Indonesian Free Press -- Saat ini pemberontak-teroris tengah berada dalam situasi krisis yang bisa berujung pada kahancuran total mereka di Suriah sekaligus mengubur mimpi zionis internasional untuk menjungkalkan Presiden Bashar al Assad.
Seperti dilaporkan Veterans Today, Rabu (3 Agustus), pasukan Suriah dengan dukungan serangan udara Rusia dan pasukan sekutu Suriah seperti Iran dan Hizbollah, tengah mengepung pemberontak di kantong pertahanan terakhir mereka di kota Aleppo. Media Lebanon As Safir menyebutkan kemajuan pasukan Suriah dalam pertempuran di Aleppo 'sangat mengesankan'.
"Kemenangan dalam pertempuran di Beni Zeid telah memberikan kesempatan nyata bagi penyelesaian konflik secara politik," tulis As Safir tentang pertempuran di kawasan Bani Zeid di Aleppo yang menjadi jalur suplai utama bagipara pemberontak di wilayah Aleppo, yang kini berhasil diputuskan oleh pasukan Suriah.
Pertempuran Beni Zeid, yang menjadi bagian dari kampanye militer Suriah selama 49 hari untuk menghancurkan pemberontak di Suriah berlangsung selama delapan jam, tanpa menghadapi perlawanan berarti dari kelompok al-Nusra Front dan kelompok-kelompok lainnya.
As Safir menyebut peran penting Rusia serta kelihaian Pasukan Macan di bawah komando Mayjend Suheil al-Hassan. Pada 10 Juni Pasukan Macan Suriah berhasil memutus jalur suplai dari Turki ke Aleppo dan merampas sejumlah besar senjata dan menewaskan ratusan pemberontak.
"Ribuan militan terjebak dan tewas, menurut sumber-sumber Suriah jumlahnya mencapai lima ribuan militan,” tulis media Lebanon itu seraya menambahkan bahwa kelompok Harakat Nour al-Din al-Zenki, salah satu kelompok pemberontak terbesar di Aleppo, kehilangan 2/3 dari 8.000 anggotanya akibat serangan tersebut.
“Kemenangan di Mallah Farms dan Beni Zeid telah menunjukkan perubahan sangat mengejutkan dari kemampuan serangan pasukan Suriah,” tulis media tersebut lagi.
Pada hari Minggu lalu (31 Juli) kelompok al-Nusra Front dan Ahrar al-Sham berhasil merebut sebagian wilayah di selatan Aleppo, namun pada hari Selasa (2 Agustus), mengusir mereka dari dua wilayah perbukitan dan dua desa di selatan Aleppo.
Sebagai aksi balas dendam para teroris memborbardir wilayah pemukiman yang dikuasai pemerintah di Aleppo, menewaskan lebih dari 40 dalam empat hari terakhir.
Akhir pekan lalu Rusia dan Suriah melanjutkan operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan ribuan warga sipil yang terjebak di Aleppo, meski sebuah helikopter Rusia ditembak jatuh oleh pemberontak dan menewaskan 5 personil militer Rusia yang terlibat dalam operasi kemanusiaan itu.
Pada hari Kamis (4 Agustus), Veterans Today melaporkan bahwa pemberontak mengalami kegagalan dalam upaya terakhir mereka untuk membuka kepungan pasukan Suriah di Aleppo.
"Sejumlah laporan menyebutkan bahwa lebih dari 380 anggota Jaish al Fateh dan Fatah Halab termasuk 11 komandan mereka, telah tewas dalam pertempuran sejak pemberontak melancarkan offensif 5 hari yang lalu," tulis Veterans Today.
Pemberontak juga kehilangan 11 kendaraan militer, 2 ruang komando, dan pusat komando di Saraqeb. Secara keseluruhan lebih dari 30 komandan pemberontak dari berbagai kelompok militan telah tewas dalam pertempuran beberapa hari terakhir di Aleppo. Sementara jumlah pemberontak yang terlibat dalam pertempuran mencapai 9.000 orang. Jumlah terbesar para pemberontak diakibatkan oleh serangan udara bersama Rusia dan Suriah di wilayah selatan dan barat Aleppo.
Pada 3 Agustus 3 konvoi logistik pemberontak dihancurkan oleh pesawat-pesawat Rusia di dekat Atareb. Laporan-laporan terbaru menyebutkan pemberontak menghentikan operasi militer bersama untuk membuka kepungan pasukan Suriah dan merencanakan operasi baru, setelah kegagalan itu.
Pada saat yang bersamaan, upaya para pemberontak untuk mendobrak pertahanan pasukan pemerintah yang terkepung di kota Deir Ezzor, juga mengalami kegagalan. Dalam sejumlah pertempuran di kawasan Al-Rawad, RS Jantung, dan Hotel Furat pada hari Selasa (2 Agustus) sekitar 40 pemberontak tewas di tangan pasukan Suriah. Sehari kemudian sekitar 20 pemberontak tewas dalam pertempuran, demikian Veterans Today melaporkan.(ca)
Saturday, August 6, 2016
Thursday, August 4, 2016
Rusia Gelar Pertemuan Rahasia Suriah-Amerika
Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan telah menggelar pertemuan diam-diam antara Amerika dengan Suriah. Pertemuan digelar tepat sebelum Presiden Vladimir Putin menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kantor berita Veterans Today melaporkan, Ahad (31 Juli) lalu.
Diduga pertemuan itu menghasilkan kesepakatan komprehensif tentang konflik Suriah dan Irak, termasuk kesepakatan tentang status Dataran Golan yang diduduki Israel sejak 1967.
"Seperti saya laporkan baru-baru ini, banyak dari kalangan inteligen, khususnya di wilayah Timur Tengah, yang memastikan telah terjadinya kesepakatan diam-diam antara Rusia dan Amerika terkait dengan konflik Suriah dan Irak," tulis editor Veterans Today dalam laporan itu.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pertemuan rahasia antara Presiden Putin dengan wakil pejabat Suriah dan Amerika digelar di Moskow, awal Juni lalu, atau beberapa hari sebelum pertemuan antara Putin dengan Netanyahu.
Pertemuan tersebut juga dilaporkan oleh media Israel, The Jerussalem Post dengan judul "Report: Assad and Putin held secret meeting, discussed Israel", juga oleh media Lebanon Al-Joumhouria, hari Kamis lalu (28 Juli).
Media Lebanon ini menyebutkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menjadi bagian dari kesepakatan komprehensif ini, saat ia bertemu dengan Presiden Putin di Moskow, pada 9 Agustus nanti.
Terkait dengan kesepakatan itu, pada hari Kamis lalu Presiden Assad telah mengeluarkan dekrit pemberian amnesti kepada para pemberontak yang menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah.
Pada saat bersamaan, sejumlah media massa menyebutkan bahwa Amerika pada akhirnya setuju untuk mempertahankan Presiden Assad.(ca)
Diduga pertemuan itu menghasilkan kesepakatan komprehensif tentang konflik Suriah dan Irak, termasuk kesepakatan tentang status Dataran Golan yang diduduki Israel sejak 1967.
"Seperti saya laporkan baru-baru ini, banyak dari kalangan inteligen, khususnya di wilayah Timur Tengah, yang memastikan telah terjadinya kesepakatan diam-diam antara Rusia dan Amerika terkait dengan konflik Suriah dan Irak," tulis editor Veterans Today dalam laporan itu.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pertemuan rahasia antara Presiden Putin dengan wakil pejabat Suriah dan Amerika digelar di Moskow, awal Juni lalu, atau beberapa hari sebelum pertemuan antara Putin dengan Netanyahu.
Pertemuan tersebut juga dilaporkan oleh media Israel, The Jerussalem Post dengan judul "Report: Assad and Putin held secret meeting, discussed Israel", juga oleh media Lebanon Al-Joumhouria, hari Kamis lalu (28 Juli).
Media Lebanon ini menyebutkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menjadi bagian dari kesepakatan komprehensif ini, saat ia bertemu dengan Presiden Putin di Moskow, pada 9 Agustus nanti.
Terkait dengan kesepakatan itu, pada hari Kamis lalu Presiden Assad telah mengeluarkan dekrit pemberian amnesti kepada para pemberontak yang menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah.
Pada saat bersamaan, sejumlah media massa menyebutkan bahwa Amerika pada akhirnya setuju untuk mempertahankan Presiden Assad.(ca)
Wednesday, August 3, 2016
Pemimpin Tertingi Iran Kembali Kecam Perundingan Nuklir
Indonesian Free Press -- Pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei kembali menyuarakan kritikannya atas perundingan nuklir Iran yang dianggap tidak sesuai harapan Iran.
Seperti dilaporkan Reuters, Senin (1 Juli), Khamenei mengeluarkan kritikannya dalam pidato di Teheran hari Senin, dimana ia menuduh Amerika tidak menepati kesepakatan dalam perundingan. Dalam kritikan-kritikannya terdahulu, Khamenei selalu menyoroti sikap Amerika yang dianggapnya tidak bisa dipercaya dan mengingatkan pemerintahan Presiden Rouhani, yang memiliki langkah perundingan daripada konfrontasi, akan sikap Amerika itu.
Dalam perundingan yang disepakati oleh Iran dan enam negara besar termasuk Amerika dan Rusia pada bulan Oktober 2015 lalu itu, Iran setuju untuk mengurangi program nuklirnya ke tingkat yang tidak membahayakan untuk mencegah pembuatan senjata nuklir. Sebagai balasannya, sanksi-sanksi yang diterima Iran karena program nuklirnya, akan dicabut.
Paska penandatanganan tersebut, Presiden Rouhani dengan bangga menyebut perundingan tersebut akan mengakhiri krisis ekonomi yang melanda Iran karena sanksi dan mendorong ekonomi Iran tumbuh pesat. Khamenei sendiri 'terpaksa' mendukung perundingan tersebut, meski terus mengeluarkan kritikan atas implementasinya.
Meski sejumlah sanksi telah dicabut dan sejumlah besar delegasi ekonomi internasional telah mengunjungi Iran untuk penjajakan kerjasama ekonomi, namun hal itu belum benar-benar
memulihkan ekonomi Iran, karena Amerika masih mempertahankan sanksi-sanksi pokoknya, seperti transaksi perbankan. Hal ini mengakibatkan realisasi kerjasama ekonomi Iran dengan masyarakat internasional menjadi terkendala.
Seperti telah ditulis di blog ini, kemenangan Iran atas program nuklirnya ternyata masih jauh dari kenyataan.
"Perundingan nuklir tersebut, seperti pengalaman sebelumnya, sekali lagi terbukti menunjukkan tidak adanya manfaat untuk berunding dengan Amerika, janji-janji buruk mereka (Amerika) dan perlunya untuk tidak mempercayai Amerika,” kata Khamenei seperti dikutip kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA).
Ia menyebut, sanksi-sanksi hanya dicabut 'di kertas' dan perusahaan-perusahaan asing masih belum menanam investasinya ke Iran. Lebih jauh, Khamenai menuduh perundingan dan kerjasama dengan Amerika dalam perang melawan terorisme adalah seperti 'meminum racun mematikan'.
Implementasi perundingan nuklir Iran yang lemah membuat kemarahan publik semakin meningkat terhadap pemerintahan Rouhani yang dikenal moderat, dan hal itu memberi 'angin segar' bagi kelompok-kelompok 'radikal' yang menganggap Amerika adalah musuh dan senjata utama untuk melawannya adalah dengan membangun rudal dan roket, serta mengandalkan kekuatan domestik untuk menjalankan perekonomian.
Sementara kelompok 'moderat' dipimpin oleh Presiden Rouhani dan dengan dukungan moril dari tokoh senior mantan presiden Hashemi Rafsanjani, Ali Khamenei dianggap sebagai patron bagi kelompok 'radikal'.(ca)
Seperti dilaporkan Reuters, Senin (1 Juli), Khamenei mengeluarkan kritikannya dalam pidato di Teheran hari Senin, dimana ia menuduh Amerika tidak menepati kesepakatan dalam perundingan. Dalam kritikan-kritikannya terdahulu, Khamenei selalu menyoroti sikap Amerika yang dianggapnya tidak bisa dipercaya dan mengingatkan pemerintahan Presiden Rouhani, yang memiliki langkah perundingan daripada konfrontasi, akan sikap Amerika itu.
Dalam perundingan yang disepakati oleh Iran dan enam negara besar termasuk Amerika dan Rusia pada bulan Oktober 2015 lalu itu, Iran setuju untuk mengurangi program nuklirnya ke tingkat yang tidak membahayakan untuk mencegah pembuatan senjata nuklir. Sebagai balasannya, sanksi-sanksi yang diterima Iran karena program nuklirnya, akan dicabut.
Paska penandatanganan tersebut, Presiden Rouhani dengan bangga menyebut perundingan tersebut akan mengakhiri krisis ekonomi yang melanda Iran karena sanksi dan mendorong ekonomi Iran tumbuh pesat. Khamenei sendiri 'terpaksa' mendukung perundingan tersebut, meski terus mengeluarkan kritikan atas implementasinya.
Meski sejumlah sanksi telah dicabut dan sejumlah besar delegasi ekonomi internasional telah mengunjungi Iran untuk penjajakan kerjasama ekonomi, namun hal itu belum benar-benar
memulihkan ekonomi Iran, karena Amerika masih mempertahankan sanksi-sanksi pokoknya, seperti transaksi perbankan. Hal ini mengakibatkan realisasi kerjasama ekonomi Iran dengan masyarakat internasional menjadi terkendala.
Seperti telah ditulis di blog ini, kemenangan Iran atas program nuklirnya ternyata masih jauh dari kenyataan.
"Perundingan nuklir tersebut, seperti pengalaman sebelumnya, sekali lagi terbukti menunjukkan tidak adanya manfaat untuk berunding dengan Amerika, janji-janji buruk mereka (Amerika) dan perlunya untuk tidak mempercayai Amerika,” kata Khamenei seperti dikutip kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA).
Ia menyebut, sanksi-sanksi hanya dicabut 'di kertas' dan perusahaan-perusahaan asing masih belum menanam investasinya ke Iran. Lebih jauh, Khamenai menuduh perundingan dan kerjasama dengan Amerika dalam perang melawan terorisme adalah seperti 'meminum racun mematikan'.
Implementasi perundingan nuklir Iran yang lemah membuat kemarahan publik semakin meningkat terhadap pemerintahan Rouhani yang dikenal moderat, dan hal itu memberi 'angin segar' bagi kelompok-kelompok 'radikal' yang menganggap Amerika adalah musuh dan senjata utama untuk melawannya adalah dengan membangun rudal dan roket, serta mengandalkan kekuatan domestik untuk menjalankan perekonomian.
Sementara kelompok 'moderat' dipimpin oleh Presiden Rouhani dan dengan dukungan moril dari tokoh senior mantan presiden Hashemi Rafsanjani, Ali Khamenei dianggap sebagai patron bagi kelompok 'radikal'.(ca)
Tuesday, August 2, 2016
Turki Keluarkan Ultimatum, AS Tinggalkan Incirlik
Indonesian Free Press -- Wakil PM sekaligus jubir pemerintahan Turki, Numan Kurtulmuş, mengeluarkan ultimatum kepada Amerika terkait dengan kudeta gagal bulan lalu. Ia memberi dua pilihan kepada AS, yaitu mengekstradisi Fethullah Gulen, atau kehilangan persahabatan dengan 79 juta jiwa penduduk Turki.
Hal ini dikatakan dalam konferensi persnya setelah pertemuan kabinet, Senin (1 Agustus), di istana perdana menteri di Ankara. Kurtulmuş juga menjelaskan bahwa negaranya telah memberi bukti yang cukup terkait keterlibatan Gulen dan pengikutnya dalam upaya kudeta pertengahan bulan lalu.
Lebih lanjut, Kurtulmuş menegaskan kepada para pejabat AS untuk menghormati hubungan baik antara kedua negara. AS disebutnya harus segera menyerahkan Gulen kepada pemerintah Turki, sesuai kesepakatan ekstradisi antara kedua negara.
Pada kesempatan itu seperti ditulis dakwatuna.com, Kurtulmuş juga membahas tentang pembersihan lembaga negara dari pengaruh Fethullah Gullen. Menurutnya, pemerintah Turki bertekad untuk menjauhkan lembaga-lembaga negara dengan setiap orang yang berhubungan dengan jaringan Gulen tersebut. Mengacu pada upaya besar membedakan mereka yang terlibat dan tidak terlibat dengan jaringan Gulen.
Terkait restrukturisasi dan penyatuaan beberapa sektor militer dengan kementerian, Kurtulmuş menegaskan bahwa itu bertujuan untuk mencegah komando seluruh pasukan berada dalam satu naungan.
Evakuasi Pangkalan Udara Incirlik
Sementara itu situs Military Times, pertengahan Juli lalu melaporkan bahwa Amerika telah memerintahkan evakuasi pangkalan udara Incirlik di Turki karena masalah keamanan terkait dengan konflik Suriah.
Dilaporkan bahwa Depertemen Pertahanan Amerika memerintahkan ratusan personil militer dan keluarganya untuk meninggalkan Turki, termasuk pangkalan udara Incirlik. Perintah ini ditujukan kepada sekitar 700 istri dan anak keluarga militer Amerika yang berada di pangkalan-pangkalan militer Incirlik, Ismir dan Mugla.
Jumlah personil militer Amerika di Incirlik mengalami kenaikan dari 1.300 personil tahun lalu menjadi 2.500 personil tahun ini, berkaitan dengan kampanye perang melawan ISIS di Irak dan Suriah.
Pada bulan Juli, kekhawatiran adanya serangan teroris di pangkalan Amerika di Turki memaksa Amerika melarang personil militer dan keluarganya keluar dari barak militer. Pada September 2015 Amerika telah menawarkan evakuasi sukarela pada sekitar 800 keluarga personil militer Amerika di Turki, namun hanya 80 orang yang memenuhinya.(ca)
Hal ini dikatakan dalam konferensi persnya setelah pertemuan kabinet, Senin (1 Agustus), di istana perdana menteri di Ankara. Kurtulmuş juga menjelaskan bahwa negaranya telah memberi bukti yang cukup terkait keterlibatan Gulen dan pengikutnya dalam upaya kudeta pertengahan bulan lalu.
Lebih lanjut, Kurtulmuş menegaskan kepada para pejabat AS untuk menghormati hubungan baik antara kedua negara. AS disebutnya harus segera menyerahkan Gulen kepada pemerintah Turki, sesuai kesepakatan ekstradisi antara kedua negara.
Pada kesempatan itu seperti ditulis dakwatuna.com, Kurtulmuş juga membahas tentang pembersihan lembaga negara dari pengaruh Fethullah Gullen. Menurutnya, pemerintah Turki bertekad untuk menjauhkan lembaga-lembaga negara dengan setiap orang yang berhubungan dengan jaringan Gulen tersebut. Mengacu pada upaya besar membedakan mereka yang terlibat dan tidak terlibat dengan jaringan Gulen.
Terkait restrukturisasi dan penyatuaan beberapa sektor militer dengan kementerian, Kurtulmuş menegaskan bahwa itu bertujuan untuk mencegah komando seluruh pasukan berada dalam satu naungan.
Evakuasi Pangkalan Udara Incirlik
Sementara itu situs Military Times, pertengahan Juli lalu melaporkan bahwa Amerika telah memerintahkan evakuasi pangkalan udara Incirlik di Turki karena masalah keamanan terkait dengan konflik Suriah.
Dilaporkan bahwa Depertemen Pertahanan Amerika memerintahkan ratusan personil militer dan keluarganya untuk meninggalkan Turki, termasuk pangkalan udara Incirlik. Perintah ini ditujukan kepada sekitar 700 istri dan anak keluarga militer Amerika yang berada di pangkalan-pangkalan militer Incirlik, Ismir dan Mugla.
Jumlah personil militer Amerika di Incirlik mengalami kenaikan dari 1.300 personil tahun lalu menjadi 2.500 personil tahun ini, berkaitan dengan kampanye perang melawan ISIS di Irak dan Suriah.
Pada bulan Juli, kekhawatiran adanya serangan teroris di pangkalan Amerika di Turki memaksa Amerika melarang personil militer dan keluarganya keluar dari barak militer. Pada September 2015 Amerika telah menawarkan evakuasi sukarela pada sekitar 800 keluarga personil militer Amerika di Turki, namun hanya 80 orang yang memenuhinya.(ca)
Ada Apa Dengan Pengakuan Freddy Budiman?
Indonesian Free Press -- Lagi-lagi kekhawatiran saya terbukti, yang sekaligus mengindikasikan regim Jokowi hanyalah regim proksi aseng-asing dan yang tidak bisa difahami para kecebong 'bahlul'. Dan ini semua terjadi pada saat kondisi sosial-ekonomi semakin memburuk, ketika para buruh di-PHK digusur tenaga kerja Cina, harga-harga barang melambung tinggi dengan harga gula pasir eceran di Medan mencapai Rp 18.000 per-kg. Padahal ketika Jokowi belum naik ke kursi ke kekuasaan harganya belum mencapai angka Rp 10.000 per-kg.
Paska pengakuan mengejutkan gembong narkoba Fredy Budiman yang dipublis oleh ketua LSM Kontras baru-baru ini, tidak ada respons serius dari para pemangku kepentingan atas masalah yang sangat-sangat-sangat serius ini. Tidak ada pidato ber-api-api Jokowi, para pejabat di jajarannya dan para pimpinan DPR yang berjanji akan menumpas habis mafia narkoba. Tidak ada tindakan nyata pemerintah dan DPR berupa pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran pernyataan Fredy Budiman tentang keterlibatan lembaga-lembaga negara BNN, Polri dan TNI dalam mafia narkoba.
Yang ada adalah pernyataan Polri bahwa pihaknya telah bertemu dan 'kongkow-kongkow' dengan pimpinan LSM Kontras membicarakan pengakuan Fredy Budiman, serta pernyataan 'prematur' tentang kesehatan mental Fredy Budiman, sekaligus mengubur tindakan yang seharusnya dilakukan kepolisian, yaitu melakukan penyidikan resmi atas masalah ini.
Yang mengherankan juga, BNN, yang secara telak telah dipermalukan oleh pengakuan Fredy Budiman, tidak mengeluarkan pernyataan apapun. Semuanya seolah baik-baik saja, dan kehancuran bangsa Indonesia akibat narkoba pun berjalan dengan lancar.
Bagi Indonesian Free Press (IFP), pengakuan Fredy Budiman yang dipublis oleh LSM Kontras memberikan petunjuk kuat bahwa konspirasi jahat para penyembah dajjal global di Indonesia, telah sampai pada tahap akhir. Pada tahap ini, seluruh kebusukan yang selama ini ditutup-tutupi sengaja dibuka. Hal ini adalah untuk menimbulkan rasa apatis dan putus asa masyarakat sehingga mereka pasrah saja ketika orang-orang yang dikenal jahat, baik yang asing maupun komprador lokalnya, menjadi penguasa negara ini.
Sejalan dengan hal ini, sebuah status Facebook milik saudara M Arief Pranoto dari lembaga kajian international, The Global Institute, menjadi penguat pandangan IFP. Dan berikut ini adalah status tersebut yang kami copaskan.(ca)
MEMBACA YANG TERSIRAT DIBALIK STATEMENT HARRIS/KONTRAS
Oleh: M Arief Pranoto
Membaca kegaduhan media atas "brodcast berantai"-nya Harris Azhar dari Kontras atas (katanya) testimoni terpidana mati Freddy Budiman, saya jadi teringat ajaran guru dulu tentang eksistensi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia. Bahwa keberadaan LSM merupakan "corong asing" guna menggiring opini rakyat agar tidak percaya pada pemerintahan dan aparatnya. Itu yang utama. Tidak semua LSM memang, karena masih banyak LSM yang merah putih, benar-benar ingin menegakkan keadilan dan kebenaran.
Terkait kegaduhan akibat statement Harris, barangkali itu tujuan pokoknya. Kenapa? Segenap tumpah darah kembali digiring untuk sibuk dan gaduh pada tataran hilir sehingga lupa terhadap persoalan hulu bangsa yaitu penguasaan ekonomi dan pencaplokan sumber daya (alam) oleh asing dengan berbagai modus melalui sistem negara. Hal ini yang justru diabaikan. Masuknya ribuan (tentara?) tenaga asing Cina baik melalui Turnkey Project Management (TPM) maupun secara illegal misalnya, jadi tenggelam --- topik "Kuda Troya" ala Cina tertutup beritanya Harris dan Freddy, atau abai ketika ratusan hektar tanah Indonesia telah dirambah Malaysia, dan seterusnya.
Terlepas benar atau tidaknya broadcast Harris, itu tidak penting. Yang utama bagi LSM yang berafiliasi ke asing, bahwa tugasnya membuat turun atau hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan aparat negara, telah sukses digulirkan via media. Inilah yang kini berlangsung. Dan lagi-lagi, kita terus menari-nari dalam irama gendang yang ditabuh oleh asing..
Pojok S, 29/7/2016
Paska pengakuan mengejutkan gembong narkoba Fredy Budiman yang dipublis oleh ketua LSM Kontras baru-baru ini, tidak ada respons serius dari para pemangku kepentingan atas masalah yang sangat-sangat-sangat serius ini. Tidak ada pidato ber-api-api Jokowi, para pejabat di jajarannya dan para pimpinan DPR yang berjanji akan menumpas habis mafia narkoba. Tidak ada tindakan nyata pemerintah dan DPR berupa pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran pernyataan Fredy Budiman tentang keterlibatan lembaga-lembaga negara BNN, Polri dan TNI dalam mafia narkoba.
Yang ada adalah pernyataan Polri bahwa pihaknya telah bertemu dan 'kongkow-kongkow' dengan pimpinan LSM Kontras membicarakan pengakuan Fredy Budiman, serta pernyataan 'prematur' tentang kesehatan mental Fredy Budiman, sekaligus mengubur tindakan yang seharusnya dilakukan kepolisian, yaitu melakukan penyidikan resmi atas masalah ini.
Yang mengherankan juga, BNN, yang secara telak telah dipermalukan oleh pengakuan Fredy Budiman, tidak mengeluarkan pernyataan apapun. Semuanya seolah baik-baik saja, dan kehancuran bangsa Indonesia akibat narkoba pun berjalan dengan lancar.
Bagi Indonesian Free Press (IFP), pengakuan Fredy Budiman yang dipublis oleh LSM Kontras memberikan petunjuk kuat bahwa konspirasi jahat para penyembah dajjal global di Indonesia, telah sampai pada tahap akhir. Pada tahap ini, seluruh kebusukan yang selama ini ditutup-tutupi sengaja dibuka. Hal ini adalah untuk menimbulkan rasa apatis dan putus asa masyarakat sehingga mereka pasrah saja ketika orang-orang yang dikenal jahat, baik yang asing maupun komprador lokalnya, menjadi penguasa negara ini.
Sejalan dengan hal ini, sebuah status Facebook milik saudara M Arief Pranoto dari lembaga kajian international, The Global Institute, menjadi penguat pandangan IFP. Dan berikut ini adalah status tersebut yang kami copaskan.(ca)
MEMBACA YANG TERSIRAT DIBALIK STATEMENT HARRIS/KONTRAS
Oleh: M Arief Pranoto
Membaca kegaduhan media atas "brodcast berantai"-nya Harris Azhar dari Kontras atas (katanya) testimoni terpidana mati Freddy Budiman, saya jadi teringat ajaran guru dulu tentang eksistensi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia. Bahwa keberadaan LSM merupakan "corong asing" guna menggiring opini rakyat agar tidak percaya pada pemerintahan dan aparatnya. Itu yang utama. Tidak semua LSM memang, karena masih banyak LSM yang merah putih, benar-benar ingin menegakkan keadilan dan kebenaran.
Terkait kegaduhan akibat statement Harris, barangkali itu tujuan pokoknya. Kenapa? Segenap tumpah darah kembali digiring untuk sibuk dan gaduh pada tataran hilir sehingga lupa terhadap persoalan hulu bangsa yaitu penguasaan ekonomi dan pencaplokan sumber daya (alam) oleh asing dengan berbagai modus melalui sistem negara. Hal ini yang justru diabaikan. Masuknya ribuan (tentara?) tenaga asing Cina baik melalui Turnkey Project Management (TPM) maupun secara illegal misalnya, jadi tenggelam --- topik "Kuda Troya" ala Cina tertutup beritanya Harris dan Freddy, atau abai ketika ratusan hektar tanah Indonesia telah dirambah Malaysia, dan seterusnya.
Terlepas benar atau tidaknya broadcast Harris, itu tidak penting. Yang utama bagi LSM yang berafiliasi ke asing, bahwa tugasnya membuat turun atau hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan aparat negara, telah sukses digulirkan via media. Inilah yang kini berlangsung. Dan lagi-lagi, kita terus menari-nari dalam irama gendang yang ditabuh oleh asing..
Pojok S, 29/7/2016
Media Rusia Publikasikan Skandal Seks Putri-Putri Saudi
Indonesian Free Press -- Media Rusia, RPG Piccadilly, mempublikasikan laporan tentang skandal seks tiga orang putri keluarga kerajaan Saudi Arabia dengan para pejabat Israel. Demikian seperti dilaporkan Veterans Today, Minggu (31 Juli).
Dalam laporan itu disebutkan bahwa ketiga putri tersebut memiliki hubungan sangat dekat dengan Raja, masing-masing putri raja, menantu perempuan raja dan seorang istri dari Pangeran Bandar, mantan kepala inteligen Saudi Arabia. Mereka terlibat skandal seks dengan tiga perwira militer Israel secara terpisah.
"Laporan itu menunjukkan bagaimana para putri Saudi itu melakukan kegiatan seks gila-gilaan sehingga membuat takjub yang melihat videonya," tulis Veterans Today.
Beberapa waktu mantan menteri luar negeri perempuan Israel Tzipi Livni mengaku telah melakukan kegiatan seksual dengan sejumlah pejabat Palestina dan Arab saat masih aktif sebagai agen rahasia dinas inteligen Israel Mossad. Hal itu dilakukan untuk melemahkan lawan-lawan Israel di meja perundingan. Sedangkan media Israel pada tahun 2010 melaporkan bocoran Wikileaks tentang aksi-aksi pesta seks dan obat-obatan yang dilakukan putri-putri kerajaan Saudi. Karenanya, terkait dengan laporan media Rusia tersebut di atas, hal ini sangat mungkin saja benar-benar terjadi.
Nasrallah Kecam Pertemuan Saudi-Israel
Sementara itu pemimpin Hizbollah Sayyed, hari Jumat (29 Juli) mengecam pertemuan diam-diam namun banyak diberitakan media-media massa internasional antara delegasi pejabat Saudi Arabia dengan Israel baru-baru ini.
Seperti dilansir Veterans Today, Senin (1 Agustus), Nasrallah menuduh Saudi telah memberikan hadiah kepada Israel dengan menormalisasikan hubungan kedua negara tanpa konsesi apapun, termasuk demi kepentingan Palestina.
"Saudi telah menciptakan contoh berbahaya bagi negara-negara lain dengan memulihkan hubungan dengan Israel," kata Nasrallah.
Hal itu, sebutnya, akan diikuti oleh negara-negara Arab lainnya dengan mengakui regim zionis Israel.
Minggu sebelumnya, Anwar Eshki, pensiunan jendral dan beberapa pejabat Saudi Arabia melakukan kunjungan ke Israel dan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Israel dan sejumlah politisi Israel.
Eshki, yang saat ini memimpin lembaga kajian Saudi Institute for Strategic Studies, bertemu Direktur Jendral Kementrian Luar Negeri Israel Dore Gold serta Yoav Mordechai, pejabat pengawas aktifitas di wilayah pendudukan Palestina.
Saudi Arabia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dan bepergian ke Israel merupakan tindakan ilegal bagi semua warga Saudi. Namun secara diam-diam diketahui pemerintah Saudi Arabia menjalin hubungan dengan Israel, yang bersama-sama keduanya melihat musuh yang sama, yaitu Iran.(ca)
Dalam laporan itu disebutkan bahwa ketiga putri tersebut memiliki hubungan sangat dekat dengan Raja, masing-masing putri raja, menantu perempuan raja dan seorang istri dari Pangeran Bandar, mantan kepala inteligen Saudi Arabia. Mereka terlibat skandal seks dengan tiga perwira militer Israel secara terpisah.
"Laporan itu menunjukkan bagaimana para putri Saudi itu melakukan kegiatan seks gila-gilaan sehingga membuat takjub yang melihat videonya," tulis Veterans Today.
Beberapa waktu mantan menteri luar negeri perempuan Israel Tzipi Livni mengaku telah melakukan kegiatan seksual dengan sejumlah pejabat Palestina dan Arab saat masih aktif sebagai agen rahasia dinas inteligen Israel Mossad. Hal itu dilakukan untuk melemahkan lawan-lawan Israel di meja perundingan. Sedangkan media Israel pada tahun 2010 melaporkan bocoran Wikileaks tentang aksi-aksi pesta seks dan obat-obatan yang dilakukan putri-putri kerajaan Saudi. Karenanya, terkait dengan laporan media Rusia tersebut di atas, hal ini sangat mungkin saja benar-benar terjadi.
Nasrallah Kecam Pertemuan Saudi-Israel
Sementara itu pemimpin Hizbollah Sayyed, hari Jumat (29 Juli) mengecam pertemuan diam-diam namun banyak diberitakan media-media massa internasional antara delegasi pejabat Saudi Arabia dengan Israel baru-baru ini.
Seperti dilansir Veterans Today, Senin (1 Agustus), Nasrallah menuduh Saudi telah memberikan hadiah kepada Israel dengan menormalisasikan hubungan kedua negara tanpa konsesi apapun, termasuk demi kepentingan Palestina.
"Saudi telah menciptakan contoh berbahaya bagi negara-negara lain dengan memulihkan hubungan dengan Israel," kata Nasrallah.
Hal itu, sebutnya, akan diikuti oleh negara-negara Arab lainnya dengan mengakui regim zionis Israel.
Minggu sebelumnya, Anwar Eshki, pensiunan jendral dan beberapa pejabat Saudi Arabia melakukan kunjungan ke Israel dan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Israel dan sejumlah politisi Israel.
Eshki, yang saat ini memimpin lembaga kajian Saudi Institute for Strategic Studies, bertemu Direktur Jendral Kementrian Luar Negeri Israel Dore Gold serta Yoav Mordechai, pejabat pengawas aktifitas di wilayah pendudukan Palestina.
Saudi Arabia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dan bepergian ke Israel merupakan tindakan ilegal bagi semua warga Saudi. Namun secara diam-diam diketahui pemerintah Saudi Arabia menjalin hubungan dengan Israel, yang bersama-sama keduanya melihat musuh yang sama, yaitu Iran.(ca)
Monday, August 1, 2016
HENRO PRIYONO ADALAH SALAH SATU "TUHAN " JOKOWI..... SBY TAKUT SAMA HENDRO..... !
Indonesian Free Press -- Polly Sering Telepon dengan Private Number Deputi V BIN Ditelepon TPF Munir, Muchdi Bilang Salah Sambung Wah! Handphone Pejabat BIN Bisa Dipakai Sopir Dua Sopir Muchdi Akan Bersaksi Kuasa Hukum Muchdi: BAP Saksi Sampah!
Ada dokumen rahasia yang selama ini tidak pernah terungkap. Dokumen tertulis yang disimpan rapat-rapat oleh Tim Pencari Fakta (TPF) maupun penyidik kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ini, ternyata berisi beberapa pertemuan yang membahas penyusunan skenario rencana pembunuhan Munir.
Rapat itu digelar di kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah nama petinggi BIN, seperti Kepala BIN AM Hendro Priyono, Deputi V BIN Muchdi Pr, Deputi II dan Deputi IV. Disamping itu juga dihadiri oleh mantan Dirut Garuda Indra Setaiwan dan Rohainil Aini.
Adanya dokumen baru yang mengungkap keterlibatan Kepala BIN Hendro Priyono dalam konspirasi pembunuhan Munir ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa mantan Deputi V BIN Muchdi Pr, Selasa (23/9).
Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi ini menghadirkan tiga orang saksi. Dua orang saksi adalah mantan sopir Muchdi Pr, yakni Imam Mustofa dan Suradi. Satu saksi lagi dari mantan Sekjen TPF kasus Munir bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Usman Hamid.
Dua saksi mantan sopir Muchdi Pr memberikan kesaksian yang meringankan terdakwa. Mereka keduanya kompak memberikan keterangan bahwa handphone milik Muchdi Pr bisa dipakai siapa saja, termasuk mereka berdua sebagai sopir. Kesaksian ini untuk mematahkan bukti keterlibatan Muchdi Pr dalam pembunuhan Munir. Salah satu bukti yang menyeret Muchdi jadi terdakwa adalah adanya bukti beberapa kali hubungan telepon antara Muchdi dengan terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto.
Sementara saksi Usman Hamid, banyak mengungkapkan bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan Muchdi Pr dalam kasus pembunuhan Muchdi Pr. Salah satunya adalah dokumen temuan TPF yang berisi pertemuan-pertemuan membahas skenario pembunuhan Munir.
Menurut Usman, dokumen tersebut TPF dapatkan dari intenal BIN. "Kami mendapatkan informasi tertulis berkenaan dengan rencana pembunuhan Munir. Dokumen itu tidak bisa diabaikan. Ada sejumlah nama pejabat BIN, termasuk Kepala BIN Hendro Priyono dan terdakwa yang tercatat mengikuti pertemuan rencana pembunuhan Munir," ungkap Usman.
Usman mengungkapkan, dokumen tertulis inilah yang dipakai TPF sebagai salah satu acuan dalam mengungkap fakta-fakta seputar pembunuhan Munir. Hanya saja Usman menolak mengungkapkan identitas orang yang memberikan dokumen yang sangat penting tersebut. Sebab orangnya tidak mau disebut namanya.
"Kalau dilihat substansinya surat tersebut sulit diabaikan TPF. Surat tersebut sangat membantu. Semula saya meminta diadministrasikan. Tapi yang bersangkutan keberatan disebutkan namanya secara resmi," katanya.
Menanggapi adanya dokumen baru yang terungkap dalam persidangan ini, kuasa hukum Muchdi Pr menyatakan dokumen tersebut tidak bisa dipakai sebagai alat bukti. Dokumen tersebut tidak punya nilai. Sebab dokumen itu tidak ada nomor, tanggal, dan tandatangannnya. "Jadi hanya seperti surat kaleng, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak bisa dipakai sebagai alat bukti apapun," ujar koordinator tim kuasa hukum Muchdi, M Lutfi Hakim, seusai sidang.
Menurut Luthfie, dokumen itu bisa dipakai sebagai alat bukti bila ada tanggal dan tandatangannya. Sementara dokumen yang diungkap Usman, tidak ada tanggal dan tandatangannya. (CA/Persda Network/Sugiyarto)
Keterangan: Dicopas dari status facebook Bambang Tri
Ada dokumen rahasia yang selama ini tidak pernah terungkap. Dokumen tertulis yang disimpan rapat-rapat oleh Tim Pencari Fakta (TPF) maupun penyidik kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ini, ternyata berisi beberapa pertemuan yang membahas penyusunan skenario rencana pembunuhan Munir.
Rapat itu digelar di kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah nama petinggi BIN, seperti Kepala BIN AM Hendro Priyono, Deputi V BIN Muchdi Pr, Deputi II dan Deputi IV. Disamping itu juga dihadiri oleh mantan Dirut Garuda Indra Setaiwan dan Rohainil Aini.
Adanya dokumen baru yang mengungkap keterlibatan Kepala BIN Hendro Priyono dalam konspirasi pembunuhan Munir ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa mantan Deputi V BIN Muchdi Pr, Selasa (23/9).
Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi ini menghadirkan tiga orang saksi. Dua orang saksi adalah mantan sopir Muchdi Pr, yakni Imam Mustofa dan Suradi. Satu saksi lagi dari mantan Sekjen TPF kasus Munir bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Usman Hamid.
Dua saksi mantan sopir Muchdi Pr memberikan kesaksian yang meringankan terdakwa. Mereka keduanya kompak memberikan keterangan bahwa handphone milik Muchdi Pr bisa dipakai siapa saja, termasuk mereka berdua sebagai sopir. Kesaksian ini untuk mematahkan bukti keterlibatan Muchdi Pr dalam pembunuhan Munir. Salah satu bukti yang menyeret Muchdi jadi terdakwa adalah adanya bukti beberapa kali hubungan telepon antara Muchdi dengan terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto.
Sementara saksi Usman Hamid, banyak mengungkapkan bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan Muchdi Pr dalam kasus pembunuhan Muchdi Pr. Salah satunya adalah dokumen temuan TPF yang berisi pertemuan-pertemuan membahas skenario pembunuhan Munir.
Menurut Usman, dokumen tersebut TPF dapatkan dari intenal BIN. "Kami mendapatkan informasi tertulis berkenaan dengan rencana pembunuhan Munir. Dokumen itu tidak bisa diabaikan. Ada sejumlah nama pejabat BIN, termasuk Kepala BIN Hendro Priyono dan terdakwa yang tercatat mengikuti pertemuan rencana pembunuhan Munir," ungkap Usman.
Usman mengungkapkan, dokumen tertulis inilah yang dipakai TPF sebagai salah satu acuan dalam mengungkap fakta-fakta seputar pembunuhan Munir. Hanya saja Usman menolak mengungkapkan identitas orang yang memberikan dokumen yang sangat penting tersebut. Sebab orangnya tidak mau disebut namanya.
"Kalau dilihat substansinya surat tersebut sulit diabaikan TPF. Surat tersebut sangat membantu. Semula saya meminta diadministrasikan. Tapi yang bersangkutan keberatan disebutkan namanya secara resmi," katanya.
Menanggapi adanya dokumen baru yang terungkap dalam persidangan ini, kuasa hukum Muchdi Pr menyatakan dokumen tersebut tidak bisa dipakai sebagai alat bukti. Dokumen tersebut tidak punya nilai. Sebab dokumen itu tidak ada nomor, tanggal, dan tandatangannnya. "Jadi hanya seperti surat kaleng, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak bisa dipakai sebagai alat bukti apapun," ujar koordinator tim kuasa hukum Muchdi, M Lutfi Hakim, seusai sidang.
Menurut Luthfie, dokumen itu bisa dipakai sebagai alat bukti bila ada tanggal dan tandatangannya. Sementara dokumen yang diungkap Usman, tidak ada tanggal dan tandatangannya. (CA/Persda Network/Sugiyarto)
Keterangan: Dicopas dari status facebook Bambang Tri
Subscribe to:
Posts (Atom)






