Showing posts with label Libya. Show all posts
Showing posts with label Libya. Show all posts
Saturday, February 21, 2015
45 orang tewas dalam pemboman mobil di Libya Timur
Anatarnews - Tripoli (ANTARA News) - Jumlah korban jiwa akibat tiga pemboman mobil secara berbarengan pada Jumat (20/2) di Kota Al-Gubba di Libya Timur telah naik jadi 45, kata beberapa sumber keamanan.
Ledakan secara berbarengan tersebut ditujukan ke satu gedung keamanan setempat, satu stasiun pengisian gas dan tempat tinggal Akila Saleh Issa --Ketua Parlemen, serta menewaskan sedikitnya 45 orang, kata sumber itu.
Lima warga negara Mesir termasuk di antara korban tewas, sementara korban cedera kini diperkirakan berjumlah 80, tambah sumber tersebut.
Ketua Parlemen itu telah dikonfirmasi selamat dalam ledakan tersebut, sebab ia tak berada di kediamannya ketika ledakan terjadi.
Cabang Negara Islam (ISIS) di Libya pada Jumat mengaku bertanggung-jawab di akun Twitternya atas dua serangan bom mobil di dekat gedung keamanan lokal dan kediaman Akila Saleh Issa.
Namun, akun tersebut tidak menyebut-nyebut ledakan ketiga di tempat pengisian gas, kata Xinhua, Sabtu pagi. Kebanyakan korban di tempat itu adalah warga sipil.
Akun Twitter ISIS juga menyiarkan gambar para penyeberang, serta waktu ledakan.
Kota Al-Gubba, 30 kilometer di sebelah barat Derna, kini berada di bawah kendali militer Libya dan pasukan yang setia kepada Mayor Jenderal Khalifa Haftar.
Militer Libya dan pasukan Jenderal Haftar, bersama dengan pendukung mereka yang bersenjata, mengepung kota Derna, kubu gerilyawan yang setia kepada ISIS.
Ketiga ledakan tersebut terjadi beberapa hari setelah serangan udara gabungan Angkatan Udara Libya dan Mesir terhadap sarang gerilyawan.
Serangan udara itu dilancarkan setelah satu video yang disiarkan daring memperlihatkan anggota ISIS memenggal 21 warga negara Mesir yang disandera di Kota Sirte.
Libya, produsen utama minyak di Afrika Utara, telah menyaksikan proses politik yang rusuh setelah pemimpin Libya Muammar Gaddafi digulingkan selama kerusuhan politik 2011.
Negeri tersebut kini menghadapi pergolakan antara dua pemerintah dan parlemen yang bertikai.
Thursday, February 19, 2015
Inggris Tolak Campur Tangan Militer Asing di Libya
Voaindonesia - Pemerintah Inggris hari Kamis menolak mengirim pasukan internasional ke Libya dan mencabut embargo senjata terhadap negara di Afrika Utara itu, sehari setelah sidang darurat Dewan Keamanan PBB tentang meningkatnya kekerasan di negara itu.
Berbicara dalam kunjungan resmi ke Aljazair, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menghimbau solusi politik di Libya di mana para militan yang mengklaim bersekutu dengan kelompok ISIS merilis video pembunuhan 21 warga Mesir awal pekan ini.
Mesir meminta campur tangan asing setelah serangan udara mereka hari Senin terhadap sasaran-sasaran militan di sana.
Jordan mengedarkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB hari Rabu yang akan mencabut embargo senjata terhadap pemerintah Libya, dan berusaha menghentikan aliran senjata ke militan dan mendorong pemerintah Libya yang diakui internasional untuk kembali ke ibukota di Tripoli.
Mediasi PBB telah gagal menciptakan perdamaian antara milisi dan dua pemerintahan yang bersaing, yang telah meninggalkan negara itu dalam gejolak berkelanjutan setelah penggulingan pemimpin Moammar Gadhafi tahun 2011.
Menteri Luar Negeri Libya Mohammed al-Dairi menegaskan Libya tidak meminta campur tangan militer internasional.
Utusan khusus PBB untuk Libya, Bernardino Leon, berbicara kepada Dewan Keamanan PBB melalui teleconference, mengatakan pembahasan krisis politik tetap menjadi prioritas paling penting.
Libya dikenakan embargo senjata sejak tahun 2011. Pemerintah, yang diakui secara internasional kini beroperasi dari Tobruk, telah mengajukan petisi kepada komite PBB untuk meminta disetujuinya penjualan senjata tertentu, namun masih ada kekhawatiran bahwa senjata-senjata tersebut bisa berakhir di tangan banyak kelompok militan di Libya jika embargo itu dicabut.
Qatar tarik dubes dari Mesir terkait serangan Libya
BBC - Qatar menarik duta besarnya untuk Mesir karena pertikaian mengenai serangan udara terhadap sasaran kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Libia.
Qatar menyatakan keberatannya terhadap aksi militer sepihak Mesir kepada negara anggota Liga Arab lainnya, yang dapat dipandang menimbulkan risiko jatuhnya korban sipil.
Hubungan antara Doha dan Kairo menegang dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Qatar mendukung Presiden Mohammed Morsi dan Ikhwanul Muslimin sebelum digulingkan militer Mesir pada tahun 2013.
Jaringan televisi milik Qatar, Al Jazeera, juga menjadi sumber utama ketegangan karena pemerintah Mesir menuduhnya menjadi corong para pendukung Morsi dan beberapa wartahan Al Jazzera dihukum di Mesir.
Angkata Udara Mesir membom markas ISIS di Libia pada hari Senin awal pekan ini sebagai balasan atas pemenggalan 21 warga Kristen Koptik Mesir yang diculik.
Setelah pertemuan di Kairo pada hari Rabu (18/02), Liga Arab mengeluarkan pernyataan yang menekankan "pemahaman menyeluruh" tentang serangan udara dan mendukung desakan Mesir bagi pencabutan embargo senjata PBB terkait pemasokan senjata bagi angkatan bersenjata Libia.
Wednesday, February 18, 2015
Pesawat Libya kembali ke Tripoli setelah Mesir tutup ruang udaranya
ANTARA News, Kairo - Satu pesawat terbang komersial dengan tujuan Istanbul terpaksa kembali ke Tripoli setelah Mesir melarang terbang di ruang udaranya, kata sumber-sumber bandar udara dan maskapai.
Belum ada komentar segera dari Mesir yang melancarkan serangan-serangan udara pada Senin atas sasaran-sasaran yang disangka menjadi sarang Negara Islam di Libya, sehari setelah kelompok itu menyiarkan satu video yang memperlihatkan pemenggalan para pengikut Kristen Koptik Mesir.
Larangan tersebut akan memaksa Libya, yang di dalam negerinya sedang berkecamuk perang saudara, ke arah isolasi lebih jauh sementara Turki merupakan salah satu dari sedikit negara yang pesawat-pesawat Libya masih boleh terbang ke sana. Maskapai-maskapai asing telah meninggalkan produsen minyak itu.
Maskapai-maskapai Libya yang terbang ke Turki perlu melintasi ruang udara Mesir untuk menghindari Siprus sementara negara Uni Eropa telah memberlakukan larangan terbang karena alasan-alasan keamanan.
Pesawat terbang Libyan Airline tinggal landas menuju Istanbul dari bandara Matiga tetapi kembali setelah Mesir memberitahu maskapai tersebut bahwa pesawat itu tidak diizinkan memasuki ruang udara Mesir, menurut maskapai dan bandara tersebut di laman mereka.
Maroko sebelumnya menyatakan telah menangguhkan semua penerbangan antara kota-kota Maroko dan Libya karena kekhawatiran keamanan.
"Penghentian sementara disebabkan oleh ketaksesuaian dari penerbangan yang berangkat dari bandara Libya dengan standar internasional" kata pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri dan Perhubungan Maroko.
Maroko juga telah memutuskan untuk menutup wilayah udaranya bagi semua pesawat Libya, tambahnya.
Maskapai-maskapai asing menghentikan penerbangan ke Libya Juli lalu ketika satu faksi yang disebut Fajar Libya menyerang satu grup lawannya yang menguasai bandar udara utama Tripoli, mengendalikan ibu kota negara itu setelah pertempuran selama beberapa bulan. Bandara itu dan sebanyak 20 pesawat rusak dalam pertempuran tersebut, kata para pejabat.
Pesawat-pesawat Turkish Airlines sempat kembali tahun lalu terbang ke Misrata, sebelah timur Tripoli. Tetapi maskapai itu menghentikan penerbangan-penerbangan bulan lalu karena serangan-serangan atas bandara tersebut, bagian dari perseteruan antara faksi-faksi bermusuhan yang telah bertempur untuk memperebutkan kekuasaan sejak Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011.
Subscribe to:
Posts (Atom)



