
Jika kebetulan Anda berada beberapa kilometer dari lokasi ledakan nuklir, sinar terang yang terlihat bisa berarti tanda keberadaan gelombang kejut radiasi yang akan membunuh Anda dalam waktu cepat.
Seandainya Anda berada dalam kondisi itu, buka mulut Anda sehingga gendang telinga tak pecah. Mulailah berlari karena Anda masih memiliki peluang 10 hingga 15 menit untuk menyelamatkan diri dari radiasi.
Salah satu contoh bunker Nazi Jerman semasa Perang Dunia II. Bunker yang satu ini merupakan markas Pasukan Darat Jerman (OKH) di desa Mamerki, kawasan Masuria, Polandia. (Sumber Tomasz Waszczuk)
Jika Anda tahu di mana ada bunker, segera ke situ secepatnya. Tapi menurut para peneliti ada kemungkinan tempat seperti itu belum tentu aman.

"Kita punya lebih dari senjata nuklir yang mampu menghancurkan dunia ini berkali-kali," kata Hillary Clinton pada tahun 2010 kala ia masih menjabat menjadi Menlu AS.
Namun, tak ada yang tahu apa arti dari 'menghapuskan kehidupan' atau menghancurkan Bumi. Namun, para ilmuan memprediksi, tak hanya kehancuran dan radiasi yang mengancam, asap besar yang muncul ledakan atomik mampu menutupi pancaran sinar matahari.
Akibatnya, akan terjadi perubahan cuaca mendadak yang terjadi selama beberapa waktu atau dikenal dengan musim dingin nuklir. Satu-satunya cara untuk selamat dari bencana itu adalah tinggal di bawah tanah. Sejumlah miliarder telah membangun bunker dengan segala kecanggihanya. Namun, efektivitasnya perlu dipertimbangkan
Sebegai contoh, Bikini Atol masih belum bisa ditinggali hingga 60 tahun setelah bom atom AS diujicobakan. Mungkin pembuat bunker perlu benar-benar menyusun strategi lebih mendalam lagi-- untuk memastikan tempat perlindungan itu bisa berfungsi semestinya. - Liputan6
Penduduk Bumi juga sudah melalui periode Perang Dingin, ketika dua kekuatan adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling bersitegang satu sama lain, dengan Blok Barat dan Blok Timur-nya, selama 1947-1991.
Saat ini, horor kembali membayangi. Situasi di Suriah, Irak, juga Semenanjung Korea memicu dugaan perang dalam skala global bisa jadi terjadi. Turki bahkan memprediksi bahwa perebutan kota Mosul dari ISIS, jika berlanjut sampai Suriah, berpotensi jadi cikal bakal Perang Dunia III.
Sejumlah perkembangan dunia juga mengarah ke kondisi mengkhawatirkan: panggilan pulang Presiden Rusia Vladimir Putin kepada warganya di seluruh dunia, juga peremajaan persenjataan nuklir AS demi mengimbangi kekuatan Rusia -- yang baru saja menguji coba rudal nuklir awal pekan lalu lalu.
Terkait dengan 'sinyal-sinyal Perang Dunia III' itu, rupanya sudah diprediksi oleh para penggemar teori konspirasi. Menurut mereka, perang nuklir akan terjadi pada masa mendatang -- jadi yang terparah sejak bom atom dijatuhkan di Hiroshima pada Agustus 1945.
Kala itu, saat AS dan Uni Soviat Perang Dingin, tujuh negara lainnya membangun kekuatan nuklir: Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel dan Korea Utara.
Menurut Federation of American Scientists, ada 15.350 hulu nuklir di dunia ini pada 2016. Dari angka itu, 90 persennya milik AS dan Rusia.
Sementara, mereka yang optimistis berpendapat, perang dunia tak akan terjadi. Baik AS, Rusia, maupun China masih memiliki saluran diplomatik yang bisa diandalkan untuk mencapai kesepakatan. Berbeda dengan sebelumnya, ada 'kekuatan lain' yang juga mempengaruhi persepsi penduduk Bumi: internet.
Namun, kalau pun benar Perang Dunia III yang diwarnai adu senjata nuklir bakal terjadi, masih ada peluang untuk selamat. Ada sejumlah trik yang memaksimalkan kesempatan manusia untuk bisa tetap hidup. Apa saja?
Berikut 3 tipsnya, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (18/10/2016).
1. Lokasi Teraman
Karena kekuatan nuklir paling banyak dimiliki negara-negara di Belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere), maka tetap lah berada di bagian selatan ekuator (khatulistiwa).Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Argentina memiliki temperatur yang tepat untuk menanam jenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk bahan pangan. Dan mereka bukanlah target penyerangan.
Jika Anda warga Australia atau memutuskan untuk menjadi salah satu penduduknya, tempat terbaik di Benua Kanguru adalah Alice Spring. Lokasi itu dekat dengan fasilitas rahasia AS, di Pine Gap.
Menurut tulisan fiksi buku berjudul On The Beach yang ditulis Nevil Shute, Melbourne juga menjadi tempat aman. Jika benar perang nuklir pecah di Bumi bagian utara, ibukota negara bagian Victoria itu menjadi tempat terakhir radiasi menyebar.
Dan jika perang menyebar tanpa terkendali, pergilah ke Antarika. Di sana memang dingin, namun dengan bekal yang cukup serta shelter atau perlindungan, Anda bisa bertahan hidup selama beberapa bulan.
2. Bunker

Pemerintah AS telah mengeluarkan selebaran pada 2010 yang menyatakan siapapun warga yang berada di ground zero atau lokasi pertempuran nuklir bisa jadi tak punya kesempatan untuk selamat.
Jika kebetulan Anda berada beberapa kilometer dari lokasi ledakan nuklir, sinar terang yang terlihat bisa berarti tanda keberadaan gelombang kejut radiasi yang akan membunuh Anda dalam waktu cepat.
Seandainya Anda berada dalam kondisi itu, buka mulut Anda sehingga gendang telinga tak pecah. Mulailah berlari karena Anda masih memiliki peluang 10 hingga 15 menit untuk menyelamatkan diri dari radiasi.
Salah satu contoh bunker Nazi Jerman semasa Perang Dunia II. Bunker yang satu ini merupakan markas Pasukan Darat Jerman (OKH) di desa Mamerki, kawasan Masuria, Polandia. (Sumber Tomasz Waszczuk)
Jika Anda tahu di mana ada bunker, segera ke situ secepatnya. Tapi menurut para peneliti ada kemungkinan tempat seperti itu belum tentu aman.
3. Berlindung di Bawah Tanah

"Kita punya lebih dari senjata nuklir yang mampu menghancurkan dunia ini berkali-kali," kata Hillary Clinton pada tahun 2010 kala ia masih menjabat menjadi Menlu AS.
Namun, tak ada yang tahu apa arti dari 'menghapuskan kehidupan' atau menghancurkan Bumi. Namun, para ilmuan memprediksi, tak hanya kehancuran dan radiasi yang mengancam, asap besar yang muncul ledakan atomik mampu menutupi pancaran sinar matahari.
Akibatnya, akan terjadi perubahan cuaca mendadak yang terjadi selama beberapa waktu atau dikenal dengan musim dingin nuklir. Satu-satunya cara untuk selamat dari bencana itu adalah tinggal di bawah tanah. Sejumlah miliarder telah membangun bunker dengan segala kecanggihanya. Namun, efektivitasnya perlu dipertimbangkan
Sebegai contoh, Bikini Atol masih belum bisa ditinggali hingga 60 tahun setelah bom atom AS diujicobakan. Mungkin pembuat bunker perlu benar-benar menyusun strategi lebih mendalam lagi-- untuk memastikan tempat perlindungan itu bisa berfungsi semestinya. - Liputan6
4 Sinyal Rusia Siap Perang Nuklir
Ketegangan politik yang saat ini terjadi antara Amerika Serikat dengan Rusia membuat sejumlah orang khawatir akan pecahnya Perang Dunia III.
Hubungan dua negara superpower itu saat ini berada di titik paling rendah sejak Perang Dingin, menyusul pertentangan sikap antara pihak Gedung Putih dan Kremlin soal konflik Suriah.
Beberapa pihak menilai, sejumlah aktivitas yang terjadi di Rusia akhir-akhir ini menunjukkan bahwa negara tersebut telah memberikan sinyal sedang bersiap-siap untuk perang.
Sejumlah kabar dan spekulasi pun membuat orang-orang khawatir akan ketegangan dua negara itu. Dikutip dari Washington Post, Minggu (16/10/2016) berikut empat kabar tentang yang dinilai sebagai persiapan perang Rusia serta analisis dan konfirmasi sejumlah pihak.
Sebuah poster yang terdapat di kota tetangga Moskow meminta para penduduknya menyumbang 500 rubel atau sekitar Rp 103 ribu untuk membangun sebuah penampungan bom baru. Menurut poster tersebut, Rusia diperkirakan akan mendapat serangan nuklir dari Amerika Serikat dan negara satelitnya.
Namun poster tersebut belum diketahui kebenarannya. Banyak orang menyebut hal itu sebagai hoax yang mungkin bertujuan untuk menipu pensiunan.
Gubernur St. Petersburg Rusia disebut-sebut telah menyetujui rencana untuk memastikan ransum roti seberat 300 gram selama 20 hari untuk masing-masing 5 juta warga kota.
Namun hal tersebut dianggap tak lebih dari sebuah aksi publisitas. Komentator Rusia segera menangkap 'gema' dari Perang Dunia II ketika tentara Jerman menduduki sebuah kota--sekarang bernama Leningrad-- selama 900 hari.
"Itu dua kali lebih banyak dari jumlah ransum saat pengepungan Leningrad," ujar analis militer, Alexander Golts di Yezhednevny Zhurnal.
Menurut sejumlah kabar, Pemerintah Rusia menyetujui amandemen undang-undang yang memungkinkan untuk menambah tentara dengan menandatangani cadangan dan veteran selama enam bulan kontrak berbayar.
Namun menurut Golts, hal tersebut tak serta merta menandakan bahwa Rusia bersiap untuk perang. Ia mengatakan, peraturan tersebut hanya terjadi dalam keadaan luar biasa, seperti menanggapi bencana alam atau gangguan dalam negeri.
Tapi dalam hal memelihara atau memulihkan perdamaian dan keamanan, bisa diartikan bahwa mereka melakukannya di suatu tempat di luar Rusia.
"Kemungkinan tidak dapat dikesampingkan bahwa Moskow sedang memikirkan operasi darat besar di Suriah," ujar Golts.
Rusia telah memindahkan misil berkemampuan nuklir ke Kaliningrad, wilayah yang berbatasan dengan negara-negara Baltik. Kabar tersebut sontak membuat sejumlah komentator khawatir akan terjadi perang nuklir.
Namun Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, salah satu misilnya dengan sengaja terpapar satelit mata-mata AS dan bahwa penyebarannya merupakan bagian dari pelatihan reguler.
Menteri Luar Negeri Lithuania, di mana negaranya berbatasan dengan Kaliningrad, menggambarkan langkah itu sebagai taktik negosiasi, meskipun bukan salah satu yang menyenangkan. - Liputan6
Hubungan dua negara superpower itu saat ini berada di titik paling rendah sejak Perang Dingin, menyusul pertentangan sikap antara pihak Gedung Putih dan Kremlin soal konflik Suriah.
Beberapa pihak menilai, sejumlah aktivitas yang terjadi di Rusia akhir-akhir ini menunjukkan bahwa negara tersebut telah memberikan sinyal sedang bersiap-siap untuk perang.
Sejumlah kabar dan spekulasi pun membuat orang-orang khawatir akan ketegangan dua negara itu. Dikutip dari Washington Post, Minggu (16/10/2016) berikut empat kabar tentang yang dinilai sebagai persiapan perang Rusia serta analisis dan konfirmasi sejumlah pihak.
1. Tempat Penampungan Bom Baru
Sebuah poster yang terdapat di kota tetangga Moskow meminta para penduduknya menyumbang 500 rubel atau sekitar Rp 103 ribu untuk membangun sebuah penampungan bom baru. Menurut poster tersebut, Rusia diperkirakan akan mendapat serangan nuklir dari Amerika Serikat dan negara satelitnya.
Namun poster tersebut belum diketahui kebenarannya. Banyak orang menyebut hal itu sebagai hoax yang mungkin bertujuan untuk menipu pensiunan.
Baca juga : 3 Sinyal Perang Nuklir akan Segera Dimulai
2. Jatah Roti Darurat
Gubernur St. Petersburg Rusia disebut-sebut telah menyetujui rencana untuk memastikan ransum roti seberat 300 gram selama 20 hari untuk masing-masing 5 juta warga kota.
Namun hal tersebut dianggap tak lebih dari sebuah aksi publisitas. Komentator Rusia segera menangkap 'gema' dari Perang Dunia II ketika tentara Jerman menduduki sebuah kota--sekarang bernama Leningrad-- selama 900 hari.
"Itu dua kali lebih banyak dari jumlah ransum saat pengepungan Leningrad," ujar analis militer, Alexander Golts di Yezhednevny Zhurnal.
3. Merekrut Tentara Baru
Menurut sejumlah kabar, Pemerintah Rusia menyetujui amandemen undang-undang yang memungkinkan untuk menambah tentara dengan menandatangani cadangan dan veteran selama enam bulan kontrak berbayar.
Namun menurut Golts, hal tersebut tak serta merta menandakan bahwa Rusia bersiap untuk perang. Ia mengatakan, peraturan tersebut hanya terjadi dalam keadaan luar biasa, seperti menanggapi bencana alam atau gangguan dalam negeri.
Tapi dalam hal memelihara atau memulihkan perdamaian dan keamanan, bisa diartikan bahwa mereka melakukannya di suatu tempat di luar Rusia.
"Kemungkinan tidak dapat dikesampingkan bahwa Moskow sedang memikirkan operasi darat besar di Suriah," ujar Golts.
4. Pergerakan Misil
Rusia telah memindahkan misil berkemampuan nuklir ke Kaliningrad, wilayah yang berbatasan dengan negara-negara Baltik. Kabar tersebut sontak membuat sejumlah komentator khawatir akan terjadi perang nuklir.
Namun Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, salah satu misilnya dengan sengaja terpapar satelit mata-mata AS dan bahwa penyebarannya merupakan bagian dari pelatihan reguler.
Menteri Luar Negeri Lithuania, di mana negaranya berbatasan dengan Kaliningrad, menggambarkan langkah itu sebagai taktik negosiasi, meskipun bukan salah satu yang menyenangkan. - Liputan6
3 Sinyal Perang Nuklir akan Segera Dimulai
Situasi terkini dunia mengingatkan banyak orang pada Perang Dingin (1947-1991), periode ketegangan politik dan militer antara Barat atau Amerika Serikat serta sekutunya, melawan Komunis yang dipimpin oleh Uni Soviet bersama negara-negara satelitnya.
Hubungan Negeri Paman Sam dan Rusia saat ini berada di titik paling rendah sejak Perang Dingin, menyusul pertentangan sikap antara pihak Gedung Putih dan Kremlin soal konflik Suriah.
AS mendukung pihak pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintah. Di sisi lain, Rusia adalah sekutu terkuat Presiden Bashar al-Assad.
AS juga menuding Rusia melancarkan peretasan email sejumlah tokoh AS salah satunya, capres Partai Demokrat, Hillary Clinton - sebagai upaya mengintervensi.
Rusia telah membantah tuduhan ini. Mereka justru balik menuding AS lah yang telah melakukan peretasan.
Sementara itu Rusia juga dilaporkan telah menangguhkan serangkaian pakta nuklir termasuk kesepakatan kerjasama simbolik untuk memangkas stok plutonium--bahan pembuatan senjata nuklir.
Kedua pemimpin, Barack Obama dan Vladimir Putin berkali-kali menggelar pertemuan tak resmi di tiap acara konferensi. Namun, tak satupun menghasilkan kata sepakat.
Di tengah konflik antarnegara 'superpower', ketegangan di sejumlah titik panas di sejumlah lokasi dunia, serangan teroris, dan sejumlah persoalkan lain -- sejumlah orang khawatir, Perang Dunia III bakal kembali terjadi.
Berikut 3 'sinyal' yang dianggap menandakan Perang Dunia III bisa saja terjadi, setidaknya pada masa depan:
Sejumlah politisi dan tokoh tingkat tinggi Negeri Beruang Merah itu mengklaim telah menerima peringatan dari Presiden Vladimir Putin untuk membawa orang-orang yang mereka cintai kembali pulang ke Rusia.
Imbauan itu muncul setelah Putin membatalkan rencana kunjungannya ke Prancis menyusul 'kemarahan' yang muncul atas keterlibatan Moskow dalam perang Suriah.
Ternyata, pernyataan serupa tak hanya disampaikan Putin, namun juga mantan pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev. Ia memperingatkan bahwa dunia tengah berada dalam 'titik berbahaya' seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan AS.
Menurut situs Rusia, Znak.com, seluruh staf administrasi, kepala daerah, anggota parlemen dari semua tingkatan dan karyawan perusahaan publik telah diperintahkan untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah asing sesegera mungkin.
Jika gagal untuk melaksanakan perintah maka peluang mereka untuk mendapat promosi jabatan akan terancam. Demikian media lokal melaporkan.
Kendati demikian alasan pasti di balik imbauan pemerintah Rusia itu disebut belum sepenuhnya jelas. Namun perang sebagai indikator utama tak bisa dipungkiri.
"Ini semua adalah bagian dari langkah-langkah untuk mempersiapkan elite dalam menghadapi "perang besar"," ujar Analis Politik Rusia, Stanislav Belkovsky kepada Daily Star seperti dilansir Daily Mail.
Rudal Iskander dikirim ke Kaliningrad, kawasan yang merupakan kantong Rusia di Laut Baltik--terletak di antara negara-negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania.
Pejabat Polandia mendeskripsikan langkah ini sebagai salah satu 'isu penting'.
Negeri Beruang Merah juga baru saja meluncurkan misil barunya, Topol, yang diklaim sebagai yang tercepat sedunia.
Rusia meluncurkan misil itu dari kapal selam di Laut Barents pada Rabu 12 Oktober lalu. Peluncuran ini dilakukan setelah beberapa kali uji coba balistik dilakukan.
Hal tersebut disinyalir sebagai kesiapan Moskow menghadapi konflik internasional di masa depan. Demikian seperti dikutip dari Australian Network News, pada Jumat (14/10/2016).
Pada hari peluncuran, secara bersamaan militer Rusia juga menembakkan misil lainnya dari sebuah pulau di utara Rusia. Dan setelah itu, misil ketiga berupa roket nuklir diluncurkan dari kapal selam di utara laut Jepang.
Rusia juga disinyalir berniat membangkitkan lagi pangkalan militer era Soviet di Mesir, Kuba, dan Vietnam.
Sementara, pada Awal Oktober 2016, AS mengumumkan akan memperbarui sistem misil nuklirnya. Untuk bersiap menghadapi 'serangan' dari Moskow.
Menteri Pertahanan AS, Ash Carter juga telah meminta negara-negara NATO untuk memperbarui senjata nuklir mereka.
Kantor berita Prancis yang dikutip Morning Ledger melaporkan, AS berencana memperbaharui lebih dari 400 misil balistiknya. Termasuk mengganti nuklir Minuteman III yang kini berada di lokasi tersembunyi.
Pihak AS memperkirakan, jika Perang Dunia III pecah, semua akan berlangsung cepat. Hal itu dikemukakan dalam pertemuan tahunan Association of the US Army yang diadakan di Washington DC.
Pejabat militer AS yang datang ke pertemuan itu mengatakan, perlunya kesiapan menghadapi perang."Konflik konvensional di masa depan akan sangat mematikan dan cepat," kata Jenderal William Hix.
Hix juga menyebut perkembangan teknologi yang dicapai China dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga memperingatkan bahwa perkembangan tersebut adalah peringatan bagi Gedung Putih untuk mempersiapkan diri.
Pejabat Angkatan Darat lainnya, Letnan Jenderal Joseph Anderson mengatakan, "AS menghadapi ancaman dari negara-negara modern yang bersikap agresif dalam hal kompetisi dalam bidang militer.
Jenderal Mark Milley juga mengungkapkan hal senada. "Jika kita tak bersiap saat ini, tak terbayang tantangan apa yang akan kita hadapi."
Lebih dari 200 ribu personel layanan darurat dan tentara dikerahkan, 50 ribu jenis peralatan akan digunakan dalam pelatihan itu.
Negara pecahan Uni Soviet itu beralasan, simulasi diperlukan menyusul kekhawatiran atas perang nuklir. Rusia menyalahkan pihak Barat sebagai pemicu konflik.
Latihan tersebut digelar oleh EMERCOM, Kementerian Darurat Rusia. "Latihan pada 4-7 Oktober diikuti lebih dari 40 juta orang, lebih dari 200 ribu petugas penyelamat profesional, dan 50 ribu perangkat," kata Direktur Departemen Pertahanan Sipil, Oleg Manuilov pada Interfax.
Soal ancaman nuklir juga dikabarkan di media-media Rusia.
"Jika pada suatu hari perang nuklir terjadi, semua orang harus tahu di mana shelter perlindungan bom berada. Sekarang Anda wajib mengetahuinya," kata TV pemerintah Rusia, NTV.
EMERCOM mengumumkan, bunker bawah tanah bisa menampung seluruh populasi di Moskow yang berjumlah 12 juta jiwa -- jika perang pecah.
Hubungan Negeri Paman Sam dan Rusia saat ini berada di titik paling rendah sejak Perang Dingin, menyusul pertentangan sikap antara pihak Gedung Putih dan Kremlin soal konflik Suriah.
AS mendukung pihak pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintah. Di sisi lain, Rusia adalah sekutu terkuat Presiden Bashar al-Assad.
AS juga menuding Rusia melancarkan peretasan email sejumlah tokoh AS salah satunya, capres Partai Demokrat, Hillary Clinton - sebagai upaya mengintervensi.
Baca juga : 4 Sinyal Rusia Siap Perang Nuklir
Rusia telah membantah tuduhan ini. Mereka justru balik menuding AS lah yang telah melakukan peretasan.
Sementara itu Rusia juga dilaporkan telah menangguhkan serangkaian pakta nuklir termasuk kesepakatan kerjasama simbolik untuk memangkas stok plutonium--bahan pembuatan senjata nuklir.
Kedua pemimpin, Barack Obama dan Vladimir Putin berkali-kali menggelar pertemuan tak resmi di tiap acara konferensi. Namun, tak satupun menghasilkan kata sepakat.
Di tengah konflik antarnegara 'superpower', ketegangan di sejumlah titik panas di sejumlah lokasi dunia, serangan teroris, dan sejumlah persoalkan lain -- sejumlah orang khawatir, Perang Dunia III bakal kembali terjadi.
Berikut 3 'sinyal' yang dianggap menandakan Perang Dunia III bisa saja terjadi, setidaknya pada masa depan:
1. Rusia Panggil Pulang Warganya
Rusia diklaim telah memerintahkan seluruh pejabatnya untuk memboyong keluarga mereka kembali pulang ke Tanah Air. Peringatan ini muncul seiring dengan meningkatnya ketegangan berlatar prospek perang global.Sejumlah politisi dan tokoh tingkat tinggi Negeri Beruang Merah itu mengklaim telah menerima peringatan dari Presiden Vladimir Putin untuk membawa orang-orang yang mereka cintai kembali pulang ke Rusia.
Imbauan itu muncul setelah Putin membatalkan rencana kunjungannya ke Prancis menyusul 'kemarahan' yang muncul atas keterlibatan Moskow dalam perang Suriah.
Ternyata, pernyataan serupa tak hanya disampaikan Putin, namun juga mantan pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev. Ia memperingatkan bahwa dunia tengah berada dalam 'titik berbahaya' seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan AS.
Menurut situs Rusia, Znak.com, seluruh staf administrasi, kepala daerah, anggota parlemen dari semua tingkatan dan karyawan perusahaan publik telah diperintahkan untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah asing sesegera mungkin.
Jika gagal untuk melaksanakan perintah maka peluang mereka untuk mendapat promosi jabatan akan terancam. Demikian media lokal melaporkan.
Kendati demikian alasan pasti di balik imbauan pemerintah Rusia itu disebut belum sepenuhnya jelas. Namun perang sebagai indikator utama tak bisa dipungkiri.
"Ini semua adalah bagian dari langkah-langkah untuk mempersiapkan elite dalam menghadapi "perang besar"," ujar Analis Politik Rusia, Stanislav Belkovsky kepada Daily Star seperti dilansir Daily Mail.
2. Pergerakan AS Versus Rusia
Rusia dikabarkan telah memindahkan rudal berkemampuan nuklirnya ke dekat perbatasan Rusia-Polandia.Rudal Iskander dikirim ke Kaliningrad, kawasan yang merupakan kantong Rusia di Laut Baltik--terletak di antara negara-negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania.
Pejabat Polandia mendeskripsikan langkah ini sebagai salah satu 'isu penting'.
Negeri Beruang Merah juga baru saja meluncurkan misil barunya, Topol, yang diklaim sebagai yang tercepat sedunia.
Rusia meluncurkan misil itu dari kapal selam di Laut Barents pada Rabu 12 Oktober lalu. Peluncuran ini dilakukan setelah beberapa kali uji coba balistik dilakukan.
Hal tersebut disinyalir sebagai kesiapan Moskow menghadapi konflik internasional di masa depan. Demikian seperti dikutip dari Australian Network News, pada Jumat (14/10/2016).
Pada hari peluncuran, secara bersamaan militer Rusia juga menembakkan misil lainnya dari sebuah pulau di utara Rusia. Dan setelah itu, misil ketiga berupa roket nuklir diluncurkan dari kapal selam di utara laut Jepang.
Rusia juga disinyalir berniat membangkitkan lagi pangkalan militer era Soviet di Mesir, Kuba, dan Vietnam.
Sementara, pada Awal Oktober 2016, AS mengumumkan akan memperbarui sistem misil nuklirnya. Untuk bersiap menghadapi 'serangan' dari Moskow.
Menteri Pertahanan AS, Ash Carter juga telah meminta negara-negara NATO untuk memperbarui senjata nuklir mereka.
Kantor berita Prancis yang dikutip Morning Ledger melaporkan, AS berencana memperbaharui lebih dari 400 misil balistiknya. Termasuk mengganti nuklir Minuteman III yang kini berada di lokasi tersembunyi.
Pihak AS memperkirakan, jika Perang Dunia III pecah, semua akan berlangsung cepat. Hal itu dikemukakan dalam pertemuan tahunan Association of the US Army yang diadakan di Washington DC.
Pejabat militer AS yang datang ke pertemuan itu mengatakan, perlunya kesiapan menghadapi perang."Konflik konvensional di masa depan akan sangat mematikan dan cepat," kata Jenderal William Hix.
Hix juga menyebut perkembangan teknologi yang dicapai China dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga memperingatkan bahwa perkembangan tersebut adalah peringatan bagi Gedung Putih untuk mempersiapkan diri.
Pejabat Angkatan Darat lainnya, Letnan Jenderal Joseph Anderson mengatakan, "AS menghadapi ancaman dari negara-negara modern yang bersikap agresif dalam hal kompetisi dalam bidang militer.
Jenderal Mark Milley juga mengungkapkan hal senada. "Jika kita tak bersiap saat ini, tak terbayang tantangan apa yang akan kita hadapi."
3. Latihan Hadapi Perang Nuklir
Russia mengadakan latihan evakuasi besar-besaran untuk lebih dari 40 juta orang, sebagai langkah persiapan menghadapi perang nuklir pada awal Oktober 2016.Lebih dari 200 ribu personel layanan darurat dan tentara dikerahkan, 50 ribu jenis peralatan akan digunakan dalam pelatihan itu.
Negara pecahan Uni Soviet itu beralasan, simulasi diperlukan menyusul kekhawatiran atas perang nuklir. Rusia menyalahkan pihak Barat sebagai pemicu konflik.
Latihan tersebut digelar oleh EMERCOM, Kementerian Darurat Rusia. "Latihan pada 4-7 Oktober diikuti lebih dari 40 juta orang, lebih dari 200 ribu petugas penyelamat profesional, dan 50 ribu perangkat," kata Direktur Departemen Pertahanan Sipil, Oleg Manuilov pada Interfax.
Soal ancaman nuklir juga dikabarkan di media-media Rusia.
"Jika pada suatu hari perang nuklir terjadi, semua orang harus tahu di mana shelter perlindungan bom berada. Sekarang Anda wajib mengetahuinya," kata TV pemerintah Rusia, NTV.
EMERCOM mengumumkan, bunker bawah tanah bisa menampung seluruh populasi di Moskow yang berjumlah 12 juta jiwa -- jika perang pecah.
Friday, October 21, 2016
Awak Kapal Induk Rusia Arahkan Senjata ke Daratan Inggris
Armada kapal induk Admiral Kuzentsov akhirnya melintasi Selat Inggris pada Jumat (21/10/2016) dalam perjalanan ke Mediterania untuk misi militer di Suriah. Media Inggris melaporkan bahwa kapal induk Rusia itu melakukan aksi provokatif di mana awak kapal membidikkan semua senjata ke arah daratan Inggris.
Para warga Inggris di Dover dibuat tercengang karena untuk pertama kalinya menyaksikan kapal induk yang sarat jet tempur dan berbagai senjata melintas. Mereka juga melihat langsung kapal selam yang jadi bagian dari armada kapal Admiral Kuznetsov.
Sejumlah foto yang dirilis media-media Inggris menunjukkan para personel militer Rusia berdiri di dek kapal. Mereka berbalut rompi tahan peluru dan helm membidikkan senapan otomatis dan senapan serbu AK-47 ke wilayah daratan Inggris.
Kapal raksasa Rusia itu juga menyemburkan asap hitam tepat ketika melewati Selat Inggris. Angkatan Laut Inggris memantau ketat pegerakan armada kapal Admiral Kuznetsov.
Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan manuver armada kapal induk Rusia tersebut bertujuan untuk menguji kemampuan dari Angkatan Laut Inggris dan sekutu NATO-nya.
Kementerian Pertahanan melalui seorang juru bicara mengkonfirmasi kedatangan armada kapal induk Rusia. ”Mereka semua dalam satu baris sekarang. Mereka secara efektif melalui skema pemisah lalu lintas, dan mereka mengalami kemajuan seperti yang diharapkan,” kata kementerian itu, seperti dikutip Daily Mail.
”Mereka tidak diperlambat atau dipercepat,” lanjut Kementerian Pertahanan Inggris. ”Kami masih tidak tahu di mana itu dan bagaimana mereka akan ke sana, tapi sejauh ini semuanya persis bagaimana kami mengharapkan itu.”
Peneliti kelautan, Nigel Scutt, yang berada di perahu sewaan di Dover Marina, sengaja ingin melihat lebih dekat kapal induk Rusia itu. “Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami saling silang jalan saat mereka tiba dan kami berhasil melihatnya benar-benar dekat dengan mereka,” ujar Scutt.
”Ini hampir mustahil untuk melihat armada kapal perang yang tangguh seperti itu hari ini, ini menakjubkan,” katanya. ”Saya telah melihat sebuah kapal selam Rusia melalui Selat Inggris sebelumnya dan pada kesempatan ini kami melambaikan tangan untuk kru mereka balas melambai,” katanya lagi. - Sindo
Para warga Inggris di Dover dibuat tercengang karena untuk pertama kalinya menyaksikan kapal induk yang sarat jet tempur dan berbagai senjata melintas. Mereka juga melihat langsung kapal selam yang jadi bagian dari armada kapal Admiral Kuznetsov.
Sejumlah foto yang dirilis media-media Inggris menunjukkan para personel militer Rusia berdiri di dek kapal. Mereka berbalut rompi tahan peluru dan helm membidikkan senapan otomatis dan senapan serbu AK-47 ke wilayah daratan Inggris.
Kapal raksasa Rusia itu juga menyemburkan asap hitam tepat ketika melewati Selat Inggris. Angkatan Laut Inggris memantau ketat pegerakan armada kapal Admiral Kuznetsov.
Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan manuver armada kapal induk Rusia tersebut bertujuan untuk menguji kemampuan dari Angkatan Laut Inggris dan sekutu NATO-nya.
Kementerian Pertahanan melalui seorang juru bicara mengkonfirmasi kedatangan armada kapal induk Rusia. ”Mereka semua dalam satu baris sekarang. Mereka secara efektif melalui skema pemisah lalu lintas, dan mereka mengalami kemajuan seperti yang diharapkan,” kata kementerian itu, seperti dikutip Daily Mail.
”Mereka tidak diperlambat atau dipercepat,” lanjut Kementerian Pertahanan Inggris. ”Kami masih tidak tahu di mana itu dan bagaimana mereka akan ke sana, tapi sejauh ini semuanya persis bagaimana kami mengharapkan itu.”
Peneliti kelautan, Nigel Scutt, yang berada di perahu sewaan di Dover Marina, sengaja ingin melihat lebih dekat kapal induk Rusia itu. “Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami saling silang jalan saat mereka tiba dan kami berhasil melihatnya benar-benar dekat dengan mereka,” ujar Scutt.
”Ini hampir mustahil untuk melihat armada kapal perang yang tangguh seperti itu hari ini, ini menakjubkan,” katanya. ”Saya telah melihat sebuah kapal selam Rusia melalui Selat Inggris sebelumnya dan pada kesempatan ini kami melambaikan tangan untuk kru mereka balas melambai,” katanya lagi. - Sindo
Kapal Induk Rusia Bikin Inggris Takut
Seorang penyiar berita stasiun televisi (TV) Kremlin, Svezda, menyebut kedatangan armada kapal induk Admiral Kuznetsov di Selat Inggris telah membuat militer Angkatan Laut Inggris takut. Klaim ini sebagai ledekan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya ahli militer Rusia menyebut militer Inggris lemah.
Armada kapal induk Rusia itu melewati Selat Inggris pada Jumat (21/10/2016) saat melakukan perjalanan ke Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah.”NATO takut dengan kapal Rusia yang bergerak menuju Suriah,” kata penyiar televisi Kremlin bernama Vladimir Mukhin tersebut.
Mukhin juga menulis ledekannya itu di sebuah kolom di Nezavisimaya Gazeta berjudul; ”Admiral Kuznetsov, Inggris takut”.
Pyotr Klintsevich, wakil pertama dari Komite Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia memastikan armada kapal induk Admiral Kuzentsov siap tempur Suriah.
”Kami memahami bahwa kapal tersebut bersenjata, dan bahwa mereka tidak hanya pergi untuk berjalan-jalan dengan tongkat,” ujarnya ”Fakta bahwa saat ini kapal-kapal militer, termasuk sebuah kapal kelas satu, maju. Itu bagian dari tugas pelatihan tempur.”
Perdana Menteri Theresa May mengutuk keputusan Rusia untuk menyebarkan kapal induk ke Suriah. “Kami harus menunjukkan bahwa sikap Eropa kuat dan bersatu dalam menghadapi agresi Rusia,” katanya, seperti dkutip Mail Online, Jumat (21/10/2016).
”Inggris telah menempatkan tindakan Rusia di Suriah dalam agenda KTT ini. Kami harus terus bekerja sama dan itu penting bahwa kita bekerja sama untuk terus menekan Rusia untuk menghentikan kekejaman mengerikan yang, kekejaman memuakkan di Suriah.” - Sindo
Armada kapal induk Rusia itu melewati Selat Inggris pada Jumat (21/10/2016) saat melakukan perjalanan ke Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah.”NATO takut dengan kapal Rusia yang bergerak menuju Suriah,” kata penyiar televisi Kremlin bernama Vladimir Mukhin tersebut.
Mukhin juga menulis ledekannya itu di sebuah kolom di Nezavisimaya Gazeta berjudul; ”Admiral Kuznetsov, Inggris takut”.
Pyotr Klintsevich, wakil pertama dari Komite Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia memastikan armada kapal induk Admiral Kuzentsov siap tempur Suriah.
”Kami memahami bahwa kapal tersebut bersenjata, dan bahwa mereka tidak hanya pergi untuk berjalan-jalan dengan tongkat,” ujarnya ”Fakta bahwa saat ini kapal-kapal militer, termasuk sebuah kapal kelas satu, maju. Itu bagian dari tugas pelatihan tempur.”
Perdana Menteri Theresa May mengutuk keputusan Rusia untuk menyebarkan kapal induk ke Suriah. “Kami harus menunjukkan bahwa sikap Eropa kuat dan bersatu dalam menghadapi agresi Rusia,” katanya, seperti dkutip Mail Online, Jumat (21/10/2016).
”Inggris telah menempatkan tindakan Rusia di Suriah dalam agenda KTT ini. Kami harus terus bekerja sama dan itu penting bahwa kita bekerja sama untuk terus menekan Rusia untuk menghentikan kekejaman mengerikan yang, kekejaman memuakkan di Suriah.” - Sindo
Tuesday, October 18, 2016
Armada Kapal Induk Rusia Unjuk Kekuatan Kepada Inggris
Angkatan Laut (AL) Inggris bersiaga untuk mencegat armada kapal perang Rusia yang dilaporkan akan memasuki wilayah perairan negara itu. Armada kapal perang bersenjata berat Rusia diketahui tengah melakukan perjalanan ke Suriah.
Angkatan bersenjata Norwegia menangkap gambar dari armada kapal perang Rusia yang berlayar di lepas pantai, termasuk sebuah kapal induk, kapal selam dan kapal perang bertenaga nuklir. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah AL itu bersiaga setelah terungkap bahwa Rusia berencana untuk mengirim armada kapal perang di sepanjang pantai Inggris untuk melakukan perjalanan ke Mediterania.
Dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/10/2016), sebuah sumber dari Departemen Pertahanan mengatakan armada kapal perang Rusia berada di utara Skotlandia dan akan menuju ke arah Selat Inggris dalam beberapa hari. "Armada Rusia, yang meliputi kapal induk Admiral Kuznetsov, akan dikawal oleh kapal perusak," kata sang sumber.
Kemunculan armada kapal perang Rusia ini terjadi ditengah ketegangan antara Barat dan Rusia. Kremlin dinilai tengah memberikan pertunjukkan kekuatan tepat di depan Inggris. Dua kapal perang Inggris, mungkin HMS Duncan dan HMS Richmond, akan digunakan oleh AL Inggri untuk mengawal kapal tersebut melewati Inggris, seperti dilaporkan The Times melaporkan.
Kapal-kapal perang Rusia tersebut berangkat dari pelabuhan angkatan laut dari Severomorsk. Setelah tiba di lepas pantai Suriah, Admiral Kuznetsov diharapkan akan mengambil posisi di wilayah itu selama hampir setengah tahun. - Sindo
Angkatan bersenjata Norwegia menangkap gambar dari armada kapal perang Rusia yang berlayar di lepas pantai, termasuk sebuah kapal induk, kapal selam dan kapal perang bertenaga nuklir. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah AL itu bersiaga setelah terungkap bahwa Rusia berencana untuk mengirim armada kapal perang di sepanjang pantai Inggris untuk melakukan perjalanan ke Mediterania.
Dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/10/2016), sebuah sumber dari Departemen Pertahanan mengatakan armada kapal perang Rusia berada di utara Skotlandia dan akan menuju ke arah Selat Inggris dalam beberapa hari. "Armada Rusia, yang meliputi kapal induk Admiral Kuznetsov, akan dikawal oleh kapal perusak," kata sang sumber.
Kemunculan armada kapal perang Rusia ini terjadi ditengah ketegangan antara Barat dan Rusia. Kremlin dinilai tengah memberikan pertunjukkan kekuatan tepat di depan Inggris. Dua kapal perang Inggris, mungkin HMS Duncan dan HMS Richmond, akan digunakan oleh AL Inggri untuk mengawal kapal tersebut melewati Inggris, seperti dilaporkan The Times melaporkan.
Kapal-kapal perang Rusia tersebut berangkat dari pelabuhan angkatan laut dari Severomorsk. Setelah tiba di lepas pantai Suriah, Admiral Kuznetsov diharapkan akan mengambil posisi di wilayah itu selama hampir setengah tahun. - Sindo
Sunday, October 16, 2016
Ancaman Rusia yang Membuat Amerika Takut
Baru-baru ini wacana tentang penyelidikan kejahatan perang oleh Rusia di Aleppo, Suriah, mengemuka dalam pemberitaan media-media massa internasional. Namun, tiba-tiba saja wacana yang digaungkan oleh para pejabat dan media-media massa utama Amerika ini lenyap seketika. Apa yang terjadi?.
Kejahatan perang Amerika sudah sedemikian besar di negara-negara Islam paska kampanye ‘perang melawan terorisme’ yang digaungkan oleh Presiden George ‘Dubya’ Bush, Jr tahun 2001. Dan publik dunia sudah terlalu cerdas untuk dikelabuhi. Maka, ketika Rusia menggertak untuk membongkar kejahatan-kejahatan itu, Amerika pun langsung bungkam.
“Jika tentang kejahatan perang, para pejabat Amerika harus mulai dengan Irak, kemudian ke Libya, pastikan kemudian ke Yaman, temukan apa yang terjadi di sana. Saya ingin katakan untuk meyakinkan bahwa hal ini sangat berbahaya, karena di belakang para pejabat Amerika itu adalah kejahatan-kejahatan perang yang banyak,” kata Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova kepada televisi Rusia pekan lalu.
Secara khusus Maria Zakharova menyebut apa yang terjadi di Fallujah, dimana diduga Amerika telah membom kota di Irak ini dengan bom nuklir taktis yang dikenal dengan ‘bom kotor’, yaitu bom yang berisi sampah radioaktif. Akibatnya angka penderita cacat fisik di kota ini sangat tinggi.
“Saya katakan kepada mereka yang meributkan ‘kejahatan perang’ di Suriah. Mari kita lihat apa yang sudah mereka lakukan di Fallujah,” kata Zakharova.
Perang psikologis lainnya yang dilancarkan Rusia adalah mengancam akan menyerang personil-personil militer Amerika di Suriah yang diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan personil. Jubir Kemenhan Rusia, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui siapa saja dan dimana saja personil Amerika yang berada di Suriah. Meski tidak mengatakannya dengan langsung, ini adalah sebuah ancaman bahwa Rusia bisa menyerang personil-personil Amerika dengan dalih menyerang para teroris.
Rusia juga telah melakukan langkah-langkah militer taktis terkait dengan krisis Suriah yang membuat Amerika membatalkan, atau menangguhkan untuk sementara opsi militer setelah kegagalan gencatan senjata yang digagas antara Amerika dan Rusia. Di antara langkah itu adalah pengerahan tiga kapal perang ke lepas pantai Suriah dan sistem pertahanan Antey-2500 (varian S-300) di pangkalan laut.
Tartus, yang atas persetujuan pemerintah Suriah kini telah ditingkatkan menjadi pangkalan laut permanen Rusia. Tidak hanya itu, untuk pasukan Suriah sendiri Rusia juga telah mengirimkan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 dan meriam kecepatan tinggi ZRPK guna menangkal kemungkinan serangan udara Amerika dan koalisinya.
Di hadapkan pada pilihan ‘menyerang secara ilegal’ karena tidak memiliki mandat PBB atau pemerintah berdaulat Suriah, dan pertahanan udara Rusia yang dilengkapi dengan rudal-rudal S-300 dan S-400, Pantsir-S1 dan ZRPK, Amerika pun harus membatalkan ‘pilihan kinetik’ yang sempat ramai dibicarakan para pejabat.
Amerika dan digaungkan oleh media-media barat. Alih-alih, Presiden Obama memerintahkan para diplomatnya untuk membahas penyelesaian politik Suriah dalam forum internasional di Laussane, Swiss, saat ini. (
Kejahatan perang Amerika sudah sedemikian besar di negara-negara Islam paska kampanye ‘perang melawan terorisme’ yang digaungkan oleh Presiden George ‘Dubya’ Bush, Jr tahun 2001. Dan publik dunia sudah terlalu cerdas untuk dikelabuhi. Maka, ketika Rusia menggertak untuk membongkar kejahatan-kejahatan itu, Amerika pun langsung bungkam.
“Jika tentang kejahatan perang, para pejabat Amerika harus mulai dengan Irak, kemudian ke Libya, pastikan kemudian ke Yaman, temukan apa yang terjadi di sana. Saya ingin katakan untuk meyakinkan bahwa hal ini sangat berbahaya, karena di belakang para pejabat Amerika itu adalah kejahatan-kejahatan perang yang banyak,” kata Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova kepada televisi Rusia pekan lalu.
Secara khusus Maria Zakharova menyebut apa yang terjadi di Fallujah, dimana diduga Amerika telah membom kota di Irak ini dengan bom nuklir taktis yang dikenal dengan ‘bom kotor’, yaitu bom yang berisi sampah radioaktif. Akibatnya angka penderita cacat fisik di kota ini sangat tinggi.
“Saya katakan kepada mereka yang meributkan ‘kejahatan perang’ di Suriah. Mari kita lihat apa yang sudah mereka lakukan di Fallujah,” kata Zakharova.
Perang psikologis lainnya yang dilancarkan Rusia adalah mengancam akan menyerang personil-personil militer Amerika di Suriah yang diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan personil. Jubir Kemenhan Rusia, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui siapa saja dan dimana saja personil Amerika yang berada di Suriah. Meski tidak mengatakannya dengan langsung, ini adalah sebuah ancaman bahwa Rusia bisa menyerang personil-personil Amerika dengan dalih menyerang para teroris.
Rusia juga telah melakukan langkah-langkah militer taktis terkait dengan krisis Suriah yang membuat Amerika membatalkan, atau menangguhkan untuk sementara opsi militer setelah kegagalan gencatan senjata yang digagas antara Amerika dan Rusia. Di antara langkah itu adalah pengerahan tiga kapal perang ke lepas pantai Suriah dan sistem pertahanan Antey-2500 (varian S-300) di pangkalan laut.
Tartus, yang atas persetujuan pemerintah Suriah kini telah ditingkatkan menjadi pangkalan laut permanen Rusia. Tidak hanya itu, untuk pasukan Suriah sendiri Rusia juga telah mengirimkan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 dan meriam kecepatan tinggi ZRPK guna menangkal kemungkinan serangan udara Amerika dan koalisinya.
Di hadapkan pada pilihan ‘menyerang secara ilegal’ karena tidak memiliki mandat PBB atau pemerintah berdaulat Suriah, dan pertahanan udara Rusia yang dilengkapi dengan rudal-rudal S-300 dan S-400, Pantsir-S1 dan ZRPK, Amerika pun harus membatalkan ‘pilihan kinetik’ yang sempat ramai dibicarakan para pejabat.
Amerika dan digaungkan oleh media-media barat. Alih-alih, Presiden Obama memerintahkan para diplomatnya untuk membahas penyelesaian politik Suriah dalam forum internasional di Laussane, Swiss, saat ini. (
Saturday, October 15, 2016
Rusia Gunakan Senjata Inflatable untuk Teknologi Satelit Barat
Rusia diam-diam menyebarkan senjata inflatable dalam upaya untuk mengelabui satelit Barat yang memantau gerakan militer Vladimir Putin. Senjata ini bisa membuat Barat berpikir Rusia memiliki jumlah tentara yang sangat besar.
Inflatable dalam arti harfiah adalah benda yang dapat digelembungkan. Terkait hal ini, angkatan udara Rusia menggunakan balon udara panas untuk menipu jet mata-mata agar berpikir Rusia mempunyai persenjataan yang lebih besar daripada sebenarnya. Rusia dipercaya menggunakan teknik ini terhadap MiG-31 dan Su-27 Fighter, tank T-72 dan tank tempur utama T-80, sistem rudal S-300.
Seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016), balon udara ini dipercaya mempunyai panjang hingga 200 meter dan dapat mengempis dalam hitungan menit. Keberadaan balon-balon ini menjadi alternatif yang fleksibel dan murah agar mesin-mesin perang tersebut terlihat nyata.
Senjata inflatable ini dibuat oleh Rusbal, sebuah perusahaan yang menyediakan Kementerian Pertahanan Rusia balon tank, jet, dan peluncur rudal. "Jika Anda mempelajari pertempuran besar dalam sejarah, Anda akan melihat bahwa tipuan memenangkannya setiap waktu. Tidak ada yang pernah pihak jujur itu menang," kata Aleksei Komarov, insinyur militer yang membantu menciptakan inflatables, mengatakan kepada New York Times.
Perusahaan ini tidak hanya mengkhususkan diri dalam menciptakan balon udara panas tetapi juga menghasilkan model senjata termasuk mesin radar ketinggian rendah.
Untuk sebuah tank T-80 yang mempunyai berat 154 pon, dikenakan biaya sekitar 10.000 pounds, dan paket ke dalam dua tas ransel. Sedangkan untuk seluruh batalyon tank palsu yang berjumlah 31 buah dikenakan biaya sekitar 300 ribu pounds dan hanya butuh dua setengah jam untuk menyiapkan.
Direktur Rusbal Maria Oparina mengakui ada "banyak skeptisisme" pada awalnya, tetapi sekarang perusahaan tersebut mengekspor balon di seluruh dunia. Perusahaan membuat sekitar 2 juta pounds dari balon tiup sistem rudal antipesawat S-300 untuk di jual ke Iran.
Inflatable dalam arti harfiah adalah benda yang dapat digelembungkan. Terkait hal ini, angkatan udara Rusia menggunakan balon udara panas untuk menipu jet mata-mata agar berpikir Rusia mempunyai persenjataan yang lebih besar daripada sebenarnya. Rusia dipercaya menggunakan teknik ini terhadap MiG-31 dan Su-27 Fighter, tank T-72 dan tank tempur utama T-80, sistem rudal S-300.
Seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016), balon udara ini dipercaya mempunyai panjang hingga 200 meter dan dapat mengempis dalam hitungan menit. Keberadaan balon-balon ini menjadi alternatif yang fleksibel dan murah agar mesin-mesin perang tersebut terlihat nyata.
Senjata inflatable ini dibuat oleh Rusbal, sebuah perusahaan yang menyediakan Kementerian Pertahanan Rusia balon tank, jet, dan peluncur rudal. "Jika Anda mempelajari pertempuran besar dalam sejarah, Anda akan melihat bahwa tipuan memenangkannya setiap waktu. Tidak ada yang pernah pihak jujur itu menang," kata Aleksei Komarov, insinyur militer yang membantu menciptakan inflatables, mengatakan kepada New York Times.
Perusahaan ini tidak hanya mengkhususkan diri dalam menciptakan balon udara panas tetapi juga menghasilkan model senjata termasuk mesin radar ketinggian rendah.
Untuk sebuah tank T-80 yang mempunyai berat 154 pon, dikenakan biaya sekitar 10.000 pounds, dan paket ke dalam dua tas ransel. Sedangkan untuk seluruh batalyon tank palsu yang berjumlah 31 buah dikenakan biaya sekitar 300 ribu pounds dan hanya butuh dua setengah jam untuk menyiapkan.
Direktur Rusbal Maria Oparina mengakui ada "banyak skeptisisme" pada awalnya, tetapi sekarang perusahaan tersebut mengekspor balon di seluruh dunia. Perusahaan membuat sekitar 2 juta pounds dari balon tiup sistem rudal antipesawat S-300 untuk di jual ke Iran.
Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris
Angkatan Laut Ingggris meyakini Rusia akan mengirim armada kapal induk mendekati wilayah Inggris akhir bulan ini setelah kedua negara bersitegang soal krisis Suriah. Inggris dan sekutu NATO-nya sedang menyusun rencana untuk mengawal hingga delapan kapal perang Rusia yang diyakini akan mendekati wilayah Inggris.
Angkatan Laut Inggris percaya Kremlin akan menggunakan pelayaran armada kapal induk sebagai kesempatan untuk menunjukkan kekuatan saat melintasi selat Inggris. Armada kapal induk Rusia juga diyakini akan menggelar latihan militer di kawasan lepas pantai Inggris dan Prancis.
Persiapan Angkatan Laut Inggris itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson berkomentar yang memanaskan ketegangan kedua negara. Johnson mengatakan bahwa dia ingin melihat demonstrasi di luar Kedutaan Rusia di London atas peran Moskow dalam konflik Suriah.
Kapal induk Rusia yang diprediksi akan mendekati wilayah Inggris adalah kapal Admiral Kuznetsov dengan berat 55.000 ton. Militer Inggris memprediksi kapal induk Rusia berserta rombongannya tersebut akan bermanuver “kucing-tikus” melintasi Atlantik Utara menuju Teluk Biscay dan kemudian ke Laut Mediterania.
Salah satu sumber Angkatan Laut NATO mengatakan kapal Rusia akan meninggalkan Severomorsk di dekat Murmansk dan bisa mendekati wilayah Inggris beberapa pekan lagi.
“Ini tidak mendapatkan kami terkejut, kami bekerja sampai apa yang harus dilakukan dan kami semua di atasnya. Hal yang paling mungkin adalah bahwa mereka akan pergi melalui Laut Utara, menyusuri Selat Dover dan melalui Selat (Inggris),” katanya.
”Mereka bahkan mungkin berhenti di lepas pantai North East,” ujar sumber Angkatan Laut NATO itu, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (15/10/2016).
Kapal perang Angkatan Laut Inggris Type 23 fregat dan Type 45 sedang dipersiapkan untuk memantau armada kapal induk Rusia jika setiap saat muncul. Selain itu, pesawat mata-mata RAF Rivet Joint, C130 Hercules dan jet Typhoon juga akan siaga.
Tapi sumber mengatakan, dengan singkat Royal Navy kapal dan pelaut, kapal perang harus dialihkan dari misi lainnya untuk memenuhi kapal Rusia.
Militer Rusia memang pernah mengumumkan akan mengirim armada kapal induk Admiral Kuznetsov ke Laut Mediterania dan siaga di lepas pantai Suriah hingga lima bulan. Armada kapal induk itu akan memperkuat militer Rusia yang melakukan operasi di Suriah membantu pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun, Rusia tidak menyebut armada kapal induk itu akan melewati Selat Inggris.
Angkatan Laut Inggris percaya Kremlin akan menggunakan pelayaran armada kapal induk sebagai kesempatan untuk menunjukkan kekuatan saat melintasi selat Inggris. Armada kapal induk Rusia juga diyakini akan menggelar latihan militer di kawasan lepas pantai Inggris dan Prancis.
Persiapan Angkatan Laut Inggris itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson berkomentar yang memanaskan ketegangan kedua negara. Johnson mengatakan bahwa dia ingin melihat demonstrasi di luar Kedutaan Rusia di London atas peran Moskow dalam konflik Suriah.
Kapal induk Rusia yang diprediksi akan mendekati wilayah Inggris adalah kapal Admiral Kuznetsov dengan berat 55.000 ton. Militer Inggris memprediksi kapal induk Rusia berserta rombongannya tersebut akan bermanuver “kucing-tikus” melintasi Atlantik Utara menuju Teluk Biscay dan kemudian ke Laut Mediterania.
Salah satu sumber Angkatan Laut NATO mengatakan kapal Rusia akan meninggalkan Severomorsk di dekat Murmansk dan bisa mendekati wilayah Inggris beberapa pekan lagi.
“Ini tidak mendapatkan kami terkejut, kami bekerja sampai apa yang harus dilakukan dan kami semua di atasnya. Hal yang paling mungkin adalah bahwa mereka akan pergi melalui Laut Utara, menyusuri Selat Dover dan melalui Selat (Inggris),” katanya.
”Mereka bahkan mungkin berhenti di lepas pantai North East,” ujar sumber Angkatan Laut NATO itu, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (15/10/2016).
Kapal perang Angkatan Laut Inggris Type 23 fregat dan Type 45 sedang dipersiapkan untuk memantau armada kapal induk Rusia jika setiap saat muncul. Selain itu, pesawat mata-mata RAF Rivet Joint, C130 Hercules dan jet Typhoon juga akan siaga.
Tapi sumber mengatakan, dengan singkat Royal Navy kapal dan pelaut, kapal perang harus dialihkan dari misi lainnya untuk memenuhi kapal Rusia.
Militer Rusia memang pernah mengumumkan akan mengirim armada kapal induk Admiral Kuznetsov ke Laut Mediterania dan siaga di lepas pantai Suriah hingga lima bulan. Armada kapal induk itu akan memperkuat militer Rusia yang melakukan operasi di Suriah membantu pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun, Rusia tidak menyebut armada kapal induk itu akan melewati Selat Inggris.
Friday, October 14, 2016
Putin kepada Barat: Kompromi atau Tanggung Konsekuensinya
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengirim pesan kuat kepada Barat, khususnya kepada Amerika Serikat (AS). Putin mengatakan, Rusia siap berdialog dengan AS, namun berdialog dalam artian kompromi. Putin menegaskan, AS harus berkompromi.
"Ada kebutuhan untuk berperilaku seperti mitra dan mengambil kepentingan masing-masing dalam tanggung jawabnya. Kami siap untuk itu," kata Putin dalam sebuah forum ekonomi seperti dikutip dari laman Daily Express, Kamis (12/10/2016).
Mengaku khawatir dengan memburuknya hubungan dengan AS, Putin mengatakan Washington telah membiayai oposisi radikal Ukraina dan membantu kudeta di sana. Moskow kemudian dipaksa untuk melindungi etnis Rusia yang tinggal di Ukraina.
Putin juga menyerang Prancis dengan menuduh mereka sengaja memancing Rusia untuk memveti resolusi PBB tentang Suriah dan mempertanyakan apakah Paris tengah menjajakan penawaran dari AS. Prancis telah mengusulkan resolusi di Dewan Keamanan PBB tanpa konsultasi dengan Moskow dan mengetahui bahwa Rusia akan menggunakan hak vetonya karena resolusi tersebut menyalahkan Damaskus atas semua kekerasan yang terjadi. Rusia pun dituding tidak tertarik untuk menghentikan kekerasan di Suriah.
"Seharusnya bukan mitra kami yang tersinggung oleh veto kami, tetapi kami yang seharusnya tersinggung. Kami harapkan kerjasama, kerja konstruktif dengan Prancis dan dengan anggota tetap Dewan Keamanan lainnya. Tapi apa yang terjadi?" tanya Putin.
"Saya tidak tahu apakah itu sesuai dengan kepentingan negara-negara Eropa atau tidak. Tapi apakah hanya untuk kepentingan ini pelayanan kebijakan luar negeri, atau mungkin bahkan kepentingan politik dalam negeri, dari sekutu mereka dalam hal ini AS? Saya tidak tahu. Apakah itu benar-benar peran negara yang serius bercita-cita untuk melakukan kebijakan independen dan disebuh negara besar. Saya tidak tahu," kata Putin.
Hubungan antara Barat dan Moskow telah memburuk sejak pendudukan Rusia di Ukraina bersama dengan ketegangan yang meningkat selama perang melawan ISIS di Suriah. - Sindo
"Ada kebutuhan untuk berperilaku seperti mitra dan mengambil kepentingan masing-masing dalam tanggung jawabnya. Kami siap untuk itu," kata Putin dalam sebuah forum ekonomi seperti dikutip dari laman Daily Express, Kamis (12/10/2016).
Mengaku khawatir dengan memburuknya hubungan dengan AS, Putin mengatakan Washington telah membiayai oposisi radikal Ukraina dan membantu kudeta di sana. Moskow kemudian dipaksa untuk melindungi etnis Rusia yang tinggal di Ukraina.
Putin juga menyerang Prancis dengan menuduh mereka sengaja memancing Rusia untuk memveti resolusi PBB tentang Suriah dan mempertanyakan apakah Paris tengah menjajakan penawaran dari AS. Prancis telah mengusulkan resolusi di Dewan Keamanan PBB tanpa konsultasi dengan Moskow dan mengetahui bahwa Rusia akan menggunakan hak vetonya karena resolusi tersebut menyalahkan Damaskus atas semua kekerasan yang terjadi. Rusia pun dituding tidak tertarik untuk menghentikan kekerasan di Suriah.
"Seharusnya bukan mitra kami yang tersinggung oleh veto kami, tetapi kami yang seharusnya tersinggung. Kami harapkan kerjasama, kerja konstruktif dengan Prancis dan dengan anggota tetap Dewan Keamanan lainnya. Tapi apa yang terjadi?" tanya Putin.
"Saya tidak tahu apakah itu sesuai dengan kepentingan negara-negara Eropa atau tidak. Tapi apakah hanya untuk kepentingan ini pelayanan kebijakan luar negeri, atau mungkin bahkan kepentingan politik dalam negeri, dari sekutu mereka dalam hal ini AS? Saya tidak tahu. Apakah itu benar-benar peran negara yang serius bercita-cita untuk melakukan kebijakan independen dan disebuh negara besar. Saya tidak tahu," kata Putin.
Hubungan antara Barat dan Moskow telah memburuk sejak pendudukan Rusia di Ukraina bersama dengan ketegangan yang meningkat selama perang melawan ISIS di Suriah. - Sindo
Rusia Bakal Teken Kesepakatan Pasok S-400 ke India
Presiden Rusia Vladmir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan menandatangani kesepakatan perihal pengiriman sistem rudal pertahanan anti-pesawat tercanggih Rusia, S-400 Triumph, ke India. Pada Desember tahun lalu, India sudah setuju membeli lima sistem rudal S-400 Rusia.
”Sebagai hasil dari pertemuan (Putin) dengan Narendra Modi, perjanjian untuk memasok India dengan sistem rudal anti-pesawat S-400 Triumph akan ditandatangani bersama dengan sejumlah dokumen lainnya,” kata Yury Ushakov, seorang ajudan Putin urusan kebijakan luar negeri hari Jumat (14/10/2016) seperti dikutip Itar-TASS.
”Beberapa dokumen akan ditandatangani di balik pintu tertutup,” ujar Ushakov. Dia tidak bersedia membahas rinci soal kesepakatan pengiriman sistem rudal pertahanan paling mutakhir Rusia itu.
Sistem rudal pertahanan atau sistem anti-rudal S-400 Rusia diproduksi oleh Almaz Antey dan diperkenalkan ke layanan militer Rusia pada tahun 2007. S-400 dapat menghantam target di udara dan darat dalam jarak hingga 400 km (248 mil).
Pada bulan Agustus tahun ini, S-400 telah dikerahkan ke Crimea, wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada 2014. Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah mengumumkan bahwa 16 resimen Angkatan Darat Rusia akan dilengkapi dengan S-400 pada akhir tahun ini.
Pada 2015, S-400 juga dikerahkan ke wilayah Arktik Rusia dan ke Pangkalan Angkatan Udara Rusia di Latakia, Suriah. Pembeli asing pertama S-400 Rusia adalah China, dengan kesepakatan yang diumumkan pada musim semi 2015. Transaksi kesepakatan itu disebut-sebut mencapai sekitar USD3 miliar. - Sindo
”Sebagai hasil dari pertemuan (Putin) dengan Narendra Modi, perjanjian untuk memasok India dengan sistem rudal anti-pesawat S-400 Triumph akan ditandatangani bersama dengan sejumlah dokumen lainnya,” kata Yury Ushakov, seorang ajudan Putin urusan kebijakan luar negeri hari Jumat (14/10/2016) seperti dikutip Itar-TASS.
”Beberapa dokumen akan ditandatangani di balik pintu tertutup,” ujar Ushakov. Dia tidak bersedia membahas rinci soal kesepakatan pengiriman sistem rudal pertahanan paling mutakhir Rusia itu.
Sistem rudal pertahanan atau sistem anti-rudal S-400 Rusia diproduksi oleh Almaz Antey dan diperkenalkan ke layanan militer Rusia pada tahun 2007. S-400 dapat menghantam target di udara dan darat dalam jarak hingga 400 km (248 mil).
Pada bulan Agustus tahun ini, S-400 telah dikerahkan ke Crimea, wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada 2014. Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah mengumumkan bahwa 16 resimen Angkatan Darat Rusia akan dilengkapi dengan S-400 pada akhir tahun ini.
Pada 2015, S-400 juga dikerahkan ke wilayah Arktik Rusia dan ke Pangkalan Angkatan Udara Rusia di Latakia, Suriah. Pembeli asing pertama S-400 Rusia adalah China, dengan kesepakatan yang diumumkan pada musim semi 2015. Transaksi kesepakatan itu disebut-sebut mencapai sekitar USD3 miliar. - Sindo
Rusia Bangun Sistem Pertahana Rudal dengan China
Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.
Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.
Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).
"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir, dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).
Poznikhir bahkan menuduh Pentagon mengembangkan sistem pertahanan rudal untuk menyerang musuh-musuhnya. "Jika salah satu dari gladiator mengambil perisai, itu akan memberinya keuntungan yang nyata dan membuat dia berpikir bahwa dia akan bisa menang, terutama jika ia menyerang pertama kali. Apa yang akan dilakukan gladiator lain? Tentu ia juga akan mengambil perisai dan juga pedang panjang dan kuat," katanya.
Hubungan antara Rusia dan AS tengah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari serangan udara Rusia di Suriah, yang dinilai melanggar gencatan senjata kesepakatan kedua negara.
Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.
Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).
"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir, dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).
Poznikhir bahkan menuduh Pentagon mengembangkan sistem pertahanan rudal untuk menyerang musuh-musuhnya. "Jika salah satu dari gladiator mengambil perisai, itu akan memberinya keuntungan yang nyata dan membuat dia berpikir bahwa dia akan bisa menang, terutama jika ia menyerang pertama kali. Apa yang akan dilakukan gladiator lain? Tentu ia juga akan mengambil perisai dan juga pedang panjang dan kuat," katanya.
Hubungan antara Rusia dan AS tengah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari serangan udara Rusia di Suriah, yang dinilai melanggar gencatan senjata kesepakatan kedua negara.
Rusia Beri Sinyal Resmikan Jet Bomber Siluman Baru PAK-DA
Rusia memberi sinyal akan meresmikan pesawat jet pengebom (bomber) siluman generasi baru yang dikenal sebagai PAK-DA pada 2018. Pesawat jet bomber strategis itu nantinya akan menggantikan pesawat Tu-160, Tu-95MS, dan Tu-22M3.
”Ada kemungkinan besar bahwa kita akan melihatnya pada 2018,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yury Borisov, kepada wartawan selama kunjungan ke fasilitas industri pertahanan di Nizhny Novgorod, pada hari Kamis.
PAK-DA merupakan singkatan dari Prospective Aviation Complex for Long-range Aviation. Militer Rusia mengklaim pesawat jet pengebom PAK-DA akan jauh melampui pesawat-pesawat pengebom strategis yang ada saat ini.
Proyek PAK-DA dimulai pada tahun 2009 oleh Departemen Pertahanan dan produsen pesawat Tupolev. Pejabat militer Rusia, Letnan Jenderal Anatoly Zhiharev, membocorkan sedikit keistimewaan dari pesawat bomber PAK-DA.
”Ini adalah pesawat baru yang secara fundamental dengan penampakan dan sistem navigasi baru. Pesawat ini akan dilengkapi dengan sistem komunikasi dan sistem peperangan elektronik baru, dan akan memiliki sedikit visibilitas ke radar,” ujar Zhiharev, seperti dikutip Russia Today, Jumat (14/10/2016).
Pesawat ini diharapkan dapat melakukan penerbangan hingga 6.740 mil laut dan membawa sekitar 30-40 ton senjata termasuk rudal udara dan bom konvensional.
Meski pesawat PAK-DA berpotensi menggantikan pesawat-pesawat pengebom strategis Rusia yang ada saat ini, namun Kementerian Pertahanan Rusia tetap mempertahankan pesawat Tu-160 supersonik versi upgrade untuk tetap beroperasi.
”Untuk saat ini, jumlah tetap sama, tetapi dapat disesuaikan sebagaimana kita terus bekerja pada lanjutan (proyek) pesawat (PAK DA). Angka dasar saat ini untuk Tu-160 adalah 50 pesawat,” ujar Borisov. - Sindo
”Ada kemungkinan besar bahwa kita akan melihatnya pada 2018,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yury Borisov, kepada wartawan selama kunjungan ke fasilitas industri pertahanan di Nizhny Novgorod, pada hari Kamis.
PAK-DA merupakan singkatan dari Prospective Aviation Complex for Long-range Aviation. Militer Rusia mengklaim pesawat jet pengebom PAK-DA akan jauh melampui pesawat-pesawat pengebom strategis yang ada saat ini.
Proyek PAK-DA dimulai pada tahun 2009 oleh Departemen Pertahanan dan produsen pesawat Tupolev. Pejabat militer Rusia, Letnan Jenderal Anatoly Zhiharev, membocorkan sedikit keistimewaan dari pesawat bomber PAK-DA.
”Ini adalah pesawat baru yang secara fundamental dengan penampakan dan sistem navigasi baru. Pesawat ini akan dilengkapi dengan sistem komunikasi dan sistem peperangan elektronik baru, dan akan memiliki sedikit visibilitas ke radar,” ujar Zhiharev, seperti dikutip Russia Today, Jumat (14/10/2016).
Pesawat ini diharapkan dapat melakukan penerbangan hingga 6.740 mil laut dan membawa sekitar 30-40 ton senjata termasuk rudal udara dan bom konvensional.
Meski pesawat PAK-DA berpotensi menggantikan pesawat-pesawat pengebom strategis Rusia yang ada saat ini, namun Kementerian Pertahanan Rusia tetap mempertahankan pesawat Tu-160 supersonik versi upgrade untuk tetap beroperasi.
”Untuk saat ini, jumlah tetap sama, tetapi dapat disesuaikan sebagaimana kita terus bekerja pada lanjutan (proyek) pesawat (PAK DA). Angka dasar saat ini untuk Tu-160 adalah 50 pesawat,” ujar Borisov. - Sindo
Awal Berakhirnya Hubungan Arab Saudi-Mesir ?
Pemerintah Mesir mendukung draf Rusia terkait kondisi Suriah, namun Abdullah al-Moallimi, duta besar Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik sikap Kairo dan menyebutnya sangat menyakitkan. Setelah pengumuman sikap Mesir ini, perusahaan Aramco berencana menghentikan pengiriman bantuan minyak Arab Saudi ke Kairo.
Selain itu, aktivitas televisi al-Arabiya di Kairo segera ditutup menyusul tensi kedua negara. Mesir adalah negara Arab terbesar, namun negara ini sejak lama kehilangan perannya sebagai kekuatan besar dan pemimpin di kawasan. Faktor utamanya adalah eskalasi krisis ekonomi yang melilit Kairo, di mana pemerintahan Abdel Fattah el-Sisi pun tidak terkecuali.
Berkuasanya el-Sisi di Mesir, kebutuhan ekonomi Kairo serta kecenderungan politik Arab Saudi khususnya penentangannya terhadap Ikhwanul Muslimin serta upaya Riyadh mencegah kehancuran konstelasi kekuatan regional mendorong kedua negara memperkokoh hubungan bilateralnya.
Ketika kudeta tahun 2013 meletus di Mesir, Arab Saudi adalah negara pertama yang mengakui secara resmi kudeta militer terhadap Mohammad Morsi dan mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru di Kairo. Arab Saudi bahkan dengan berani menyebut kekerasan militer pada Agustus 2013 terhadap pendukung Morsi yang mengakibatakn ribuan warga Mesir tewas dan terluka sabagai perang anti terorisme.
Dari sisi ekonomi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait, tiga investor Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) kurang dari satu pekan dari kudeta tahun 2013 berjanji mengucurkan dana 12 miliar dolar untuk membantu perekonomian Mesir. Paket bantuan tersebut dikemas dalam bentuk hutang, investasi dan produksi minyak.
Bantuan finansial Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait membuat cadangan devisa Bank Sentral Mesir pada Agustus 2013 bertambah menjadi 18,9 miliar dolar. Angka ini tercatat tertinggi sejak November 2011. Pada November 2013, berbagai media melaporkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjamin dana kontrak senjata Mesir dan Rusia senilai dua miliar dolar. Bantuan ini pun berlanjut di era pemerintahan el-Sisi.
Langkah lain Arab Saudi mendukung pemerintahan el-Sisi adalah mencantumkan Ikwanul Muslimin di list kelompok teroris di samping al-Qaeda dan Front al-Nusra. Langkah ini dilakukan pada Januari 2014 bersama Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Mengingat langkah-langkah tersebut, Abdel Fattah el-Sisi setelah berkuasa pada Juli 2014 melakukan kunjungan luar negeri pertama ke Aljazair dan Agustus 2014 ke Arab Saudi. Selama dua tahun lalu, el-Sisi beberapa kali berkunjung ke Arab Saudi dan berunding dengan petinggi Riyadh. Pejabat Arab Saudi setelah berkuasanya el-Sisi juga beberapa kali melakukan kunjungan ke Kairo, di antaranya kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz pada April 2016.
Meski keduanya memiliki hubungan luas, namun Kairo dan Riyadh terlibat friksi serius terkait sejumlah isu regional khususnya krisis Suriah. Meski pemerintah Mesir di terlibat perang di Yaman dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, namun partisipasinya sangat kecil dan terbatas. Menurut sejumlah pengamat, Mesir terlibat perang di Yaman demi kelangsungan bantuan ekonomi Arab Saudi.
Friksi serius Mesir dan Arab Saudi terkait krisis Suriah. Setelah berkuasanya Abdel Fattah el-Sisi, pemerintah Mesir berulang kali menekankan bahwa krisis Suriah adalah isu internal dan tidak dapat diselesaikan dengan intervensi asing. Dalam kasus ini, Kairo berbeda dengan Riyadh.
Friksi ini membuat pemerintah el-Sisi mendukung draf yang diusung Rusia terkait krisis Suriah, hal ini tentu saja membuat geram Riyadh. Realitanya adalah meski pemerintah Mesir tergantung pada Arab Saudi karena menghadapi krisis ekonomi, namun Kairo masih belum bisa melupakan masa lalunya meski tengah dililit kendala ekonomi. Mesir tidak bersedia berada di bawah kekuasaan dan pengaruh Arab Saudi yang sebagian pemimpinnya masih mentah dan kurang pengalaman. Bagi Mesir, nama Gamal Abdul Nasser membuat mereka sangat bangga.
Selain itu, aktivitas televisi al-Arabiya di Kairo segera ditutup menyusul tensi kedua negara. Mesir adalah negara Arab terbesar, namun negara ini sejak lama kehilangan perannya sebagai kekuatan besar dan pemimpin di kawasan. Faktor utamanya adalah eskalasi krisis ekonomi yang melilit Kairo, di mana pemerintahan Abdel Fattah el-Sisi pun tidak terkecuali.
Berkuasanya el-Sisi di Mesir, kebutuhan ekonomi Kairo serta kecenderungan politik Arab Saudi khususnya penentangannya terhadap Ikhwanul Muslimin serta upaya Riyadh mencegah kehancuran konstelasi kekuatan regional mendorong kedua negara memperkokoh hubungan bilateralnya.
Ketika kudeta tahun 2013 meletus di Mesir, Arab Saudi adalah negara pertama yang mengakui secara resmi kudeta militer terhadap Mohammad Morsi dan mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru di Kairo. Arab Saudi bahkan dengan berani menyebut kekerasan militer pada Agustus 2013 terhadap pendukung Morsi yang mengakibatakn ribuan warga Mesir tewas dan terluka sabagai perang anti terorisme.
Dari sisi ekonomi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait, tiga investor Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) kurang dari satu pekan dari kudeta tahun 2013 berjanji mengucurkan dana 12 miliar dolar untuk membantu perekonomian Mesir. Paket bantuan tersebut dikemas dalam bentuk hutang, investasi dan produksi minyak.
Bantuan finansial Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait membuat cadangan devisa Bank Sentral Mesir pada Agustus 2013 bertambah menjadi 18,9 miliar dolar. Angka ini tercatat tertinggi sejak November 2011. Pada November 2013, berbagai media melaporkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjamin dana kontrak senjata Mesir dan Rusia senilai dua miliar dolar. Bantuan ini pun berlanjut di era pemerintahan el-Sisi.
Langkah lain Arab Saudi mendukung pemerintahan el-Sisi adalah mencantumkan Ikwanul Muslimin di list kelompok teroris di samping al-Qaeda dan Front al-Nusra. Langkah ini dilakukan pada Januari 2014 bersama Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Mengingat langkah-langkah tersebut, Abdel Fattah el-Sisi setelah berkuasa pada Juli 2014 melakukan kunjungan luar negeri pertama ke Aljazair dan Agustus 2014 ke Arab Saudi. Selama dua tahun lalu, el-Sisi beberapa kali berkunjung ke Arab Saudi dan berunding dengan petinggi Riyadh. Pejabat Arab Saudi setelah berkuasanya el-Sisi juga beberapa kali melakukan kunjungan ke Kairo, di antaranya kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz pada April 2016.
Meski keduanya memiliki hubungan luas, namun Kairo dan Riyadh terlibat friksi serius terkait sejumlah isu regional khususnya krisis Suriah. Meski pemerintah Mesir di terlibat perang di Yaman dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, namun partisipasinya sangat kecil dan terbatas. Menurut sejumlah pengamat, Mesir terlibat perang di Yaman demi kelangsungan bantuan ekonomi Arab Saudi.
Friksi serius Mesir dan Arab Saudi terkait krisis Suriah. Setelah berkuasanya Abdel Fattah el-Sisi, pemerintah Mesir berulang kali menekankan bahwa krisis Suriah adalah isu internal dan tidak dapat diselesaikan dengan intervensi asing. Dalam kasus ini, Kairo berbeda dengan Riyadh.
Friksi ini membuat pemerintah el-Sisi mendukung draf yang diusung Rusia terkait krisis Suriah, hal ini tentu saja membuat geram Riyadh. Realitanya adalah meski pemerintah Mesir tergantung pada Arab Saudi karena menghadapi krisis ekonomi, namun Kairo masih belum bisa melupakan masa lalunya meski tengah dililit kendala ekonomi. Mesir tidak bersedia berada di bawah kekuasaan dan pengaruh Arab Saudi yang sebagian pemimpinnya masih mentah dan kurang pengalaman. Bagi Mesir, nama Gamal Abdul Nasser membuat mereka sangat bangga.
TV Rusia Peringatkan Pecahnya Perang Nuklir Lawan AS
Setelah sejumlah surat kabar Moskow memperingatkan bahwa Rusia dan Amerika Serikat (AS) di ambang perang nuklir, kini giliaran televisi pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan serupa. Stasiun televisi (TV) itu mengingatkan warga Rusia untuk tahu lokasi perlindungan jika perang terjadi.
”Jika itu harus terjadi suatu hari, setiap satu dari Anda harus tahu di mana perlindungan bom terdekat. Hal terbaik untuk mencari tahu sekarang,” demikian laporan stasiun NTV yang dikelola negara Rusia.
Penyiar stasiun televisi itu menghabiskan dua jam untuk mengulas pertahanan diri militer Rusia dengan senjata nuklirnya. ”Kami sudah muak dengan omelan Amerika (tentang krisis) Suriah,” kata penyiar NTV, Evgeny Kiselyov, dalam siarannya. “Perilaku impudent dari AS dapat mengambil dimensi nuklir,” lanjut dia, yang dikutip Jumat (14/10/2016).
Kekhawatiran pecahnya perang nuklir antara AS dan Rusia juga sudah jadi sorotan media-media Barat. Terlebih sejak Rusia melakukan latihan perang nuklir yang melibatkan 40 juta orang.
Selain itu, keputusan Rusia menangguhkan perjanjian dengan AS soal pembuangan plutonium dan pengerahan rudal nuklir Iskander M ke Kaliningrad ikut memperkuat spekulasi tentang persiapan perang nuklir dari pihak Moskow. Namun, para analis Rusia menganggap spekulasi itu telalu berlebihan.
”Ini konyol,” kata Aleksander Baunov, seorang analis di Carnegie Moscow Center. ”Ini bukan persiapan untuk perang,” katanya lagi. - Sindo
”Jika itu harus terjadi suatu hari, setiap satu dari Anda harus tahu di mana perlindungan bom terdekat. Hal terbaik untuk mencari tahu sekarang,” demikian laporan stasiun NTV yang dikelola negara Rusia.
Penyiar stasiun televisi itu menghabiskan dua jam untuk mengulas pertahanan diri militer Rusia dengan senjata nuklirnya. ”Kami sudah muak dengan omelan Amerika (tentang krisis) Suriah,” kata penyiar NTV, Evgeny Kiselyov, dalam siarannya. “Perilaku impudent dari AS dapat mengambil dimensi nuklir,” lanjut dia, yang dikutip Jumat (14/10/2016).
Kekhawatiran pecahnya perang nuklir antara AS dan Rusia juga sudah jadi sorotan media-media Barat. Terlebih sejak Rusia melakukan latihan perang nuklir yang melibatkan 40 juta orang.
Selain itu, keputusan Rusia menangguhkan perjanjian dengan AS soal pembuangan plutonium dan pengerahan rudal nuklir Iskander M ke Kaliningrad ikut memperkuat spekulasi tentang persiapan perang nuklir dari pihak Moskow. Namun, para analis Rusia menganggap spekulasi itu telalu berlebihan.
”Ini konyol,” kata Aleksander Baunov, seorang analis di Carnegie Moscow Center. ”Ini bukan persiapan untuk perang,” katanya lagi. - Sindo
Subscribe to:
Posts (Atom)


















