Pemerintah Jerman mengatakan bahwa Pemerintah Israel berencana membeli kapal selam nuklir baru dari Jerman yang akan masuk ke layanan militer pada 2027. Israel telah memesan enam kapal selam itu selama dua dekade terakhir.
Juru bicara pemerintah Jerman, Georg Streiter, mengatakan, enam kapal selam nuklir baru itu nantinya akan menggantikan armada kapal selam Dolphin yang sudah berumur hampir 20 tahun.
Streiter mengatakan pembicaraan sedang berlangsung di berbagai tingkatan terkait rencana pembelian dan partisipasi pembiayaannya.”(Jerman) menekankan tanggung jawab khusus untuk keamanan negara Israel,” kata Streiter, seperti dikutip AP, Sabtu (22/10/2016).
Laporan berbeda dari koran Israel, Maariv, menyatakan jumlah kapal selam nuklir yang akan dibeli Israel dari Jerman sebanyak tiga unit.
Angkatan Laut Israel sedang mempersiapkan upgrade senjata maritim dengan anggaran USD 1,3 miliar. Anggaran itu termasuk untuk pembelian tiga unit kapal selam nuklir baru dari Jerman.
Kesepakatan ini kemungkinan tercapai bulan depan di Berlin. Sebab, selama beberapa bulan terakhir, para pejabat senior kedua negara secara diam-diam melakukan negosiasi. - Sindo
Showing posts with label Jerman. Show all posts
Showing posts with label Jerman. Show all posts
Friday, October 21, 2016
Saturday, April 4, 2015
Kesepakatan nuklir Iran : Iran Tak Boleh Bangun Reaktor Nuklir Selama 15 Tahun
Okezone – Iran dan enam negara besar (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan China) sepakat untuk menandatangani kesepakatan nuklir Iran pada Kamis 2 April di Laussane, Swiss.
“Ini adalah keputusan yang penting sebelum perjanjian damai. Kami akan memulai untuk merumuskannya kesepakatan damai tersebut,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (3/4/2015).
Para diplomat dari masing-masing negara telah melakukan perundingan selama delapan hari untuk membahas program nuklir Iran. Inti dari kesepakatan mereka adalah Iran diperbolehkan untuk tetap memproduksi uranium demi kepentingan pembangkit listrik di negaranya.
Namun, Iran akan mematuhi batas maksimal produksi uraniumnya. Selain itu, Iran harus mengurangi jumlah reaktor nuklirnya dan tidak diperbolehkan untuk membangun reaktor nuklir baru dalam jangka waktu 15 tahun.
Kesepakatan itu belum merupakan keputusan final. Para diplomat masih akan merumuskan perjanjian damai yang sifatnya permanen.
Kesepakatan damai ini setidaknya dapat membuat Iran terhindar dari sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan UE.
“Ini adalah keputusan yang penting sebelum perjanjian damai. Kami akan memulai untuk merumuskannya kesepakatan damai tersebut,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (3/4/2015).
Para diplomat dari masing-masing negara telah melakukan perundingan selama delapan hari untuk membahas program nuklir Iran. Inti dari kesepakatan mereka adalah Iran diperbolehkan untuk tetap memproduksi uranium demi kepentingan pembangkit listrik di negaranya.
Namun, Iran akan mematuhi batas maksimal produksi uraniumnya. Selain itu, Iran harus mengurangi jumlah reaktor nuklirnya dan tidak diperbolehkan untuk membangun reaktor nuklir baru dalam jangka waktu 15 tahun.
Kesepakatan itu belum merupakan keputusan final. Para diplomat masih akan merumuskan perjanjian damai yang sifatnya permanen.
Kesepakatan damai ini setidaknya dapat membuat Iran terhindar dari sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan UE.
Thursday, February 19, 2015
Analis: Bankir AS Sulut Perang Demi Selamatkan Ekonomi
Islam Times - Deflasi di Amerika Serikat yang menjulang tinggi membuat bankir-bankir di sana berusaha mendorong perang baru, ungkap seorang analis, mengisyaratkan eratnya perselingkuhan militer dan ekonomi.
"Itulah yang dilakukan Amerika, karena kami punya badan industri militer kompleks yang tergantung pada pertikaian dan tersulutnya perang demi menjaga keberlangsungannya. Hanya ini yang kami punya secara ekonomi," tutur Dean Henderson, jurnalis dan analis Amerika seperti dilansir Press TV.
Menanggapi pidato Dennis Rose, mantan pejabat Gedung Putih, di Tel Aviv yang mengancam Iran terkait program nuklirnya, Henderson menegaskan pernyataan Rose tak lain gertak sambal belaka.
"Dennis Rose pengkhianat. Saya bahkan tidak bisa percaya ada orang yang mengirim orang ini untuk mengatakan pada Bibi [Netanyahu] bahwa 'Semua oke saja, kami akan membom Iran jika Anda mau,'" lanjutnya.
Iran dan enam negara dunia : AS, Cina, Inggris, Perancis, Rusia plus Jerman -- tengah berunding untuk mencapai kesepakatan akhir perihal program energi nuklir damai Republik Islam
Subscribe to:
Posts (Atom)


