Sekjen Perhimpunan Ulama Muqawama Internasional di Lebanon menyebut klaim Arab Saudi terkait serangan rudal pejuang Yaman ke kota suci Mekah, tidak berdasar.
Syeikh Maher Hammoud, Sekjen Perhimpunan Ulama Muqawama Internasional di Lebanon (29/10) mengatakan, Saudi berbohong terkait serangan rudal Yaman ke kota Mekah. Menurutnya, hal itu dilakukan Riyadh untuk membangkitkan kemarahan Muslimin atas pasukan Ansarullah, Yaman.
Syeikh Maher Hammoud menambahkan, klaim absurd dan kebohongan semacam itu disampaikan untuk memprovokasi Muslimin agar melawan Ansarullah, Yaman.
Kementerian Pertahanan Yaman, Kamis (27/10) malam mengabarkan ditembakknya rudal balistik Burkan-1 ke arah bandara King Abdulaziz di kota Jeddah, Barat Saudi.
Sumber-sumber media Saudi, dengan tujuan untuk menipu opini publik dunia, Jumat (28/10) mengklaim, sebuah rudal balistik milik pasukan Yaman diluncurkan dari kota Saada, Utara negara itu ke kota suci Mekah.
Realitasnya, komite-komite rakyat dan militer Yaman selalu menyerang pangkalan-pangkalan militer Saudi di beberapa wilayah dengan rudal, dalam aksi balasan atas kejahatan koalisi Riyadh yang sejak Maret 2015 melancarkan agresi militer luas ke Yaman.
Showing posts with label Libanon. Show all posts
Showing posts with label Libanon. Show all posts
Monday, October 31, 2016
Friday, February 27, 2015
Tentara Libanon memukul mundur ISIS dengan serangan artileri
IslamTimes- Menurut sumber itu, sebagian besar teroris Suriah ISIS mundur setelah menerima gempuran serangan artileri tentara Libanon.
Laporan dari media Libanon menyatakan bahwa Tentara Lebanon mendorong mundur teroris Takfiri ISIS dari perbatasan timur laut Suriah, dan berhasil menyita berbagai bahan peledak.
Mayat tiga tersangka teroris ISIS ditemukan oleh pasukan Libanon setelah mereka berhasil menguasai posisi militan di pinggiran Ras Baalbek, media Beirut Daily Star melaporkan pada hari Kamis (26/2/15), mengutip dari sumber keamanan negara.
Menurut sumber itu, sebagian besar teroris Suriah ISIS mundur setelah menerima gempuran serangan artileri tentara Libanon.
Sumber itu menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan preemptive yang dilakukan tentara Libanon untuk membentengi posisi tetap di sepanjang perbatasan Suriah.
Sementara itu, pernyataan militer yang dirilis pada hari Kamis juga mengatakan bahwa operasi preemptive itu bertujuan untuk mencegah masuknya kelompok teroris ke Libanon.
Menurut pernyataan itu, sejumlah alat peledak, senjata ringan dan senapan mesin beserta amunisi berhasil disita dalam operasi militer itu.
Ia menambahkan bahwa tentara negara berhasil merebut kendali penuh puncak bukit Sadr al-Jarash dan Harf al-Jarash, sebelah timur laut dari Talet al-Hamra di pinggiran Ras Baalbek.
Subscribe to:
Posts (Atom)

