Showing posts with label India. Show all posts
Showing posts with label India. Show all posts

Monday, September 19, 2016

India: Pakistan adalah Negara Teroris

India: Pakistan adalah Negara Teroris
Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh menyebut Pakistan sebagai "negara teroris" setelah militan menyerang pangkalan militer India di Kashmir, hingga menewaskan 20 tentaranya.

"Pakistan adalah negara teroris dan itu harus diidentifikasi dan diisolasi," kata Singh dalam pesan yang diposting di Twitter pribadinya pada hari Minggu.

Menteri Dalam Negeri India menyatakan kekecewaan atas "dukungan langsung Pakistan" pada kelompok-kelompok teroris, dan menekankan bahwa para teroris itu "sangat terlatih dan bersenjata lengkap."

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji bahwa militan yang telah melakukan "serangan teror" akan mendapatkan hukum. "Saya yakinkan bahwa mereka yang berada dibalik serangan keji ini tidak akan luput dari hukuman". - ArrhmahNews

Monday, August 22, 2016

Rusia Akan Membentuk Pakta Pertahanan Tandingan NATO

Rusia Akan Membentuk Pakta Pertahanan Tandingan NATO
Ketua Komisi Pertahanan, Parlemen Rusia mengusulkan pembentukan sebuah aliansi militer baru selain Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO, yang dianggotai Rusia, Cina, India dan Iran untuk memerangi terorisme.

United Press International (19/8) melaporkan, Vladimir Komoedov, Ketua Komisi Pertahanan Parlemen Rusia, Jumat (19/8) menuturkan, sudah tiba waktunya untuk membentuk sebuah aliansi militer non-NATO untuk memerangi terorisme dengan dianggotai Rusia, Cina, India dan Iran.


KITCHEN SET MINIMALIS MODERN


Ia menambahkan, aliansi ini dapat mengalahkan kelompok-kelompok teroris di kawasan Timur Tengah.

Menurut Vladimir Komoedov, keempat negara ini bukan saja punya kapasitas militer, juga memiliki pengaruh politik yang besar.

Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (18/8) di Moskow mengatakan, perundingan Rusia, Iran dan Turki terkait krisis Suriah dan kawasan, efektif. - ParsToday

Friday, April 17, 2015

Iran Ajak India, China dan Rusia Lawan Sistem Rudal NATO

MOSKOW - Iran mengajak Rusia, China dan India untuk melawan sistem perisai rudal NATO. Iran menyatakan siap bekerjasama dengan tiga negara itu untuk menghadapi ancaman NATO.

”Saya ingin mendukung ide pengembangan kerja sama pertahanan multifaset antara China, Iran, India dan Rusia untuk melawan ekspansi NATO di wilayah timur dan perisai rudalnya yang dipasang di Eropa,” kata Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Hossein Dehqan, di sebuah Konferensi Keamanan Internasional di Moskow, Kamis kemarin.

Setelah menyampaikan ajakan itu, Dehqan, seperti dikutip RIA Novosti mengatakan, bahwa Rusia, China dan Iran dapat mengadakan pembicaraan pertahanan tripartit.

”Kami membahas aspek-aspek tertentu dari keamanan regional. Sudah diusulkan untuk mengadakan pertemuan trilateral Rusia, Iran dan China,” ujar Dehqan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu. Sementara itu, NATO berdalih penyebaran sistem perisai rudal NATO di Eropa Timur karena meningkatnya ancaman rudal balistik serta ancaman nuklir Iran.

”Ancaman terhadap negara-negara NATO yang ditimbulkan oleh proliferasi rudal balistik terus meningkat. Kerangka kesepakatan (dari program nuklir Iran) tidak mengubah fakta itu,” kata juru bicara NATO, Oana Lungescu, seperti dilansir Sputnik

Thursday, April 9, 2015

India Sukses Ujicoba Rudal Nuklir

LiputanIslam - India berhasil mengujicoba rudal permukaan ke permukaan yang mampu membawa hululedak nuklir dengan daya jangkau hingga 350 km.
Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Jumat (10/4), rudal ‘Dhanush’ meluncur mulus dari sebuah kapal perang di Teluk Bengal, negara bagian Odisha, Kamis siang. Ujicoba dilakukan oleh tim ahli dari Komando Pasukan Strategis India (SFC).


“Peluncuran ini adalah bagian dari sebuah latihan oleh angkatan perang dan rudal berhasil mencapai sasaran dengan ketepatan tinggi,” kata seorang ahli dari organisasi riset dan pengembangan militer India (DRDO) seperti dilansir Press TV.

Menurut pakar tersebut selama peluncuran, rudal dimonitor oleh fasilitas radar dan telemetri di pantai Odisha.

Rudal berbahan bakar bakar cair itu mampu membawa hululedak konvensional hingga nuklir hingga 1.000 kg. Rudal ini didisain untuk menghancurkan sasaran di darat maupun permukaana laut..

Pada tanggal 19 Februari India juga sukses mengujicoba rudal Prithvi-II yang mampu membawa hululedak nuklir dari sebuah peluncuran mobil di dekat Chandipur, sekitar 1.260 kilometer tenggara New Delhi.
India secara rutin menggelar ujicoba rudal nuklir sejak berhasil mengembangkan senjata nuklir tahun 1998. India juga terlibat dalam ‘lomba senjata’ yang ketat dengan tetangganya, Pakistan, yang juga memiliki kemampuan membuat senjata nuklir. Kedua negara bersaudara itu berpisah sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1947.

Kedua negara menolak menandatangani Non-Proliferation Treaty (NPT) dan berbagai perjanjian internasional yang membatasi pengembangan senjata nuklir. India menganggap NPT sebagai diskriminatif, sementara Pakistan menolak menandatanganinya selama India tidak melakukan hal yang sama.