Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

Friday, October 21, 2016

Awak Kapal Induk Rusia Arahkan Senjata ke Daratan Inggris

Awak Kapal Induk Rusia Arahkan Senjata ke Daratan Inggris
Armada kapal induk Admiral Kuzentsov akhirnya melintasi Selat Inggris pada Jumat (21/10/2016) dalam perjalanan ke Mediterania untuk misi militer di Suriah. Media Inggris melaporkan bahwa kapal induk Rusia itu melakukan aksi provokatif di mana awak kapal membidikkan semua senjata ke arah daratan Inggris.

Para warga Inggris di Dover dibuat tercengang karena untuk pertama kalinya menyaksikan kapal induk yang sarat jet tempur dan berbagai senjata melintas. Mereka juga melihat langsung kapal selam yang jadi bagian dari armada kapal Admiral Kuznetsov.

Sejumlah foto yang dirilis media-media Inggris menunjukkan para personel militer Rusia berdiri di dek kapal. Mereka berbalut rompi tahan peluru dan helm membidikkan senapan otomatis dan senapan serbu AK-47 ke wilayah daratan Inggris.

Kapal raksasa Rusia itu juga menyemburkan asap hitam tepat ketika melewati Selat Inggris. Angkatan Laut Inggris memantau ketat pegerakan armada kapal Admiral Kuznetsov.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan manuver armada kapal induk Rusia tersebut  bertujuan untuk menguji kemampuan dari Angkatan Laut Inggris dan sekutu NATO-nya.

Kementerian Pertahanan melalui seorang juru bicara mengkonfirmasi kedatangan armada kapal induk Rusia. ”Mereka semua dalam satu baris sekarang. Mereka secara efektif melalui skema pemisah lalu lintas, dan mereka mengalami kemajuan seperti yang diharapkan,” kata kementerian itu, seperti dikutip Daily Mail.

”Mereka tidak diperlambat atau dipercepat,” lanjut Kementerian Pertahanan Inggris. ”Kami masih tidak tahu di mana itu dan bagaimana mereka akan ke sana, tapi sejauh ini semuanya persis bagaimana kami mengharapkan itu.”

Peneliti kelautan, Nigel Scutt, yang berada di perahu sewaan di Dover Marina, sengaja ingin melihat lebih dekat kapal induk Rusia itu. “Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami saling silang jalan saat mereka tiba dan kami berhasil melihatnya benar-benar dekat dengan mereka,” ujar Scutt.

”Ini hampir mustahil untuk melihat armada kapal perang yang tangguh seperti itu hari ini, ini menakjubkan,” katanya. ”Saya telah melihat sebuah kapal selam Rusia melalui Selat Inggris sebelumnya dan pada kesempatan ini kami melambaikan tangan untuk kru mereka balas melambai,” katanya lagi. - Sindo

Kapal Induk Rusia Bikin Inggris Takut

Kapal Induk Rusia Bikin Inggris Takut
Seorang penyiar berita stasiun televisi (TV) Kremlin, Svezda, menyebut kedatangan armada kapal induk Admiral Kuznetsov di Selat Inggris telah membuat militer Angkatan Laut Inggris takut. Klaim ini sebagai ledekan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya ahli militer Rusia menyebut militer Inggris lemah.

Armada kapal induk Rusia itu melewati Selat Inggris pada Jumat (21/10/2016) saat melakukan perjalanan ke Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah.”NATO takut dengan kapal Rusia yang bergerak menuju Suriah,” kata  penyiar televisi Kremlin bernama Vladimir Mukhin tersebut.

Mukhin juga menulis ledekannya itu di sebuah kolom di Nezavisimaya Gazeta berjudul; ”Admiral Kuznetsov, Inggris takut”.

Pyotr Klintsevich, wakil pertama dari Komite Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia memastikan armada kapal induk Admiral Kuzentsov siap tempur Suriah.

”Kami memahami bahwa kapal tersebut bersenjata, dan bahwa mereka tidak hanya pergi untuk berjalan-jalan dengan tongkat,” ujarnya ”Fakta bahwa saat ini kapal-kapal militer, termasuk sebuah kapal kelas satu, maju. Itu bagian dari tugas pelatihan tempur.”

Perdana Menteri Theresa May mengutuk keputusan Rusia untuk menyebarkan kapal induk ke Suriah. “Kami harus menunjukkan bahwa sikap Eropa kuat dan bersatu dalam menghadapi agresi Rusia,” katanya, seperti dkutip Mail Online, Jumat (21/10/2016).

”Inggris telah menempatkan tindakan Rusia di Suriah dalam agenda KTT ini. Kami harus terus bekerja sama dan itu penting bahwa kita bekerja sama untuk terus menekan Rusia untuk menghentikan kekejaman mengerikan yang, kekejaman memuakkan di Suriah.” - Sindo

Tuesday, October 18, 2016

Armada Kapal Induk Rusia Unjuk Kekuatan Kepada Inggris

Armada Kapal Induk Rusia Unjuk Kekuatan Kepada Inggris
Angkatan Laut (AL) Inggris bersiaga untuk mencegat armada kapal perang Rusia yang dilaporkan akan memasuki wilayah perairan negara itu. Armada kapal perang bersenjata berat Rusia diketahui tengah melakukan perjalanan ke Suriah.

Angkatan bersenjata Norwegia menangkap gambar dari armada kapal perang Rusia yang berlayar di lepas pantai, termasuk sebuah kapal induk, kapal selam dan kapal perang bertenaga nuklir. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah AL itu bersiaga setelah terungkap bahwa Rusia berencana untuk mengirim armada kapal perang di sepanjang pantai Inggris untuk melakukan perjalanan ke Mediterania.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/10/2016), sebuah sumber dari Departemen Pertahanan mengatakan armada kapal perang Rusia berada di utara Skotlandia dan akan menuju ke arah Selat Inggris dalam beberapa hari. "Armada Rusia, yang meliputi kapal induk Admiral Kuznetsov, akan dikawal oleh kapal perusak," kata sang sumber.

Kemunculan armada kapal perang Rusia ini terjadi ditengah ketegangan antara Barat dan Rusia. Kremlin dinilai tengah memberikan pertunjukkan kekuatan tepat di depan Inggris. Dua kapal perang Inggris, mungkin HMS Duncan dan HMS Richmond, akan digunakan oleh AL Inggri untuk mengawal kapal tersebut melewati Inggris, seperti dilaporkan The Times melaporkan.

Kapal-kapal perang Rusia tersebut berangkat dari pelabuhan angkatan laut dari Severomorsk. Setelah tiba di lepas pantai Suriah, Admiral Kuznetsov diharapkan akan mengambil posisi di wilayah itu selama hampir setengah tahun. - Sindo

Saturday, October 15, 2016

Rusia Gunakan Senjata Inflatable untuk Teknologi Satelit Barat

Rusia Gunakan Senjata Inflatable untuk Teknologi Satelit Barat
Rusia diam-diam menyebarkan senjata inflatable dalam upaya untuk mengelabui satelit Barat yang memantau gerakan militer Vladimir Putin. Senjata ini bisa membuat Barat berpikir Rusia memiliki jumlah tentara yang sangat besar.

Inflatable dalam arti harfiah adalah benda yang dapat digelembungkan. Terkait hal ini, angkatan udara Rusia menggunakan balon udara panas untuk menipu jet mata-mata agar berpikir Rusia mempunyai persenjataan yang lebih besar daripada sebenarnya. Rusia dipercaya menggunakan teknik ini terhadap MiG-31 dan Su-27 Fighter, tank T-72 dan tank tempur utama T-80, sistem rudal S-300.

Seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016), balon udara ini dipercaya mempunyai panjang hingga 200 meter dan dapat mengempis dalam hitungan menit. Keberadaan balon-balon ini menjadi alternatif yang fleksibel dan murah agar mesin-mesin perang tersebut terlihat nyata.

Senjata inflatable ini dibuat oleh Rusbal, sebuah perusahaan yang menyediakan Kementerian Pertahanan Rusia balon tank, jet, dan peluncur rudal. "Jika Anda mempelajari pertempuran besar dalam sejarah, Anda akan melihat bahwa tipuan memenangkannya setiap waktu. Tidak ada yang pernah pihak jujur itu menang," kata Aleksei Komarov, insinyur militer yang membantu menciptakan inflatables, mengatakan kepada New York Times.

Perusahaan ini tidak hanya mengkhususkan diri dalam menciptakan balon udara panas tetapi juga menghasilkan model senjata termasuk mesin radar ketinggian rendah.

Untuk sebuah tank T-80 yang mempunyai berat 154 pon, dikenakan biaya sekitar 10.000 pounds, dan paket ke dalam dua tas ransel. Sedangkan untuk seluruh batalyon tank palsu yang berjumlah 31 buah dikenakan biaya sekitar 300 ribu pounds dan hanya butuh dua setengah jam untuk menyiapkan.

Direktur Rusbal Maria Oparina mengakui ada "banyak skeptisisme" pada awalnya, tetapi sekarang perusahaan tersebut mengekspor balon di seluruh dunia. Perusahaan membuat sekitar 2 juta pounds dari balon tiup sistem rudal antipesawat S-300 untuk di jual ke Iran.

Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris

Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris
Angkatan Laut Ingggris meyakini Rusia akan mengirim armada kapal induk mendekati wilayah Inggris akhir bulan ini setelah kedua negara bersitegang soal krisis Suriah. Inggris dan sekutu NATO-nya sedang menyusun rencana untuk mengawal hingga delapan kapal perang Rusia yang diyakini akan mendekati wilayah Inggris.

Angkatan Laut Inggris percaya Kremlin akan menggunakan pelayaran armada kapal induk sebagai kesempatan untuk menunjukkan kekuatan saat melintasi selat Inggris. Armada kapal induk Rusia juga diyakini akan menggelar latihan militer di kawasan lepas pantai Inggris dan Prancis.

Persiapan Angkatan Laut Inggris itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson berkomentar yang memanaskan ketegangan kedua negara. Johnson mengatakan bahwa dia ingin melihat demonstrasi di luar Kedutaan Rusia di London atas peran Moskow dalam konflik Suriah.

Kapal induk Rusia yang diprediksi akan mendekati wilayah Inggris adalah kapal Admiral Kuznetsov dengan berat 55.000 ton. Militer Inggris memprediksi kapal induk Rusia berserta rombongannya tersebut akan bermanuver “kucing-tikus” melintasi Atlantik Utara menuju Teluk Biscay dan kemudian ke Laut Mediterania.

Salah satu sumber Angkatan Laut NATO mengatakan kapal Rusia akan meninggalkan Severomorsk di dekat Murmansk dan bisa mendekati wilayah Inggris beberapa pekan lagi.

“Ini tidak mendapatkan kami terkejut, kami bekerja sampai apa yang harus dilakukan dan kami semua di atasnya. Hal yang paling mungkin adalah bahwa mereka akan pergi melalui Laut Utara, menyusuri Selat Dover dan melalui Selat (Inggris),” katanya.

”Mereka bahkan mungkin berhenti di lepas pantai North East,” ujar sumber Angkatan Laut NATO itu, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (15/10/2016).

Kapal perang Angkatan Laut Inggris Type 23 fregat dan Type 45 sedang dipersiapkan untuk memantau armada kapal induk Rusia jika setiap saat muncul. Selain itu, pesawat mata-mata RAF Rivet Joint, C130 Hercules dan jet Typhoon juga akan siaga.

Tapi sumber mengatakan, dengan singkat Royal Navy kapal dan pelaut, kapal perang harus dialihkan dari misi lainnya untuk memenuhi kapal Rusia.

Militer Rusia memang pernah mengumumkan akan mengirim armada kapal induk Admiral Kuznetsov ke Laut Mediterania dan siaga di lepas pantai Suriah hingga lima bulan. Armada kapal induk itu akan memperkuat militer Rusia yang melakukan operasi di Suriah membantu pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun, Rusia tidak menyebut armada kapal induk itu akan melewati Selat Inggris.

Friday, October 14, 2016

Rusia Bakal Teken Kesepakatan Pasok S-400 ke India

Rusia Bakal Teken Kesepakatan Pasok S-400 ke India
Presiden Rusia Vladmir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan menandatangani kesepakatan perihal pengiriman sistem rudal pertahanan anti-pesawat tercanggih Rusia, S-400 Triumph, ke India. Pada Desember tahun lalu, India sudah setuju membeli lima sistem rudal S-400 Rusia.

”Sebagai hasil dari pertemuan (Putin) dengan Narendra Modi, perjanjian untuk memasok India dengan sistem rudal anti-pesawat S-400 Triumph akan ditandatangani bersama dengan sejumlah dokumen lainnya,” kata Yury Ushakov, seorang ajudan Putin urusan kebijakan luar negeri hari Jumat (14/10/2016) seperti dikutip Itar-TASS.

”Beberapa dokumen akan ditandatangani di balik pintu tertutup,” ujar Ushakov. Dia tidak bersedia membahas rinci soal kesepakatan pengiriman sistem rudal pertahanan paling mutakhir Rusia itu.

Sistem rudal pertahanan atau sistem anti-rudal S-400 Rusia diproduksi oleh Almaz Antey dan diperkenalkan ke layanan militer Rusia pada tahun 2007. S-400 dapat menghantam target di udara dan darat dalam jarak hingga 400 km (248 mil).

Pada bulan Agustus tahun ini, S-400 telah dikerahkan ke Crimea, wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada 2014. Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah mengumumkan bahwa 16 resimen Angkatan Darat Rusia akan dilengkapi dengan S-400 pada akhir tahun ini.

Pada 2015, S-400 juga dikerahkan ke wilayah Arktik Rusia dan ke Pangkalan Angkatan Udara Rusia di Latakia, Suriah. Pembeli asing pertama S-400 Rusia adalah China, dengan kesepakatan yang diumumkan pada musim semi 2015. Transaksi kesepakatan itu disebut-sebut mencapai sekitar USD3 miliar. - Sindo

Pilot Inggris Diperbolehkan Tembak Jatuh Jet Rusia di Suriah

Pilot Inggris Diperbolehkan Tembak Jatuh Jet Rusia di Suriah
Pilot-pilot angkatan udara Inggris dikabarkan mendapatkan lampu hijau untuk menembak jatuh jet Rusia saat melakukan misi terbang di Suriah dan Iran jika mereka merasa terancam. Kabar terbaru ini dilaporkan oleh media The Sunday Times.

"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.

"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).

Jet tempur Tornado milik Inggris akan dipersenjatai dengan roket pencari panas AIM-132. Roket ini memiliki jangkauan yang lebih panjang dari roket lainnya, sehingga pilot angkatan udara Inggris bisa menembak jatuh pesawat musuh tanpa harus melihat target.

"Sampai sekarang, jet Tornado telah dilengkapi dengan 500lb bom yang dipandu via satelit yang tidak mempunyai atau hanya sedikit menimbulkan ancaman perang di udara. Tapi pada minggu-minggu terakhir situasi telah berubah. Kita perlu menanggapinya dengan sesuai," ujar sebuah sumber di Departemen Pertahan Inggris.

Namun, sumber lain mengatakan bahwa situasi semakin parah. "Kami perlu melindungi pilot kami tapi pada saat yang sama kami mengambil langkah lebih dekat dengan perang. Hanya perlu menembak jatuh satu pesawat dalam perang di udara maka seluruh lanskap akan berubah," katanya.

Wednesday, October 12, 2016

Menlu Inggris : Putin Penjahat Perang

Menlu Inggris : Putin Penjahat Perang
Menteri Luar Negeri Inggris Borish Johnson menyebut Presiden Rusia Vliadimir Putin sebagai penjahat perang. Hal itu dia sampaikan saat menyampaikan pidato pertama di hadapan Parlemen Inggris.

Johnson mengatakan, Putin harusnya diselidiki oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas apa yang dia lakukan di Suriah. Menurut Johnson, apa yang dilakukan Putin di Suriah masuk dalam kategori kejahatan perang.

"Saya ingin melihat Putin diselidiki oleh Pengadilan Kriminal Internasional, terkait dengan serangan terbesar dan berpotensi paling mematikan sejak pecahnya perang sipil Suriah lebih dari lima tahun yang lalu," kata Johnson, seperti dilansir The National pada Rabu (12/10).

Sementara itu, di kesempatan yang sama juga dia juga membahas mengenai zona larangan terbang di Suriah. Johnson mengatakan, zona larangan terbang akan sia-sia jika tidak ada pihak yang berani mengambil langkah tegas kepada mereka yang melanggar hal tersebut.

"Zona larangan terbang akan sia-sia kecuali Inggris siap untuk menembak jatuh pesawat atau helikopter yang melanggar zona itu. Kita harus berpikir sangat hati-hati tentang konsekuensi," tukasnya,

Tuesday, August 9, 2016

Pasukan Khusus Inggris yang Beroperasi di Suriah

pasukan-khusus-inggris-yang-beroperasi-di-suriah
Sejumlah gambar yang menunjukkan keberadaan pasukan khusus Inggris di Suriah muncul ke permukaan untuk pertama kalinya. Foto-foto tersebut dimunculkan oleh kantor berita BBC.

Foto-foto, yang diambil pada bulan Juni tahun ini, menunjukkan tentara bersenjata berat dengan kendaraan Al-Thalab. Kendaraan Al Thalab, diambil dari bahasa Arab untuk rubah, adalagh kendaraan militer jenis Toyota 4x4.



Kendaraan militer terlihat ditempatkan di sebalah pangkalan Angkatan Darat Suriah yang dikuasai kelompok pemberontak di Al Tanaf, dekat perbatasan Suriah dengan Irak. Para prajurit dilaporkan mengamankan pangkalan itu pasca serangan ISIS yang gagal seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/8/2016).

Sebelumnya Parlemen Inggris telah menolak proposal untuk mengirim pasukan Inggris ke Suriah. Namun, Parlemen Inggris memperbolehkan serangan udara terhadap ISIS pada akhir 2015 dan memperpanjang aksi militer Inggris di negara yang dilanda konflik.

Media Inggris Daily Mail yang dianggap sebagai media konservatif menyebut kehadiran pasukan khusus Inggris di Suriah sebagai perang darat rahasia. Daily Mail dan The Guardian menegaskan bahwa kehadiran pasukan khusus Inggris di Suriah tidak memerlukan persetujuan parlemen.

Sejauh ini, para pemberontak Suriah mengakui bahwa mereka menerima bantuan dari Inggris setidaknya dalam pelatihan. Namun mereka menolak mengomentari keberadaan pasukan Inggris. "Kami menerima pelatihan dari pasukan khusus mitra kami Inggris dan Amerika. Kami juga mendapatkan senjata dan peralatan dari Pentagon serta dukungan serangan udara lengkap," kata seorang pejabat pasukan pemberontak dengan isyara anonim.

Friday, July 29, 2016

PM Inggris Ancam Serang Rusia dengan Nuklir

Situs berita Rusia mengabarkan bahwa PM Britania Raya atau Inggris, Theresa May, telah mengeluarkan ancaman kepada Rusia dengan senjata nuklir sekali lagi, saat ia berbicara pada sebuah konferensi pers setelah kunjungannya ke Bratislava.

Pravda.Ru melaporkan pada Jum’at (29/07) bahwa Wartawan dari saluran TV3 Slovakia menanyakan kepada Theresa May apakah dia benar-benar siap untuk menggunakan senjata nuklir melawan Rusia.
Dalam kesempatan itu May mengklaim bahwa sebuah voting yang sangat signifikan pernah benar-benar digelar di Parlemen Inggris minggu lalu mengenai kelanjutan program nuklir Inggris katanya, “Selama perdebatan muncul pertanyaan apakah saya sudah siap untuk menggunakan senjata nuklir sebagai alat pencegah menakutkan. Jawaban saya adalah ‘Ya!’

Sebagaimana sebelumnya dilaporkan Pravda.Ru, Parlemen Inggris memutuskan untuk memperbaharui Trident penangkal nuklir dan siap untuk menghabiskan puluhan miliaran pound untuk itu. Hari ini tentara Inggris memiliki empat kapal selam nuklir, yang mampu membawa rudal dengan termonuklir dan hulu ledak nuklir.

Sunday, April 5, 2015

Kapal Selam Inggris Rusak saat Mengejar Kapal Selam Russia

LiputanIslam - Kapal selam Inggris HMS Telent mengalami kerusakan akibat menabrak bongkahan es dalam sebuah misi pelacakan kapal Rusia di kawasan Laut Utara. Demikian media Inggris The Daily Mail melaporkan sebagaimana dikutip media Rusia Sputnik, hari Minggu (5/4).


Akibat kerusakan itu AL Inggris mengalami kerugian sebesar £500,000 atau hampir Rp 10 miliar. Insiden dilaporkan terjadi tahun lalu namun tidak disebutkan tanggalnya. Kapal tersebut masuk ke pusat perbaikan kapal-kapal selam (Submarine Refit Complex) di Devonport bulana lalu dan dibutuhkan beberapa bulan untuk memperbaikinya. Demikian laporan itu menyebutkan.

Kapal selam berbobot 5.300 ton dan diawaki oleh 130 orang itu mengalami kerusakan di bagian menaranya setelah menabrak bongkahan es yang mengapung. Namun Kemenhan Inggris membantah kalau kerusakan tersebut disebabkan oleh serempetan dengan kapal Rusia yang dikejarnya.

Seorang pejabat AL Inggris (Royal Navy) mengatakan kepada The Daily Mail bahwa ‘menabrak bongkahan es adalah masalah yang sering dihadapi’. Akibat insiden itu, lapisan ‘acoustic tiles’ yang berfungsi meredam suara benturan ombak, mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
Insiden tersebut mendapat perhatian media-media sosial Rusia dengan sebagian besar netizen Rusia mengolok-olok Inggris dalam insiden itu.

“HMS Talent mengalami kerusakan di menaranya karena tabrakan dengan lapisan es. Komandan bongkahan es dan awaknya telah mendapatkan penghargaan,” tulis seorang netizen seperti dilansir Sputnik.
Daily Mail menyebutkan insiden ‘menabrak es’ telah terjadi beberapa kali sebelumnya, terutama di era Perang Dingin. Pada tahun 1981, misalnya, terjadi tabrakan antara kapal selam bertenaga nuklir HMS Sceptre dengan kapal selam bertenaga nuklir Rusia K-211, namun Inggris melaporkan insiden tersebut sebagai tabrakan dengan es.

Sebagaimana pesawat-pesawat perangnya, kapal-kapal perang Inggris terlibat dalam permainan ‘kejar-intai’ yang intensif dengan kapal-kapal perang Rusia dalam setahun terakhir terkait dengan memanasnya hubungan Rusia dengan negara-negara NATO karena konflik Ukraina.

HMS Talent adalah kapal selama pemburu kapal selam yang diluncurkan Inggris tahun 1988. Selain peralatan elektronik canggih untuk melacak keberadaan kapal-kapal musuh, kapal selam ini juga dilengkapi dengan rudal-rudal jelajah Tomahawk yang digunakan untuk melakukan serangan-serangan di darat.

Saturday, April 4, 2015

Kesepakatan nuklir Iran : Iran Tak Boleh Bangun Reaktor Nuklir Selama 15 Tahun

Okezone – Iran dan enam negara besar (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan China) sepakat untuk menandatangani kesepakatan nuklir Iran pada Kamis 2 April di Laussane, Swiss.

“Ini adalah keputusan yang penting sebelum perjanjian damai. Kami akan memulai untuk merumuskannya kesepakatan damai tersebut,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (3/4/2015).


Para diplomat dari masing-masing negara telah melakukan perundingan selama delapan hari untuk membahas program nuklir Iran. Inti dari kesepakatan mereka adalah Iran diperbolehkan untuk tetap memproduksi uranium demi kepentingan pembangkit listrik di negaranya.

Namun, Iran akan mematuhi batas maksimal produksi uraniumnya. Selain itu, Iran harus mengurangi jumlah reaktor nuklirnya dan tidak diperbolehkan untuk membangun reaktor nuklir baru dalam jangka waktu 15 tahun.

Kesepakatan itu belum merupakan keputusan final. Para diplomat masih akan merumuskan perjanjian damai yang sifatnya permanen.

Kesepakatan damai ini setidaknya dapat membuat Iran terhindar dari sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan UE.

Tuesday, March 31, 2015

Siap Konfrontasi dengan Rusia, 30 Jet Tempur Inggris Bermanuver

Sindonews - Lebih dari 30 pesawat jet tempur Angkatan Udara Inggris bermanuver dalam latihan militer besar-besaran. Sumber-sumber militer Inggris mengkonfirmasi, bahwa latihan militer besar-besaran itu untuk menegaskan bahwa Inggris siap konfrontasi dengan Rusia.


”Rusia telah pasti digambarkan sebagai latar belakang dari latihan ini,” kata seorang pejabat di korps Angkatan Udara Inggis kepada The Sunday Express. Media itu mengutip sumber lain di jajaran militer Inggris, bahwa latihan militer puluhan pesawat jet tempur itu untuk menunjukkan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa Inggris siap konfrontasi dengan Rusia.

Dalam latihan itu, pesawat-pesawat jet Tornado melakukan serangan dari Norwegia. Kemudian dicegat tim pesawat jet tempur Typhoon dari beberapa lokasi di Timur Laut Inggris dan Skotlandia.

”Karena komitmen kami untuk terus beroperasi di luar negeri, ini adalah pertama kalinya kami telah memiliki spektrum penuh terkait kemampuan kami,” kata seorang komandan militer Inggris, Andy Coe, seperti dilansir Russia Today, Senin (30/3/2015).

Manuver besar-besaran pesawat jet tempur Inggris ini digelar setelah Rusia bekali-kali mengerahkan pesawat pembom Rusia, Tu-95 di dekat wilayah udara lepas pantai Cornwall. Rusia mengklaim operasi pesawat pembom mereka tidak pernah masuk ke langit Inggris. Rusia juga membela diri, bahwa operasi pesawat pembom mereka berada di wilayah udara internasional.

Menteri Luar Negeri Philip Hammond telah menganggap Rusia bertindak kurang ajar. ”Pesatnya laju Rusia dalam usaha untuk memodernisasi kekuatannya, dan dikombinasikan dengan sikap militer Rusia yang semakin agresif, telah memicu perhatian yang signifikan,” ujarnya beberapa waktu lalu. ”Rusia memiliki potensi untuk menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan kami.”

Monday, February 23, 2015

Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak : Irak Tembak Jatuh Dua Pesawat Inggris




Irib - Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak berhasil menembak jatuh dua pesawat Inggris yang membawa senjata untuk para teroris ISIS di provinsi al-Anbar.


Hakim al-Zamili, Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak hari Senin (23/2) menyatakan bahwa provinsi al-Anbar memiliki daerah yang luas dan warga di sana melaporkan setiap harinya pesawat-pesawat Amerika dan Inggris mengirim senjata kepada para teroris ISIS, demikian dilaporkan Media Center Parlemen Irak.

Al-Zamili menyebutkan Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak memiliki gambar dua pesawat Inggris yang jatuh dengan membawa senjata dan amunisi untuk teroris ISIS.

Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Irak meminta penjelasan Amerika yang berusaha menjadikan provinsi al-Anbar yang tidak aman sebagai pangkalannya di dekat Baghdad.

Sementara itu, Khalid al-Obeidi, Menteri Pertahanan Irak hari Ahad (22/2) menegaskan bahwa Angkatan Udara Irak akan menembak jatuh setiap pesawat yang membantu teroris ISIS.

Namun Haidar al-Ibadi, Perdana Menteri Irak hari Senin (23/2) menolak isu terkait sejumlah pesawat koalisi internasional yang berusaha mempersenjatai anasir ISIS dan mengatakan bahwa Irak tidak akan pernah bekerjasama dengan pihak yang mendukung terorisme.

Sunday, February 22, 2015

PM Inggris Perintahkan Intelijen Hancurkan Spionase Rusia



Irib - Sebuah surat kabar Inggris menulis, Perdana Menteri Inggris menginstruksikan badan intelijen dan keamanan negara itu untuk memutus jaringan spionase Rusia di Inggris.

IRNA (22/2) melaporkan, Sunday Times, Ahad (22/2) dalam salah satu laporannya mengutip sumber keamanan Inggris mengabarkan, "Perlakuan terhadap pejabat intelijen Rusia yang beraktivitas di Inggris berubah."


Menurut Sunday Times, Badan Intelijen internal Inggris Mi5 memerintahkan lembaga-lembaga di bawahnya untuk melakukan pengawasan permanen atas aktivitas Kremlin di London.

Menurut koran itu, sebuah perang dingin baru sedang terbentuk. Badan-badan intelijen Inggris juga tengah merekrut orang-orang yang bisa berbahasa Rusia untuk dipekerjakan di badan intelijen, keamanan dan mata-mata, Mi5, Mi6 juga Staf Komunikasi Inggris.

Ditambahkannya, "Kantor pemerintah Inggris mengagendakan penambahan anggaran keamanan cyber untuk melawan serangan-serangan cyber Rusia terhadap infrastruktur-infrastruktur Inggris."

Michael Fallon, Menteri Pertahanan Inggris juga mengeluarkan perintah untuk para pilot Angkatan Udara negara itu terkait pelacakan pesawat-pesawat militer Rusia.

Friday, February 20, 2015

Intelijen AS dan Inggris Akses Miliaran Data Ponsel



Islam Times - Mata-mata Amerika dan Inggris bisa mengakses miliaran ponsel di seluruh dunia, ungkap seorang mantan intelijen.

Dikutip dari The Guardian, Edward Snowden merilis dokumen baru yang menunjukkan badan intelijen AS, NAS dan Inggris, GCHQ menyusup ke sebuah pabrik kartu sim Belanda Gemalto dan mencuri kunci enkripsi yang memudahkan mereka memantau panggilan telepon dan data.


Staf pengacara di electronic Frontier Foundation Mark Rumold mengatakan kedua badan intelijen itu melanggar  hukum Belanda dan bisa jadi melakukan hal yang sama di belahan dunia lain.

Sebelumnya, Jerman murka saat mengetahui Amerika juga memata-matai pejabatnya.

Gemalto per tahun mencetak 2 miliar kartu sim termasuk AT&T, Sprint, T-Mobile dan Verizon. Perusahaan ini beroperasi di 85 negara dan menyediakan kartu sim untuk 450 penyedia jaringan nirkabel global.

Enkripsi curian akan memudahkan intelijen mengawasi komunikasi ponsel tanpa perlu persetujuan atau pengetahuan perusahaan telekomunikasi dan pemerintah asing.

Pakar tekhnologi Amerika, Chris Soghoian mengatakan pembocoran data terakhir Snowden menunjukkan warga kini tak bisa mempercayai AT&T, Verizon atau apa pun saat ini.

Thursday, February 19, 2015

Inggris Tolak Campur Tangan Militer Asing di Libya


Voaindonesia - Pemerintah Inggris hari Kamis menolak mengirim pasukan internasional ke Libya dan mencabut embargo senjata terhadap negara di Afrika Utara itu, sehari setelah sidang darurat Dewan Keamanan PBB tentang meningkatnya kekerasan di negara itu.

Berbicara dalam kunjungan resmi ke Aljazair, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menghimbau solusi politik di Libya di mana para militan yang mengklaim bersekutu dengan kelompok ISIS merilis video pembunuhan 21 warga Mesir awal pekan ini.


Mesir meminta campur tangan asing setelah serangan udara mereka hari Senin terhadap sasaran-sasaran militan di sana.

Jordan mengedarkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB hari Rabu yang akan mencabut embargo senjata terhadap pemerintah Libya, dan berusaha menghentikan aliran senjata ke militan dan mendorong pemerintah Libya yang diakui internasional untuk kembali ke ibukota di Tripoli.

Mediasi PBB telah gagal menciptakan perdamaian antara milisi dan dua pemerintahan yang bersaing, yang telah meninggalkan negara itu dalam gejolak berkelanjutan setelah penggulingan pemimpin Moammar Gadhafi tahun 2011.

Menteri Luar Negeri Libya Mohammed al-Dairi menegaskan Libya tidak meminta campur tangan militer internasional.

Utusan khusus PBB untuk Libya, Bernardino Leon, berbicara kepada Dewan Keamanan PBB melalui teleconference, mengatakan pembahasan krisis politik tetap menjadi prioritas paling penting.

Libya dikenakan embargo senjata sejak tahun 2011. Pemerintah, yang diakui secara internasional kini beroperasi dari Tobruk, telah mengajukan petisi kepada komite PBB untuk meminta disetujuinya penjualan senjata tertentu, namun masih ada kekhawatiran bahwa senjata-senjata tersebut bisa berakhir di tangan banyak kelompok militan di Libya jika embargo itu dicabut.

Inggris: Putin Merupakan Ancaman bagi Baltik



Voaindonesia - Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon hari Kamis (19/2) mengatakan Rusia menimbulkan "bahaya nyata" bagi keamanan Eropa dan bisa mengacaukan negara-negara di Baltik.

Berbicara kepada wartawan yang bepergian dengannya ke Sierra Leone, Fallon mengatakan "khawatir tentang tekanan (Putin) di Baltik, cara Putin yang sedang menguji NATO," dan menyebut pemimpin Rusia itu "sebagai ancaman besar bagi Eropa seperti ISIS."


Fallon mengatakan ketegangan antara Rusia dan NATO "meruncing,'' dan NATO harus siap menangkis serangan apapun yang mengancam Estonia, Latvia dan Lithuania.

Rusia dengan cepat membantah pernyataan Michael Fallon, katanya ucapan itu melanggar "etika diplomatik."

Berbicara dalam konferensi mingguan di hadapan para wartawan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich hari Kamis mengatakan NATO telah mengada-ada tentang "mitos ancaman Rusia yang tidak pernah ada."

Dalam laporan kantor berita Interfax Lukashevich menuduh NATO menjadi ancaman, di mana Rusia telah "memperhitungkannya dalam rencana militer mereka."

Komentar Michael Fallon datang selagi pertempuran berlanjut di Ukraina timur, meskipun Eropa berupaya mempertahankan gencatan senjata.

Analis: Bankir AS Sulut Perang Demi Selamatkan Ekonomi


Islam Times - Deflasi di Amerika Serikat yang menjulang tinggi membuat bankir-bankir di sana berusaha mendorong perang baru, ungkap seorang analis, mengisyaratkan eratnya perselingkuhan militer dan ekonomi.

"Itulah yang dilakukan Amerika, karena kami punya badan industri militer kompleks yang tergantung pada pertikaian dan tersulutnya perang demi menjaga keberlangsungannya. Hanya ini yang kami punya secara ekonomi," tutur Dean Henderson, jurnalis dan analis Amerika seperti dilansir Press TV.


Menanggapi pidato Dennis Rose, mantan pejabat Gedung Putih, di Tel Aviv yang mengancam Iran terkait program nuklirnya, Henderson menegaskan pernyataan Rose tak lain gertak sambal belaka.

"Dennis Rose pengkhianat. Saya bahkan tidak bisa percaya ada orang yang mengirim orang ini untuk mengatakan pada Bibi [Netanyahu] bahwa 'Semua oke saja, kami akan membom Iran jika Anda mau,'" lanjutnya.

Iran dan enam negara dunia : AS, Cina, Inggris, Perancis, Rusia plus Jerman -- tengah berunding untuk mencapai kesepakatan akhir perihal program energi nuklir damai Republik Islam

Jet Tempur Typhoon Inggris Cegat Pesawat Pengebom Rusia

Typhoon vs TU-95

VIVA - Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) pada Rabu malam kemarin mengirimkan dua jet tempur (RAF) jenis Typhoon untuk mencegat pesawat pengebom milik Rusia yang tengah terbang di atas wilayah Cornwall. Pesawat pengebom itu diketahui berjenis Tupolev TU-95 dan kerap disebut sebagai beruang.


Harian Inggris, The Telegraph, Kamis, 19 Februari 2015 melansir, tidak menyebut jumlah pesawat pengebom Rusia yang dicegat. Tetapi, laman Dailymail menyebut total terdapat dua pesawat.
Dua jet tempur Inggris menjemput pesawat Rusia yang tengah berada di area udara internasional dan menuju ke barat laut Inggris pada pukul 18.30 waktu setempat. Pesawat Rusia itu dikawal hingga mereka berputar ke arah selatan.

Dicegatnya pesawat pengebom Beruang ini muncul usai dua pekan sebelumnya terjadi kejadian serupa. Namun, dua pekan lalu, pesawat Rusia terbang menuju ke pulau Channel milik Inggris.

MoD di London mengatakan jet tempur Typhoon dikerahkan dari pangkalan militer Coningsby di Lincolnshire.

"Respons cepat jet tempur (RAF) jenis Typhoon dikerahkan kemarin usai pesawat Rusia diketahui terbang dekat wilayah udara Inggris. Pesawat Rusia kemudian dikawal oleh RAF hingga mereka terbang keluar dari area udara kepentingan Inggris," ujar perwakilan dari MoD.

Munculnya pesawat Rusia ini, lanjut MoD, begitu tiba-tiba. Saking geramnya, Kementerian Luar Negeri Inggris kemudian memanggil Duta Besar Rusia untuk Inggris dan memprotes munculnya pesawat militer mereka.

Sebab, kejadian serupa pernah terjadi pada bulan lalu, sehingga menganggu penerbangan sipil dan memicu Inggris untuk mengirimkan jet tempur seperti yang dilakukan kemarin.

Sementara, di stasiun televisi yang dimiliki oleh Kemenhan Rusia, menyiarkan sebuah video terpisah. Dalam video tersebut menunjukkan jet milik organisasi negara-negara Atlantik, NATO, termasuk Inggris terbang bersama pesawat pengebom Rusia.

Stasiun bernama TV Zvezda itu menyebut salah satu korespondennya berhasil mengambil gambar dari dalam pesawat pengebom yang disebut Beruang itu. Menurut laporan korespondennya, pesawat Rusia terbang di zona netral di wilayah perbatasan antara Rusia dengan NATO. Tiba-tiba pesawat itu dicegat.

Cek videonya di sini.

Tidak diketahui dengan jelas kapan gambar itu direkam. Namun, menurut perwakilan MoD, potongan video itu tidak diambil pada Rabu kemarin.

Selain kejadian yang diduga diambil Rabu kemarin, stasiun itu juga menyiarkan jet tempur Prancis, Mirage dan RAF. Dalam laporannya, pesawat pengebom Beruang juga sempat dicegat oleh jet tempur Jerman, Eurofighters.

Ketegangan di antara NATO dengan Rusia makin memburuk karena krisis di Ukraina. Moskow dilaporkan telah meningkatkan jumlah penerbangan militer untuk memeriksa wilayah udara negara-negara NATO.

Jumlah pesawat yang dicegat di negara-negara Baltik dan anggota NATO telah memicu dukungan kebijakan udara di wilayah tersebut. Menurut keterangan Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, pesawat Rusia pada bulan lalu berada di Pulau Channel.

"Kami harus mengirimkan pesawat tempur untuk segera mengusir mereka. Itu hanya untuk menunjukkan kepada Anda, bahwa Anda perlu merespons setiap kali dia (Vladimir Putin-red) melakukan sesuatu seperti itu. Anda harus selalu siap sedia untuk merespons," kata Fallon.

Dalam wawancara yang pernah dilakukan dengan The Telegraph, Fallon secara terang-terangan menyebut ada bahayan yang nyata dan terjadi saat ini, yakni ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin akan menggelar sebuah kampanye penyamaran. Tujuannya, untuk membuat negara-negara Baltik tidak stabil.