Presiden Rusia menegaskan urgensi pembentukan negara Palestina merdeka dengan ibukota Baitul Maqdis.
IRNA (25/7) melaporkan, Presiden Rusia, Senin (25/7) dalam pesannya di pertemuan petinggi negara-negara anggota Liga Arab di Mauritania mengatakan, Moskow mendukung dimulainya perundingan Timur Tengah dengan hasil pembentukan negara merdeka Palestina dengan ibukota Baitul Maqdis.
Vladimir Putin, Presiden Rusia menambahkan, situasi Palestina saat ini tidak bisa diterima dan Moskow menginginkan terciptanya peluang untuk memulai proses perundingan segera guna menyelesaikan krisis.
Moskow, katanya, bertekad melakukan upaya-upaya bilateral dan multilateral untuk menyelesaikan masalah ini.
Putin menjelaskan, sejak beberapa tahun lalu, dunia menyaksikan melemahanya pemerintahan-pemerintahan sebagian negara di Timur Tengah, meningkatnya masalah ekonomi dan sosial disertai meluasnya ekstremisme.
Presiden Rusia juga menegaskan kesiapan Moskow untuk memperkuat kerja sama dengan Liga Arab khususnya dalam bidang perang melawan terorisme internasional di kawasan.
Pertemuan tahunan yang digelar dua hari oleh Liga Arab di Mauritania, akan berlangsung hingga hari Selasa (26/7). - Parstoday
Showing posts with label Timur Tengah. Show all posts
Showing posts with label Timur Tengah. Show all posts
Tuesday, July 26, 2016
Ciptakan Negara Israel, Palestina Akan Tuntut Inggris
Pemerintah Otoritas Palestina (PA) akan menuntut Inggris karena bertanggung jawab atas semua kejahatan perang yang dilakukan Israel sejak tahun 1948. Alasannya, Inggris berperan dalam mencipatakan negara Israel di wilayah Palestina melalui Deklarasi Balfour 1917.
Deklarasi itu berisi mandate untuk memindah orang-orang Arab dari tanah mereka di Palestina sebagai jalan untuk mendirikan negara Israel.
Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riyad al-Maliki.
Deklarasi Balfour 1917 ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour. Mandat awalnya ditujukan untuk membatasi gerakan Zionis. Namun, kemudian berubah menjadi kolonisasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh Kesultanan Ottoman.
Riyad al-Maliki, telah mengatakan kepada Liga Arab bahwa Inggris akan dimintai pertanggungjawaban atas perannya dalam apa yang dirasakan Palestina sebagai bencana besar.
“Keputusan itu, memberikan kepada orang yang tidak termasuk dan yang bukan milik mereka,” kata Maliki kepada Liga Arab, seperti dikutip Russia Today, semalam (26/7/2016).
Belum jelas bagaimana dan di mana Otoritas Palestina akan menuntut Inggris. Sementara itu, Pemerintah Inggris belum menanggapi rencana tuntutan Palestina.
Langkah ini merupakan upaya terbaru oleh mantan koloni atau bangsa untuk mencari reparasi setelah mengaku telah dirugikan. - Sindo
Deklarasi itu berisi mandate untuk memindah orang-orang Arab dari tanah mereka di Palestina sebagai jalan untuk mendirikan negara Israel.
Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riyad al-Maliki.
Deklarasi Balfour 1917 ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour. Mandat awalnya ditujukan untuk membatasi gerakan Zionis. Namun, kemudian berubah menjadi kolonisasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh Kesultanan Ottoman.
Riyad al-Maliki, telah mengatakan kepada Liga Arab bahwa Inggris akan dimintai pertanggungjawaban atas perannya dalam apa yang dirasakan Palestina sebagai bencana besar.
“Keputusan itu, memberikan kepada orang yang tidak termasuk dan yang bukan milik mereka,” kata Maliki kepada Liga Arab, seperti dikutip Russia Today, semalam (26/7/2016).
Belum jelas bagaimana dan di mana Otoritas Palestina akan menuntut Inggris. Sementara itu, Pemerintah Inggris belum menanggapi rencana tuntutan Palestina.
Langkah ini merupakan upaya terbaru oleh mantan koloni atau bangsa untuk mencari reparasi setelah mengaku telah dirugikan. - Sindo
Subscribe to:
Posts (Atom)

